Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tata Cara Tayamum Beserta Rukun dan Sunnah

Tata Cara Mandi Junub Hadas Besar Yang Benar Beserta Rukun dan Sunnah Well…..Readers fillah………..Kali ini kita akan membahas bab tayamum, karena Allah telah menetapkan ketentuan-ketentuan dari keringanan menjalankan ibadah, jika tidak ada air maka seorang muslim harus bersuci dengan cara bertayamum, tak hanya itu jika ada suatu penyakit yang tidak memperbolehkan untuk menyentuh air, maka Allah telah mengharuskan ia untuk bertayamum.

Tata Cara Tayamum Beserta Rukun dan Sunnah

Tata Cara Tayamum Beserta Rukun dan Sunnah

Definisi tayamum secara bahasa adalah menuju ke debu, sedangkan pengertian menurut syari’at, tayamum adalah mengusapkan debu ke wajah dan kedua tangan dengan niat untuk mendirikan shalat dan yang lainnya. Dan adapun ijma’ ulama membolehkan tayamum sebagai pengganti wudhu atau mandi pada kondisi tertentu.

Sebab-sebab yang Membolehkan Tayamum

1. Tidak ada air
2. Sebab sakit yang tidak membolehkan terkena air

Syarat Tayamum

1. Adanya udzur(halangan), yang membolehkan tayamum
2. Telah datang(masuk) waktu shalat
3. Mencari air telebih dahulu, bagi sebabnya yang ketiadaan air
4. Dengan debu yang suci

Tata Cara dan Rukun Tayamum

1. Niat

نَوَيْتُ التَّيَمُّمِ لِاِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

“Sengaja aku bertayamum untuk melakukan shalat, fardhu karena Allah Ta’ala”

2. Mengusap muka dengan debu tanah, dari tangan yang baru dipukulkan atau dilekatkan ke debu

3. Mengusap kedua tangan sampai siku, dengan debu tanah dari tangan yang baru dipukulkan atau dilekatkan ke debu, jadi dua kali memukul

4. Tertib. Yakni berurutan menurut aturan tersebut.

Sunnah Tayamum

1. Membaca basmalah
2. Mendahulukan anggota yang kanan
3. Menipiskan debu di telapak tangan
4. Berturut-turut. Yakni diselingi oleh antara yang lama

Yang Membatalkan Tayamum

1. Semua yang membatalkan wudhu, Kalian bisa membaca ini Hal-hal Yang Membatalkan Wudhu
2. Melihat air bagi yang sebabnya ketiadaaan air
3. Karena murtad atau kafir

Sesudah tayamum boleh atau sah mengerjakan shalat fardhu sekali saja, dan seterusnya boleh mengerjakan sholat sunnah seberapa. Namun apabila hendak shalat fardhu lagi, wajiblah bertayamum lagi.

Yang dimaksud dengan debu ialah: debu tanah yang ada di tanah, ataupun dipasir. Dan boleh juga tanah kering yang ditumbuh sehingga menjadi debu.