Skip to main content

Tata Cara Sholat Witir (Niat, Bacaan, Rakaat, Keutamaan, Hukum dan Waktu)

Tata Cara Sholat Witir (Niat, Bacaan, Rakaat, Keutamaan, Hukum dan Waktu)

Tata Cara Sholat Witir (Niat, Bacaan, Rakaat, Keutamaan, Hukum dan Waktu) Well readers fillah, di dalam islam jika kita ingin menutup shalat Sunnah, yakni dengan shalat witir, akan tetapi di Indonesia khususnya orang awam, mereka mengerjakannya hanya pada bulan Ramadhan saja, karena setelah shalat terawih ada penganjuran shalat witir yang harus dikerjakan, namun lebih dalamnya, mereka semua hanya beberapa yang diketahui perihal shalat witir ini.

Tata Cara Sholat Witir (Niat, Bacaan, Rakaat, Keutamaan, Hukum dan Waktu)

Hukum Sholat Witir
Shalat witir merupakan Sunnah ma’akad. Menurut pendapat Imam Ahmad, bagi siapa yang meninggalkan shalat witir, maka ia termasuk orang yang lalai dan kesaksiannya tidak dapat diterima. Dalam hal ini Imam Ahmad bermaksud untuk mengungkapkan penekanannya, akan tetapi tidak menjadi kewajiban.

Secara jelas telah disebutkan di dalam riwayat Imam Hanbali, dimana beliau megucapkan: “Shalat witir itu bukanlah ibadah yang diwajibkan. Artinya, jika mengehendaki, seseorang boleh mengerjakan dan jika tidak maka diperbolehkan untuk meninggalkannya.” Yang demikian itu karena Nabi senantiasa mengerjakannya, baik ketika bepergian maupun tidak.

Diriwayatkan dari Abu Ayyub, Bahwa Nabi SAW Bersabda:
الوِتْرُ حَقٌّ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوْتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوْتِرَ بِثَلاَثٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ اَحَبَّ يُوْتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ (رواه أبو داود)
Artinya: “Witir itu adalah ibadah yang dianjurkan. Barangsiapa suka mengerjakannya sebanyak lima raka’at, maka hendaklah ia mengerjakannya. Bagi siapa yang suka mengerjakan tiga raka’at, maka hendaklah ia mengerjakannya dan barangsiapa suka mengerjakan satu raka’at, maka hendaklah ia mengerjakannya” (HR.Abu Dawud)

Waktu Sholat Witir
Menurut ijma’ ulama, waktu shalat witir adalah sesudah shalat isya’ dan sebelum terbitnya matahari. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah:
إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلَاةً وَهِيَ الوِتْرُ فَصَلُّوهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلَاةَ اْلعِشَاءِ اِلَى صَلَاةِ اْلفَجْرِ (رواه أحمد)
Artinya: “Sesungguhnya Allah menambahkan shalat bagian kalian, yaitu shalat witir. Karenanya, kerjakanlah ia sesudah melaksanakan shalat Isya sampai menjelang masuknya waktu shalat shubuh.” (HR. Ahmad)

Apabila ada seorang muslim melaksanakan shalat witir sebelum shalat isya’. Maka shalatnya tidak sah, karena dikerjakan sebelum waktunya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
وَجْعَلُوْا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِا للَّيْلِ وِتْرًا (متفق عليه)
Artinya: “Akhirilah shalat kalian pada malam hari dengan witir.”(Muttafaqun Alaih)

Waktu Sholat Witir yang Lebih Afdhal
Waktu yang lebih afdhal untuk mengerjakan shalat witir adalah akhir malam. Hal itu berdasarkan ucapan Aisyah RA: “Setiap malam Rasulullah SAW mengerjakan shalat witir dan berakhir sampai akhir malam (sebelum terbit fajar).” (Muttafaqun Alaih)

Disunnahkan bagi seorang muslim untuk mengakhirkan shalat witirnya, karena shalat akhir malam itu disaksikan oleh malaikat. Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan shalat tahajud, maka hendaklah dia mengakhirinya dengan shalat witir, karena Nabi telah melakukan hal tersebut.

Jumlah Rakaat Shalat Witir (Sholat Witir 3 Rakaat dan Sholat 1 Rakaat)
Dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Shalat witir itu berjumlah 13 raka’at, 11 raka’at, 9 raka’at, 7 raka’at, 3 atau 1 raka’at.” (HR. At-Tirmidzi)

Sedangkan Ishaq bin Ibrahim berpendapat: “13 raka’at yang dikerjakan oleh Rasulullah seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist, adalah shalat malam yang sudah termasuk didalamnya Shalat Witir.”

Bacaan dalam Shalat Witir
Disunnahkan pada raka’at pertama untuk membaca Al-fatihah dan surat al-‘ala, pada raka’at kedua membaca surat Al-fatihah dan Al-kafirun serta pada raka’at yang ketiga membaca Al-fatihah dan surat al-ikhlas.

Imam As-Syafi’ai menambahkan: “pada raka’at yang ketiga membaca surat Al-ikhlas dengan dua kali ta’awudz.” Dan sebagaimana di shalat-shala yang lain, muslim boleh membaca beberapa ayat yang sudah ada di dalam Al-qur’an.

Niat Sholat Witir 1 Rakaat
اُصَلِّي سُنَّةَ اْلوِتْرِ رَكْعَةً للهِ تَعَالَى
Latin: "Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi Ta’ala"
Artinya: “Saya niat shalat witir satu raka’at karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Witir 3 Rakaat Dua salam
اُصَلِّي سُنَّةَ اْلوِتْرِ رَكْعَتين للهِ تَعَالَى
Latin: "Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi Ta’ala"
Artinya: “Saya niat shalat witir dua raka’at karena Allah Ta’ala”
*Dan dilanjutkan Shalat witir satu raka’at maka persisi membaca niat seperti niat Sholat Witir 1 Rakaat.

Tata Cara Sholat Witir
1. Membaca niat
2. Takbiratul Ihram
3. Membaca Al-fatihah
4. Membaca suratan pendek
5. Ruku’
6. I’tidal
7. Sujud
8. Duduk diantara dua sujud
9. Tahiyyat Akhir
10. Salam

Ketahuilah readers fillah, bacaannya sangat sama persis dengan bacaan sholat fardhu, hanya berbeda dari bacaan niat saja.

Keutamaan Sholat Witir
Readers fillah Allah SWT sangat mencintai shalat witir dan ini merupakan amalan ahli Al-qur’an. Dan sesungguhnya Allah sangat mencintai sesuatu yang ganjil. Dan witir raka’atnya adalah ganjil.
“Wahai ahli qur’an, lakukanlah shalat witir. Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla itu witir, mencintai yang witir.” (HR. An-Nasa’I dan Ibnu Majah; shahih)

Diriwayatkan dikerjakan setiap hari, dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu beiau berkata, “Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku 3 perkara: puasa 3 hari setiap bulan, shalat dhuha 2 raka’at dan shalat witir sebelum tidur.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar