Skip to main content

Tata Cara Sholat Istisqa Lengkap Dengan Niat dan Doa

Tata Cara Sholat Istisqa Lengkap Dengan Niat dan Doa

Tata Cara Sholat Istisqa Lengkap Dengan Niat dan Doa Well readers fillah, pembahasan kali ini mengenai ibadah yang jarang dilakukan, dan pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW dulu, kenapa begitu? Alhamdulillah di zaman ini masih jarang atau sedikit orang yang mengalami kekeringan, dan bahkan cuaca hujan sangatlah sering di negara kita, karena juga kebetulan negara kita beriklim tropis dimana hanya ada dua musim saja, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kemaraupun tak begitu parah hanya sedang-sedang saja.

Namun pada zaman Rasulullah SAW dan para sahabatNya pernah mengalami masa ini, yaitu masa kekeringan, hingga sumber mata air tidak ada, dan kemarau berkepanjangan, sangat memprihatinkan sekali, akan tetapi Allah SWT memerintahkan hambanya untuk memohon pertolongan kepadaNya. Salah satu caranya adalah sholat istisqa. Masih penasaran bukan, apa sih shalat istisqa? yuk simak bacaan berikut ini!

Apa Yang Dimaksud Shalat Istisqa ?

Shalat istisqa ialah saat kering karena hujan dan kurang mata air, maka Sunnah berdoa mohon hujan kepada Allah. Itulah yang dinamakan istisqa. Artinya mohon siraman.

Cara Mohon Atau Minta Hujan Itu Ada Tiga Macam
a. Berdoa saja, disembarang tempat dan waktu dengan nyaring atau dengan suara lemah.
b. Menambah doa mohon hujan pada khutbah jum’at.
c. Dengan shalat dua raka’at beserta dua khutbah. Cara yang ketiga inilah yang dinamakan shalat istisqa.

Bagaimana Cara Melaksanakan Shalat Sunnah Istisqa ?

Tiga hari sebelum shalat istisqa’, sebaiknya pemerintah (pemimpin) daerah memerintahkan atau menganjurkan orang-orang berpuasa tiga hari lamanya. Juga agar dianjurkan supaya berbuat baik, bersedekah, dan bermaaf-maafan.

Kemudian pada hari keempatnya, keluarlah sekalian penduduk beserta anak-anak kecil dan orang tua, bahkan dengan binatang ternaknya, bersama-sama ke lapangan untuk melaksanakan shalat itu.
Ketika itu hendaknya berpakaian yang sederhana saja dengan tiada berhias. Selama itu hendaknya memperbanyak istigfar, artinya memohon ampun kepada Allah atas sekalian dosa, karena mungkin kekurangan air sebagai peringatan dari Allah atas banyaknya dosa kita sekalian.
Istigfar itu lengkapnya sebagai berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ الَّذِى لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَ أَتُوْبُ اِلَيْهِ

“Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang hidup lagi tegak pribadi, dan saya bertaubat kepada-Nya.”

Kapan Waktu Shalat Istisqa ?

Waktu shalat istisqa’ itu ialah pada pagi hari, sesudah matahari tinggi. Sebaiknya yang menjadi imam ialah Kepala Pemerintah Daerah, atau pemimpin yang terkemuka. Shalat dua raka’at itu sama dengan shalat hari raya, hanya saja niatnya yang lain.

Tata Cara Shalat Istisqa dan Niat Sholat Istisqa

1. Niat Shalat Istisqa’

أُصَلِّي سُنَّةَ اْلإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ (اِمَامًا/مَأْمُوْمًا) لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: "Usholli sunnatal istisqo’I rok’ataini (imaaman/ma’mumaan) lillah hi Ta’ala"
Artinya: “Saya niat shalat Sunnah istisqa’ dua raka’at (sebagai imam/ma’mum) karena Allah Ta’ala”

2. Dengan takbir 7 (tujuh) kali pada raka’at yang pertama dan 5 (lima) kali pada raka’at yang kedua.
3. Dengan surat al-A’la pada raka’at pertama, Al-Ghassiyah pada raka’at yang kedua.
4. Tidak dengan adzan dan iqamah.

Khutbah Shalat Istisqa

Sesudah selesai shalat sampai pada salam, maka Sunnah pula imam dan khatib berkhutbah sebagaimana khutbah hari raya, hanya saja bukan takbir pada permulaan khutbah itu, tetapi diganti dengan istigfar.
Jadi pada permulaan khutbah pertama istigfar 7 kali, dan pada khutbah yang kedua 7 kali.
Cara Berkhutbah Istisqa’ ini agak berbeda sedikit, yakni:

1. Sunnah khatib memakai rida’ (selendang).
2. Khutbah berisi anjuran istigfar, dan merendahkan diri kepada Allah, serta meyakinkan bahwa Tuhan akan mengabulkan permohonan kita, jika dengan sungguh-sungguh.
3. Doa-doanya yang terpenting ialah doa mohon hujansebagaimana yang tertera di bawah.
4. Pada ketika berdoa, mengangkat tangan lebih tinggi, sehingga terbuka lengan dan badannya.
5. Dalam pertengahan khutbah yang kedua, ditengah-tengah berdoa hendaknya khatib berpaling ke kiblat. Jadi membelakangi makmum dan bersama-sama semuanya berdoa terus.
6. Pada ketika berpaling itu khatib merubah letak selendangnya atau rida’nya, yang di kanan ke kiri yang diatas ke bawah. Demikianlah hingga selesai khutbahnya.

Doa Shalat Istisqa

Doa istisqa’ yang Sunnah dibaca sebelum dan sesudah shalat istisqa’, dengan nyaring atau tidak dengan nyaring, dan dibaca didalam atau diluar Khutbah Istiqa’ itu, di antaranya sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ أَسْقناَ اْلغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْناَ مِنَ اْلقاَنِطِيْنَ

“Ya Allah siramlah kami dengan hujan, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk golongan orang-orang yang putus asa.”

اللَّهُمَّ أَسْقِناَ غَيْثًا مُّقِيْثًا هَنِيْئًأ مَّرِيْئًا مَرِيعًا سَحًّا عَامًا غَدَقًا طَبَقًا مُجَلَّلاً

“Ya Allah! Siramlah kami dengan hujan yang menyelamatkan kami dari kemelaratan, yang mudah, yang turun dari atas, yang banyak, merata, meliputi dan bermanfaat ke seluruh negeri.”

Apabila hujan telah turun maka haruslah kita bersyukur. Di antara cara bersyukur itu ialah berwudhu dengan air itu. Jika terjadi hujan terlalu lebat, sehingga terasa mengkhawatirkan adanya bahaya, maka sunatlah kita berdo’a sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا. اَللَّهُمَّ عَلَى اْلآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُوْنِ اْلاَوْدِيَةِ وَمَنَائِبِ الشَّجَرِ

"Ya Allah! Jatuhkanlah ke sekitar kami, dan tidak berbahaya atas kami. Ya Allah! Jatuhkanlah kiranya hujan-hujan itu atas gunung-gunung dan bukit-bukit, serta di atas jurang-jurang dan diatas tempat-tempat tanaman"
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar