Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu Rumah Produksi, Event Organizer dan Sponsorship

Apa itu Rumah Produksi dan Event Organizer Rumah Produksi dan Event Organizer yang dapat dipahami keduanya memiliki kesinambungan antara rumah produksi dan event organizer pertama, rumah produksi adalah istilah umum dalam industri kreatif yang merujuk kepada perusahaan yang menyokong produksi karya-karya audio, visual, audiovisual, dan acara televisi atau radio sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara.

Apa itu Rumah Produksi, Event Organizer dan Sponsorship

Apa itu Rumah Produksi, Event Organizer dan Sponsorship

Definisi Rumah Produksi dan Event Organizer

Definisi menurut Laksono, rumah produksi merupakan sebuah badan usaha yang mempunyai organisasi dan keahlian dalam memproduksi program-program audio dan audiovisual untuk disajikan kepada khalayak, baik secara langsung maupun melalui broadcasting house.

Lalu Event organizer ialah pengelola suatu kegiatan (Pengorganisir Acara). untuk mengorganisasi rangkaian acara, mulai dari sisi kreatif, persiapan, pelaksanaan hingga selesai, dalam rangka menyukseskan dan mewujudkan tujuan yang diharapkannya melalui rangkaian acara.

Dari sini dapat dipahami bahwa rumah produksi adalah sebuah badan usaha yang mempunyai organisasi dan keahlian dalam memproduksi program-program acara, didalam rumah produksi yang mengatur sebuah rangkain acara adalah event organizer untuk memproduksi sebuah program acara. Sehingga secara gamblang bisa disebut bahwa rumah produksi ialah salah satu wadah utnuk event organizer.

Tahapan Negosiasi Dalam Mencari Sponsorship

1. Research

Tahap ini harus jeli dalam melihat peluang. Tidak boleh lambat ataupun terburu-buru. menentukan perusahaan mana yang sesuai dengan kegiatan acara hari besar Islam. Kemudian ketahui dengan baik Corporate Social Responsibility dari perusahaan tersebut. Biasanya beberapa perusahaan memiliki komitmen perusahaan pada bidang kesehatan, lingkungan dll. Sehingga Sponsorship harus sesuai dengan kegiatan acara yakni disini ialah acara hari besar Islam. 

2. Preparation

Pada tahap persiapan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Point utama yaitu proposal. Membuat proposal semenarik mungkin, sesuaikan dengan tema acara yaitu yang bernuansa Islam. Ketahui bahwa perusahaan akan langsung membuang proposal yang tidak menarik pada first impression. Bisa jadi karena cover yang tidak menarik, proposal yang tebal, bertele-tele dll. Tidak perlu membuat proposal dengan banyak halaman. Karena biasanya seorang Pimpinan perusahaan adalah orang sibuk, suka dengan hal yang straight-to-the-point, dan tentunya tidak punya waktu untuk membaca proposal, cukup membuat proposal yang terdiri concept, benefit and investment. Konsep acara sedetail mungkin, keuntungan yang dapat diperoleh kedua belah pihak dan jumlah investasi yang butuhkan. 

3. Selling

Tahapan ini merupakan tahapan yang penting. Sebelum melakukan presentasi, hubungi terlebih dahulu orang yang bersangkutan. Jangan memberi kabar secara mendadak. Buat appointment dari jauh-jauh hari. Setelah itu, datanglah tepat waktu..

Berikan kartu nama  sebagai perkenalan. Bertukar kartu nama akan sangat berguna bagi kedua belah pihak di kemudian hari. Selling pada pencarian sponsorship bukan hanya masalah tentang apa yang kita sampaikan dan apa yang kita butuhkan, tapi tentang bagaimana cara menyampaikan maksud dan tujuan. 

4. Negotiation

Tahapan selanjutnya adalah negosisasi. Di tahap ini harus cermat dalam membaca. Membaca situasi dan peluang yang ada di depan mata. sepatutnya menawarkan win-win solution kepada perusahaan. Karena sejatinya perusahaan ingin untung dan juga ingin kegiatan kita terlaksana. Ketahui kebutuhan perusahaan saat ini dengan baik. Contoh, jika perusahaan saat ini membutuhkan sosialisasi perusahaan tentu tidak bisa menawarkan diri untuk selling produk mereka. Akan lebih cocok jika menyelipkan waktu singkat untuk perusahaan mempresentasikan perusahaannya saat kegiatan acara. Contoh lain adalah Anda harus mengetahui apa yang harus diberikan jika perusahaan tersebut sedang memerlukan nasabah. Tanya dan tawarkan sesuatu.

