Skip to main content

Menakar Peringatan Hari Guru Nasional 2021

Menakar Peringatan  Hari Guru Nasional 2021

Oleh: Titarini - Ternyata waktu begitu cepat berlalu. Terasa baru kemarin memeringati hari guru, kini pada tanggal dan bulan yang sama kembali memeringati hari guru. Twibbon peringatan hari guru kembali marak menghiasi beranda berbagai media sosial. Guru yang digadang-gadang bagai mahluk setengah dewa, pada hari ini menerima reward yang begitu luar biasa. Tak hanya sanjungan atau pujian yang diterima. Bahkan beberapa instansi memberikan penghargaan kepada beberapa guru yang layak menyandang predikat guru prestasi melalui berbagai seleksi. Gebyar peringatan hari guru yang begitu meriah diselenggarakan oleh beberapa lembaga pendidikan atau lembaga profesi guru dengan dalih hanya diadakan setahun sekali.

Semua sanjungan, pujian maupun penghargaan yang dialamatkan ke guru itu sah-sah saja. Namun mari sejenak kita memikirkan kembali sudah pantaskah kita mendapatkan semua itu. Benarkah kita sudah memberikan sesuatu yang luar biasa kepada para anak didik kita. Sudahkah kita mendidik mereka dengan hati. Sudahkah kita menjadi guru yang menginspirasi. Sudahkah kita menjadi guru yang diidolakan anak didik kita. Apakah waktu kita sebagian besar sudah kita dedikasikan buat mereka. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mungkin kita sendiri juga belum yakin untuk menjawabnya. Atau jangan-jangan semua pujian, sanjungan, juga penghargaan, sebenarnya hanya untuk segelintir orang yang benar-benar layak disebut guru namun karena profesi kita juga sebagai guru sehingga jadi ikut ke ge-er ran.

Mungkin kita masih harus banyak belajar dari para guru pendahulu kita yang telah mengajarkan banyak hal tentang arti sebuah pengabdian dan tanggung jawab. Bukankah inti dari profesi guru adalah sebuah pengabdian, yang membedakan dengan profesi lain. Semoga upaya yang telah dilakukan pihak ketiga untuk meningkatkan taraf kesejahteraan guru tidak lantas begitu saja menutup mata dan hati kita sebagai pendidik yang mengabdikan diri untuk bangsa dan negara agar terlepas dari jerat kebodohan. Semoga kehadiran guru ditengah-tengah masyarakat memang benar-benar menjadi embun penyejuk dalam kehausan. Bagai pelita yang menjadi penerang dalam kegelapan.

Zaman boleh berubah. Tuntutan silahkan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi seiring perkembangan dan perubahan yang berlangsung. Kita tidak bisa menutup mata dengan perkembangan yang terjadi. Namun sebagai pendidik, tentunya kita juga masih memiliki hati nurani yang tak pernah tergantikan oleh alat secanggih apapun. Hanya dengan nurani yang tulus kita bisa membedakan yang haq dan yang batil. Yang salah dan yang benar. Menjadi seorang guru memang dituntut untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, namun tetap mengutamakan cara-cara humanis dalam mendidik, karena manusia bukan robot. Anak didik kita juga memiliki hati nurani untuk mempertimbangkan segala hal sebelum bertindak.

Mari kita Bergerak dengan Hati untuk Pulihkan Pendidikan. Selamat Hari Guru Nasional. Tetaplah menjadi guru yang layak untuk digugu dan ditiru. Di depan kita memberi contoh yang baik, di tengah kita memberi semangat dan di belakang kita bisa memberi dorongan. Semoga Guru Indonesia Tetap Jaya. Simpanlah kebaikanmu dengan melupakannya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar