Skip to main content

Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Idul Adha Beserta Niat

Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Idul Adha Beserta Niat

Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Idul Adha Beserta Niat Well readers fillah, didalam kalender hijriyah atau kalender islam terdapat dua hari raya islam, yang pertama adalah hari raya idul fitri dan biasanya disebut hari raya kecil, dimana hari tersebut terselenggara setelah bulan Ramadhan tamam(sempurna), sedangkan hari raya idul adha atau disebut hari raya besar dimana terselenggara setelah bulan Dzulqo’dah. Yuk simak tulisan berikut ini!

Apa itu Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha ?

Hari raya fitri atau fitrah dimana kaum muslimin dan muslimat sudah melakukan puasa selama 30 hari, sehingga momen hari raya idul fitri ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena sudah mampu melewati puasa di Bulan Ramadhan. Hari raya idul fitri biasanya pada 1 syawal dan Hari raya Adha atau hari raya qurban atau disebut juga hari raya haji, yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah (besar)

Mengerjakan shalat hari raya beserta khutbahnya, itu hukumnya Sunnah mu’akad, waktu mengerjakan shalat hari raya itu mulai matahari terbit sampai tengah hari. Untuk shalat hari raya fitrah Sunnah agak dilambatkan, lebih kurang jam 08.00. untuk shalat hari raya adha Sunnah agak pagi, lebih kurangnya jam 07.00. tempat di masjid atau lapangan.

Sebelum Mengerjakan Shalat Eid Kita Disunnahkan:

1. Mandi pada pagi harinya.
2. Berpakaian sebaik-baiknya yang ada, dan berhias.
3. Makan sedikit sebelum shalat hari raya fitrah, dan tidak makan sebelum shalat hari raya Haji.
4. Pergi ke tempat shalat dengan berjalan, dan pulangnya mengambil dalan lain.
5. Memperbanyak membaca takbir serta dzikir, mulia pada malam harinya.

Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Idul Adha

1. Tidak dengan adzan hanya bilal menyerukan takbir serta “asshalatu’l jama’ah” dan seterusnya.
2. Dikerjakan dengan berjama’ah, dan imam mengeraskan bacaan al-fatihah dan surat atau ayatnya.
3. Setelah takbiratul ihram serta niat, kemudian doa iftitah seperti shalat biasa

Niat Sholat Idul Fitri
اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

“Saya niat shalat Sunnah idul fitri dua raka’at sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Idul Adha

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Saya niat shalat Sunnah idul adha dua raka’at sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

4. Takbir lagi tujuh kali, antara takbisr satu dengan lainnya. Sunnahnya membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَاْلحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا اِلَهَ اِلَّا الله وَ الله أَكْبَرُ
“Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah dan Maha besar Allah.”
5. Lalu membaca Al-fatihah dan surat yang ada dalam Al-qur’an, sunnahnya pada raka’at perta membaca surat al-a’la.
6. Kemudian selesai raka’at pertama sebagaimana shalat biasa.
7. Berdiri lagi, dengan mengerjakan raka’at kedua dengan takbir kemudian ditambah lagi takbir lima kali, dengan setiap takbirnya membaca bacaan yang sama, yang dilakukan pada raka’at pertama.
8. Lalu membaca Al-fatihah serta surat dala Al-qur’an, Sunnah pula membaca surat Al-Ghasyiyah pada raka’at kedua.
9. Seterusnya seperti raka’at kedua dalam shalat biasa.
10. Sesudah selesai shalat maka dibacakan dua khutbah.

Syarat Rukun dan Isi Khutbah

Syarat dan rukun khutbah hari raya sama dengan khutbah jum’at hanya ada sedikit perbedaan sebagai berikut:
Setelah bilal menyerukan bilallnnya, sebagai tanda khutbah akan dimulai, maka khatib berdiri dan mengucapkan salam dan terus saja berkhutbah. Jadi tidak dengan duduk terlebih dahulu dan tidak pula ada adzannya (tidak seperti shalat jum’at).

Takbir

Dalam kedua hari raya itu, tiap-tiap orang Sunnah membaca takbir sebanyak-banyaknya, di pasar, di masjid, di rumah, dan sebagainya. Pada hari raya fitrah, Sunnah membaca takbir mulai terbenam matahari penghabisan bulan puasa (malam hari raya) sampai imam masuk shalat hari raya.

Dalam hari raya adha Sunnah membaca takbir pada tiap-tiap sesudah shalat fardhu mulai shubuh, hari 9 dzulhijjah (penghabisan hari tasyrik). Adapun bacaan takbir itu sebagai berikut:

اَلله أَكْبَرُ, اَلله أَكْبَرُ, لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَالله أَكْبَرُ, اَلله أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ

“Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah maha besar dan baginya segala puji.”

Boleh juga takbir sebagai berikut:

اَلله أَكْبَرُ, اَلله أَكْبَرُ, اَلله أَكْبَرُ. اَلله أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلًا. لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ, وَأَعَزَّ جُنْدَهُ, وَحَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَالله أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ.

“Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar (Maha Agung). Dan kami mengagung-agungkan Allah dengan sebenar-benar keagungan. Segala puji bagi Allah, dan kami memuji Allah sebanyak-banyaknya. Kami maha sucikan Allah setiap pagi dan petang. Tiada Tuhan melainkan Allah sendiri. Allah telah membenarkan janji-Nya, dan telah menghancurkan persekutuan musuh dengan sendiri-Nya. Tiada Tuhan melainkan Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan bagi-Nya segala puji.”

Dalam hari raya itu semua orang yang dapat keluar, laki-laki, perempuan, tua muda semuanya Sunnah keluar. Meskipun perempuan yang sedang tidak boleh mengerjakan shalat. Perempuan yang tidak boleh mengerjakan shalat itu cukup mendengarkannya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar