Skip to main content

Tata Cara Sholat Tarawih (Niat, Bacaan, Hukum, Waktu dan Doa)

Tata Cara Sholat Tarawih (Niat, Bacaan, Hukum, Waktu dan Doa)

Tata Cara Sholat Tarawih (Niat, Bacaan dan Doa) Well readers fillah, didalam kalender hijriyah terdapat bulan ramadhan, dimana bulan ini adalah bulan yang paling istimewa, karena didalamya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, dalam hal ini selain puasa Ramadhan, juga terdapat shalat tarawih yang dilaksanakan selama 1 bulan, berikut ini pembahasan mengenai shalat tarawih

Tata Cara Sholat Tarawih (Niat, Bacaan, Hukum, Waktu dan Doa)

Hendaklah seorang muslim mengetahui,bahwa shalat tarawih itu berjumlah sebelas rakaat,dan hukum mengerjaknnya adalah Sunnah, baik bagi laki-laki maupun wanita. Waktu pelaksanaan shalat Sunnah ini adalah sesudah shalat isya hingga berakhirnya shalat witir atau higga akhir malam. 

Dari Abu Hurairah Alaihi Salam Ia Menceritakan:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَ فِيْهِ بِعَزِيْمَةٍ فَيَقُوْلُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه مسلم) 
Artinya: “Rasulullah senang mengerjakan shalat tarawih pada (malam dan bulan) Ramadhan tanpa memerintahkannya dwngan paksa. Untuk itu beliau berkata: barang siapa mengerjakan shalat Sunnah di malam hari pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala dari allah, niscaya akan diberikan ampunan atas segala dosa dosanya yang telah lalu" (HR. Jamaah)

Jumlah Shalat Tarawih
Jumlah rakaat pada shalat tarawih ini adalah sebanyak sebelas rakaat. Hal ini di dasarkan pada hadis yang di riwayatkan dari Aisyah: 
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم مَا كَانَ يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَ مَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً (رواه الجماعة)
Artinya: “Nabi Shallahu alaihi wassalam tidak mengerjakan lebih dari sebelas rakaat, baik pada bulan Ramadhan maupun bulan lainnysa” (HR. Jamaah)

Dan Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Jabir 
أَنَّهُ صَلَّى الله عَلَيْه وَ سَلَّمْ صَلَّى بِهِمْ ثَمَانِي ركَعَاتٍ وَالْوِتْرَ ثُمَّ انْتَظَرُوْاهُ فِى الْقَابِلَةِ فَلَمْ يَخْرُجُ إِلَيْهِمْ
Artinya: “Bahwa rasulullah shalallahu alaihi salam pernah mengerjakan shalat bersama para sahabatnya sebanyak delapan rakaat disertai dengan tiga rakaat witir. Selanjutnya para sahabat menunggunya, akan tetapi, beliau tidak beliau tidak keluar menemui mereka" (HR. Ibnu Khuzaimah)

Pada masa Umar bin Khatab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib para sahabat mengerjakan shalat tarawih sebanyak dua puluh rakaat. Demikian menurut pendapat para ahli fiqih, baik penganut madhab Hanafi, Hambali maupun Dawud Adh-Dhahari. Adapun sebagian ulama berpendapat, bahwa yang di sunnahkan dalam shalat tarawih ini adalah sebelas rakaat, termasuk di dalamnya tiga rakaat shalat witir. Hal ini telah ditetapkan di dalam kitab shahih Bukhari dan shahih Muslim.

Diperbolehkan bagi seorang muslim mengerjakan shalat tarawih ini dengan berjamaah, sebagaimana diperbilehkan mengerjakan sendirian. Akan tetapi menurut jumhur ulama, apabila dikerjakan secara berjamaah, maka hal itu lebih afdhal. Telah di kisahkan, bahwa rasulullah pernah mengerjakan shalat tarawih berjamaah bersama kaum muslimin. Akan tetapi, beliau tidak melanjutkan karena takut akan dianggap sebagai amalan yang di wajibkan bagi mereka. Selanjutnya, sepeninggal rasulullah, Umar bin Khatab mengambil inisiatif untuk mengumpulkan mereka kembali dan mengimami shalat terawih mereka.

Bacaan Sholat Tarawih
Tidak ada bacaan tersendiri(khusus) yang di sunnahkan dalam shalat tarawih ini. Imam Ahmad berkata “Pada saat Sunnah di bulan Ramadhan, hendaknya dibacakan bacaan yang meringankan bagi para jamaah dan tidak memberatkan mereka, apalagi jika hal itu dikerjakan setelah larut malam.”

Sedangkan Al-Qadi mengatakan “Tidak di sunnahkan mengurangi bacaan bagi orang yang menghatamkan Al-Quran pada bulan Ramadhan, agar orang-orang mendengarkan seluruh kandungan dari Al-Quran. Akan tetapi, tidak boleh boleh menambah  pada bacaan penutup dari Al-Quran tersebut, karena dikhawatirkan akan memberatkan orang orang yang berada di belakangnya. Seba, menghormati keadaan jamaah adalah lebih baik. Sedang apabila jamaah telah bersepakat dan setuju memperpanjang bacaan, maka yang demikian itu adalah lebih afdhal.”

Sholat Dua Rakaat Setelah Wudhu
Disunnahkan seorang muslim untuk mengerjakan shalat dua rakaat setelah wudhu. Hal ini di dasarkan pada sabda Rasulullah:
مَا يَتَوَضَّأُ رَجُلٌ مُسْلِمْ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ إِمَّا غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَ بَيْنَ الصَّلَاةٍ الَّتِي تَلِيْهَا
Artinya: “Tidaklah seorang muslim itu berwudhu, lalu memperbaiki wudhunya, melaikan Allah akan memberikan apapun kepadanya antara waktu wudhu tersebut sampai shalat berikutnya.(HR. muslim)

Niat Sholat Tarawih
أُصَلِّي سُنَةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا/ إِمَامًا) لله تَعَالَى
Latin: "Usholli sunnatat tarawih rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman/imaaman lillahi ta’ala"
Artinya: “Saya niat shalat tarawih dua raka’at dengan menghadap kiblat menjadi ma’mum/imam karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Sholat Tarawih
Tata cara shalat tarawih sama seperti tata cara shalat fardhu, yang membedakannya hanya niatnya saja. Berikut tata cara shalat tarawih:
1. Niat
2. Membaca doa iftitah
3. Membaca surat al-fatihah
4. Membaca surat al-qur’an
5. Ruku’
6. I’tidal
7. Sujud
8. Iftirasy (duduk diantara dua sujud)
9. Sujud kedua
Kemudian berdiri untuk mengerjakan raka’at yang kedua.
10. Membaca surat al-fatihah
11. Membaca surat al-qur’an
12. Ruku’
13. I’tidal
14. Sujud
15. Iftirasy (duduk diantara dua sujud)
16. Sujud kedua
17. Tasyahud akhir
18. Salam
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar