Skip to main content

Syarat Menjadi Seorang Imam Shalat

Syarat Menjadi Seorang Imam Shalat

Syarat Menjadi Seorang Imam Shalat Well, readers fillah, masih membahas perkara shalat berjama'ah, jika seseorang melakukan shalat berjama'ah, maka harus ada imam dan harus ada ma'mum, karena keduanya itu dinamakan shalat berjama'ah. berikut syarat-syarat menjadi seorang imam

Syarat Menjadi Seorang Imam Shalat

Syarat-syarat Untuk Menjadi Seorang Imam Shalat
1. Harus beragama Islam. Seorang imam haruslah ia yang berasal dari muslim, bukan yang non muslim, karena ini akan berpengaruh pada penerimaan shalatnya.
2. Harus berakal sehat/tidak gila. Yang menjadi imam, ia harus memiliki pikiran yang normal, seperti orang pada umumnya, yang tau mana yang haq dan yang batil.
3. Sudah Balligh. Sudah mencukukupi umurnya.
4. Suci dari Hadast kecil & besar. Imam diwajibkan orang yang suci dari hadast kecil atau besar.
5. Tentunya dia paham bacaan-bacaan dan rukun shalat. Apabila seseorang yang ingin menjadi imam, maka harus menguasai bacaan-bacaan dan rukun shalat.
6. Bukan yang sedang menjadi ma'mum. Salah jika ada seseorang yang berma'mum pada orang yang juga berma'mum. 
7. Bukan seorang Musafir. Seseorang itu tidak sedang melakukan perjalanan yang panjang
8. Lebih diafdhalkan keapada yang lebih tua. Biasanya seorang imam itu cenderung kepada mereka-mereka yang lebih tua, dikarenakan mereka lebih berpengalaman dan paham dengan tata caranya.

Yang Menjadi Imam Hendaknya Dipilih Yang Tertua, Lebih Berilmu, dan Lebih Baik Bacaannya. Lain Dari Pada itu:
1. Laki-laki, perempuan dan orang banci (wadam, waria) boleh ma’mum kepada laki-laki.
2. Perempuan boleh ma’mum kepada perempuan atau banci.
3. Hamba sahaya boleh ma’mum kepada orang yang merdeka, orang yang merdeka boleh ma’mum kepada hamba sahaya.
4. Orang dewasa boleh ma’mum kepada anak yang hamper dewasa.

Tidak Boleh Dima’mumi/Diikuti
1. Laki-laki tidak boleh ma’mum kepada perempuan, dan kepada orang banci.
2. Orang banci tidak boleh ma’mum kepada orang banci atau kepada perempuan.
3. Orang yang pandai membaca (baik bacannya) tidak boleh ma’mum kepada orang yang banyak salah dalam bacaannya.

Mengenai Wanita Yang Menjadi Imam, Apakah Boleh?
Jawabannya boleh, asalkan dia menjadi imam untuk ma'mum yang jama'ahnya adalah perempuan. Banyak dari kaum hawa masih mencari seorang laki-laki untuk dijadikan imam dalam Shalat berjamaah nah sekarang kalian sudah tau bahwa perempuan dapat menjadi imam asalkan makmumnya juga perempuan dan memang tidak ada seorang laki-laki disaat itu untuk dijadikan imam.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar