Skip to main content

Sujud Sahwi (Pengertian, Tata Cara dan Bacaannya)

Sujud Sahwi (Pengertian, Tata Cara dan Bacaannya)

Sujud Sahwi (Pengertian, Tata Cara dan Bacaannya) Salamun 'alaik readers fillah, kekhusyu'an kita dalam melaksanakan shalat sangatlah penting, supaya kita tidak lupa dengan rukun shalat yang kita kerjakan, namun namanya juga manusia yang tak luput dengan salah dan lupa, terkadang masih banyak dari mereka teledor dengan gerakan-gerakan atau bacaan shalat yang lupa, akan tetapi Allah SWT maha baik, hingga ada tatacara sujud yang harus dikerjakan sebab dari lupanya suatu gerakan shalat. yuk bacalah dengan seksama, agar lebih paham perkara ini.

Sujud Sahwi (Pengertian, Tata Cara dan Bacaannya)

Apa itu Sujud Sahwi?
Sujud Sahwi adalah sujud yang dilakukan karena kita mengalami kelupaan di dalam shalat, baik terlupa mengerjakan sesuatu yang sunnah atau hal salah lainnya tanpa sengaja.

Dalam hal ini, diisyaratkan bagi siapa saja yang ragu terhadap jumlah raka'at dalam shalat, harus melakukan sujud sahwi, karena Rasulullah bersabda:
إذا نسي أحدكم فزاد أنقص فليسجد سجدتين
Latin: "Idza nasiya akhadakum fazaada anaqasha falyasjud sajdataini"
Artinya: "Apabila salah seorang dari kalian lupa, sehingga terjadi kelebihan atau kekurangan dalam bilangan shalat, maka hendaklah ia bersujud dua kali"

Bagaimana Tata Cara Melakukan Sujud Sahwi?
Cara mengerjakannya yaitu setelah Tahiyat Akhir sebelum kalian melakukan salam, kalian mengucapkan takbir dan bersujud sebagaimana dua sujud yang biasanya. Jadi secara keseluruhan sama seperti waktu kita duduk diantara dua sujud itu hanya berbeda bacaannya ketika kita bersujud sahwi, dan bacaan sujudnya sebagai berikut:
سبحان من لا ينام ولا يسهو
Latin: "Subhana Man La Yanaamu Wa Laa Yashuu"
Artinya: "Maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa"

Waktu Mengerjakannya Sesudah Tahiyat Akhir Adalah Sebagai Berikut:
1. Jika sekira ada salah satu rukun yang kelupaan belum dikerjakan, maka jika teringat sebelum mengerjakan rukun seperti itu pada raka'at berikutnya, wajiblah kembali pada rukun yang ketinggalan itu, pada raka'at berikutnya, wajiblah kembali pada rukun yang ketinggalan itu, dan terus menyempurnakan shalatnya, dan sebelum salam sunnah sujud sahwi.
2. Apabila teringat akan rukun yang kelupaan itu, setelah mengerjakan rukun yang serupa itu pada raka'at sesudahnya, maka raka'at yang sesudahnya itulah sebagai ganti yang ketinggalan, sedang segala pekerjaan dalam raka'at yang salah tadi harus dianggap seperti tidak ada, kemudian terus menyempurnakan shalat, dan sebelum salam sunnah sujud sahwi.
3. Jika sekiranya kelupaan/ketinggalan salah satu dari pada sunnah ab'adl, maka jika sekiranya ingat, tidak (tidak usah) kembali pada sunnah yang ketinggalan itu, tetapi sebelum salam sunnah sujud sahwi.
4. Apabila seorang lupa akan bilangan raka'atnya yang telah dikerjakan, umpamanya sudah tiga raka'at atau masih dua raka'at, sudah empat raka'at atau baru tiga raka'at, maka di dalam hal itu harus dihukumi bilangan yang yakin, yakni yang sedikit, dan terus shalat disempurnakan dan sebelum salam, sunnah sujud sahwi.
5. Jika sekiranya orang sudah salam, tetapi teringat atau ada orang yang mengingatkan bahwa shalatnya kurang, maka hendaknya ia kembali shalat menambah kekurangan itu, dan sebelum salam sunnah sujud sahwi.
6. Apabila seorang telah shalat, dan sebelum selesai teringat bahwa shalatmya lebih raka'atnya, maka sunnahlah sebelum salam sujud sahwi.
7. Apabila seorang imam mengerjakan sujud sahwi, maka ma'mum wajib mengikuti imamnya sujud sahwi, meskipun tidak tahu akan sebabnya, dan meskipun ma'mum masih belum akan menyudahi shalatnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar