Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tata Cara Mengusap Stiwel (Khuffain) Ketika Wudhu

Tata Cara Mengusap Stiwel (Khuffain) Ketika Wudhu Hai….readers fillah, ahlan wa sahlan di blog kami. pembahasan kali ini adalah bab akhir dalam materi Thaharah, Masyaa Allah, Alhamdulillah, semoga tulisan ini dapat membantu pemahaman kalian ya, semangat terus dalam membaca supaya menambah ilmu dan menambah pengetahuan. Yuk kita bahas mengenai penggunaan stiwel atau sepatu panjang ini.

Tata Cara Mengusap Stiwel (Khuffain) Ketika Wudhu

Tata Cara Mengusap Stiwel (Khuffain) Ketika Wudhu

Orang yang memakai stiwel, atau sepatu panjang, atau bengkap, apabila berwudhu diperbolehkan (sebagai kemurahan) untuk tidak usah membukanya, cukup hanya diusap atau dihapus dengan tangan yang dibasahi.

Syarat-syarat Untuk Diperbolehkan Tidak Membuka Stiwel atau Sepatu Panjang itu Sebagai Berikut

1. Sepatu itu harus suci
2. Sepatu harus menutupi kaki sampai mata kaki (anggota yang biasa dibasuh ketika berwudhu)
3. Sepatu itu harus kuat, untuk berjalan dan tidak berlobang.
4. Dipakainya sesudah bersih dari hadas kecil dan besar. Yakni sesudah kaki dibasuh dengan sempurna

Tata Cara Mengerjaknnya

Caranya, lebih dahulu harus berwudhu seperti biasa, hanya saja ketika sudah mengusap kepala atau telinga, maka tangan dibasahi dengan air, kemudian diusapkan atau disapukan ke sepatu dengan di bagian atas, dengan tidak usah mengusap ke bagian bawah.

Lamanya waktu diperbolehkan untuk tidak membuka sepatu itu hanya sehari semalam bagi orang yang tidak bepergian jauh, dan tiga hari malam bagi orang yang bepergian jauh.

Dihitung sejak berhadas yang pertama (batal wudhunya sesudah memakai sepatu itu)

Yang Membatalkan ada Tiga Perkara

1. Terbuka atau tanggalnya sepatu
2. Habis waktu diperkenankannya
3. Karena hal-hal yang mewajibkan mandi