Posisikan diri sejajar dengan perusahaan. Janga lebih tinggi dan jangan pula lebih rendah. Karena kedatangan kita di sana juga menawarkan kerjasama yang akan saling menguntungkan. Selain itu, control. Kita harus peka dengan waktu, perkataan dan mimik muka dari lawan bicar. Di sini harus tau kapan harus menghentikan negosiasi dan kapan harus ambil alih. Agar perusahaan tidak merasa didominasi.

5. Dealing

Tahap ini merupakan tahap kesepakatan. Jawabannya hanya 2 deal or no deal. Hanya itu. Jika deal, segera atur pertemuan berikutnya untuk MoU (memorandum of understanding) dan follow up proposal. Ucapkan terima kasih tidak boleh terlewat. Jika jawabannya no deal, ketahui bahwa itu sifatnya tidak mutlak dan tidak perlu berkecil hati. Bentuk kerjasama lain akan jalin pada kegiatan berikutnya. Ada baiknya jika  selalu berasumsi positif. Ucapkan terima kasih dan jangan lupa tinggalkan kartu nama.

6. Delivering

Jika proposal disetuji, berikan yang terbaik yang dapat berikan kepada perusahaan sebagai bentuk apresiasi. Lakukan dengan cermat apa yang dijanjikan dan sepakati dalam MoU. Berikan pelayanan dan kontribusi yang maksimal untuk perusahaan.

Sponsorship bukan semata-mata dicari untuk memenuhi kebutuhan Anda, baik pribadi maupun kelompok. Penulis hanya menekankan bahwa sangat penting untuk berkomitmen yang terbaik dalam kerja sama ini. Karena bentuk kerja sama dengan sponsor adalah terkait permasalahan long life connection. Bukan hanya untuk hari ini saja, tapi untuk jangka panjang. Kepercayaan harus dibangun dari awal. Sponsorship juga berkaitan dengan menjalin hubungan, mutual beneficial dan kepercayaan. Jika Anda mampu memberikan yang terbaik bagi partner, maka jalinan kerja sama itu akan terus ada sampai kapanpun juga. Selamat mencoba dan meningkatkan kualitas Lobbying skill Anda dan selamat berkarya.

Kriteria Sponsorship

Kriteria sponsorship dalam acara hari besar Islam yaitu perusahaan-perusahaan yang bergerak dan memiliki nilai-nilai Islam, misalnya produk-produk yang dihasilkan barupa sarung, kopyah, baju islami dsb. Kalau dalam perbankan bisa berupa bank syariah. Sehingga sesuai dengan nuansa acara yang digelar. Dengan beberapa ketentuan sebagi berikut:

1. Sponsor Tunggal (Platinum)

Sponsor Tunggal adalah perusahaan atau instansi pribadi yang sanggup menanggung biayasponsorhip sebesar Rp. 19.000.000,-

Apabila sudah ada perusahaan atau instansi pribadi yang menjadi sponsor tunggal, maka secara otomatis ruang sponsor lain akan ditutup.Jika terdapat dua atau lebih perusahaan atau instansi pribadi yang berminat, maka yang dipilih adalah perusahaan atau instansi pribadi yang menyatakan kesanggupannya lebih dulu.

2. Sponsor Utama (Gold)

Sponsor Utama adalah perusahaan atau instansi pribadi yang sanggup menanggung biayasponsorhip sebesar Rp. 10.000.000,-

Jika terdapat dua atau lebih perusahaan atau instansi pribadi yang berminat, maka yang dipilih adalah perusahaan atau instansi pribadi yang menyatakan kesanggupannya lebih dulu.

3. Sponsor Pendamping (Silver)

Sponsor Pendamping adalah perusahaan atau instansi pribadi yang sanggup menanggung biaya sponsorship sebesar Rp. 5.000.000,-

4. Sponsor Pendukung (Bronze)

Sponsor Pendukung adalah perusahaan atau instansi pribadi yang sanggup menanggung biaya sponsorship sebesar Rp.1.000.000,-