Skip to main content

Sunnah Dalam Shalat Berjamaah

Sunnah Dalam Shalat Berjamaah

Sunnah Dalam Shalat Berjamaah Tabarkallah readers fillah, tetap semangat ya dalam membaca tulisan di caraku.id ini, semoga apa yang kalian baca di blog ini, membawa manfaat dan memberikan pemahaman yang baik, kali ini penulis akan menjelaskan apa saja sunnah-sunnah dalam Shalat Berjama’ah. Yuk langsung saja dibaca dengan seksama.

Sunnah-sunnah Dalam Shalat Berjamaah

Adzan Sebelum Shalat
Sebelum dimulai shalat, sunnah salah seorang calon ma’mum menyerukan adzan sebagai panggilan kepada teman-temannya untuk melakukan Shalat Berjamaah. Jadi bagi teman-teman yang hendak melakukan Shalat Berjamaah hendaklah menyerukan adzan terlebih dahulu, selain itu dengan adzan sebelum Shalat kalian memberi waktu senggang untuk temen kalian agar bisa bersiap-siap untuk melakukan Shalat Berjamaah

Iqomah Ketika Shalat Hendak Dimulai
Apabila telah siap maka sunnah salah seorang menyerukan iqamah, sebagai tanda shalat akan dimulai. Antara adzan dan iqamah sunnah pula dengan berantara waktu, cukup untuk bersiap-siap (berwudhu dan sebagainya).

Membaca Amien Setelah Al-Fatihah
Apabila imam membaca al-fatihah dengan nyaring (dalam raka’at pertama dan kedua pada shalat yang dinyaringkan) dan sampai kepada penghabisan fatihah, maka sunnah bagi ma’mum membaca amien bersamaan dengan bacaan imamnya.

Membaca Surat Pendek
Sunnah bagi imam membaca surat yang pendek-pendek sesudah fatihah, karena mengingat kepentingan para ma’mum yang banyak. Banyak imam yang masih belum tahu hal ini, untuk tampil keren dia melafalkan surat-surat yang penjang tanpa melihat kondisi makmum, maka lihatlah kondisi makmum terlebih dahulu sebelum Shalat apakah ada dari mereka orang yang sudah sangat tua, orang yang sakit-sakittan, orang yang tidak mampu berdiri dengan lama dan lain sebagainya maka jika ada orang seperti itu maka sunnah membaca surat yang pendek-pendek saja.

Merapatkan Shaf
Merapatkan barisan (shaf) merupakan sunnah dalam Shalat berjamaah, sebisa mungkin makmum harus merapatkan barisan agar Shalat jamaah menjadi sempurna, maka tak heran ketika kita mendengar imam sebelum melakukan Shalat berjamaah tidak ada henti-hentinya untuk memperingati makmumnya untuk meluruskan dan merapatkan Shaf setiap Shalat berjamaah

Shaf Berdekatan Dengan Imam
Berdiri di shaf yang dekat pada imam (terkemuka) lebih utama dari pada shaf yang terbelakang. Jadi kalian rebutlah posisi barisan shaf depan agar mendapat nilai kesunnahannya kalau bisa berdiri di shaf pas di belakang imam itu luar biasa jika kalian bisa melakukannya, jangan malah molor ya hehe datanglah tepat waktu jangan suka menunda waktu
 
Imam Mengeraskan Bacaan "Allahu Akbar"
Imam sunnah mengeraskan bacaan “Allahu-akbar” dengan “sami’allahu liman hamidah” pada waktu pindah dari rukun ke rukun. Artinya agar makmum tau bahwa gerakan Shalat sudah berubah dan apabila makmum ada yang jaraknya jauh dari imam, masih bisa terus mengikuti Shalat berjamaah, maka dari itu seorang imam harus bisa mengeraskan bacaan "Allahu Akbar"

Makmum Melemahkan Suara Bacaan
Ma’mum melemahkan suaranya dalam semua bacaannya kecuali bacaan amiin atau sebagai muballigh. Jadi suara makmum tidak boleh sampai lebih keras dari pada imam dalam semua bacaan dalam Shalat kecuali ketika menjawab "Amin" setelah surat Fatihah.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar