Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Jurnal Komunikasi Dakwah Dalam Tinjauan Sosiologi Komunikasi

Review Jurnal Komunikasi Dakwah Dalam Tinjauan Sosiologi Komunikasi Hallo guys kali ini saya akan mereview jurnal komunikasi dakwah dalam tinjauan sosiologi komunikasi, ini dimaksudkan untuk memudahkan kalian dalam memahami isi dari pada jurnal tersebut, kuylah di simak!

Review Jurnal Komunikasi Dakwah Dalam Tinjauan Sosiologi Komunikasi

Review Jurnal Komunikasi Dakwah Dalam Tinjauan Sosiologi Komunikasi

Lima Point Pembahasan Utama

1. Konseptualisasi Dakwah

Dakwah secara etimologi dipahamkan dengan mengajak, yaitu berupa seruan atau panggilan. Dakwah apabila dipahami lebih dalam lagi sangatlah beragam, dalam jurnal tersebut mengutip pendapat Kamaruddin, dakwah adalah suatu ajakan, seruan, dan permohonan, yaitu dakwah berasal dari akar kata da’wah yang merupakan bentuk kata masdar dari “da’a-yad’u-da’watan” memiliki arti panggilan, seru-an, permohonan, aktivitas misionaris, dan propaganda. Dari sini penulis simpulkan bahwa intisari dari dakwah adalah amar ma’ruf nahi munkar yang orientasinya pada ajaran agama Islam.

2. Konseptualisasi

Komunikasi. Komunikasi sendiri secara bahasa menurut Wilbur Sechramm komunikasi itu berasal dari bahasa latin yaitu “Comunicatio”, yang diterjemahkan dengan pemberitahuan, pemberi bagian, pertukaran, pergaulan, persatuan atau kerjasama yang dilakukan dengan berunding bermusyawarah yang bertujuan untuk mencapai suatu kesepakatan. Dari proses tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah sebuah proses interaksi antara komunikator dan komunikan untuk memperoleh kesamaan makna

Sehingga yang menjadi pembeda dari kedua disiplin ilmu ini adalah terletak pada konsep dasar disiplin keilmuan dari keduanya itu sendiri.

3. Objek kajian dakwah

Objek kajian dakwah adalah mencakup objek secara materilnya yaitu terdiri dari Tuhan, manusia, lingkungan dan ajaran dari agama itu sendiri. objek kajiannya dakwah merupakan sebuah usaha yang dilakukan oleh manusia untuk menyampaikan ajaran agama yang telah diajarkan oleh Tuhannya untuk membentuk sebuah keadaan yang berpengaruh positif kepada lingkungan masyarakat di sekitarnya.

4. Objek Kajian Komunikasi

Objek kajian dari komunikasi adalah terkait dengan aspek kehidupan yang berkaitan dengan interaksi yang terjalin antara sesama manusia itu sendiri. ilmu komunikasi juga berkaitan dengan manusia atau sering disebut dengan istilah manusia adalah makluk sosial. Maka dari itu ilmu komunikasi sangat erat kaitannya dengan ilmu-ilmu lain terutama ilmu sosiologi.

5. Dakwah dan komunikasi dalam kajian sosiologi komunikasi

Dakwah dan komunikasi telah dijelaskan di atas, bahwa keduanya memiliki perbedaan yang mendasar meskipun dalam prosesnya memiliki persamaan, yaitu secara teknis sama-sama merupakan proses interaksi yang terjadi antara manusia dengan manusia.

Dalam jurnal tersebut menyebutkan bahwa Menurut objeknya tujuan dakwah secara khususnya terbagi menjadi beberapa tingkatan. Pertama, Pada tingkatan individu, tujuan dakwah meliputi; mengubah paradigma berfikir seseorang tentang arti kehidupan yaitu pentingnya hidup dan tujuan hidup yang sesungguhnya, merupakan proses internalisasi ajaran agama dalam kehidupan, dan merupakan proses mewujudkan aplikasi dari ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, Pada Tingkatan kelompok dan masyarakat, dakwah memiliki tujuan untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan dalam beragama, mewujudkan keharmonisan beragama, penguat struktur sosial kelembagaan, dan membangun kepedulian dan tanggung jawab sosial.

Sedangkan tujuan komunikasi yaitu komunikasi yang terjadi dalam interaksi sosial kehidupan masyarakat sehari-hari pada umumnya menyangkut hubungan saling keterkaitan antara memberi dan menerima informasi oleh dan dari manusia itu sendiri.

Ketika antara komunikasi dan dakwah keduanya saling bersentuhan maka melahirkan suatu disiplin ilmu baru dalam kajian keilmuan. Disiplin ilmu baru tersebut sering disebutkan oleh para ahli komunikasi dengan istilah komunikasi dakwah. Secara umumnya dakwah dan komunikasi merupakan bagian dari komunikasi dakwah. Hal tersebut dikarenakan kajian yang dibahas dalam komunikasi dakwah juga sama dengan proses komunikasi dan dakwah. tujuan dan peran dari komunikasi dakwah adalah memberikan jaminan bagi manusia pada umumnya yang terdiri dari da’i selaku komunikator dan mad’u selaku komunikan yang terangkum dalam proses interaksi penyampaian dan penerimaan informasi guna untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan yang diharapkan dalam proses tersebut. Kemudian dari keduanya dalam konteks keagamaan yaitu untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kelebihan Jurnal

1. Jurnal ini mampu menjelaskan dan memberi pemahaman secara menyeluruh tentang konseptualisasi antara komunikasi dan dakwah, sehingga pembaca mampu menangkap atau memahami perbedaan dari kedua disiplin ilmu tersebut.

2. Jurnal ini juga mampu menjelaskan dan memberi pemahaman mendalam terkait objek kajian antara komunikasi dan dakwah

3. Ada pembahasan menarik dalam jurnal ini yaitu bertemunya dua disiplin ilmu yakni Dakwah dan Komunikasi dimana keduanya memiliki konsep dasar yang berbeda ketika keduanya bersentuhan maka melahirkan suatu disiplin ilmu baru dalam kajian keilmuan yakni Komunikasi Dakwah

Kekurangan Jurnal

1. Jurnal ini masih belum mencakup pembahasan secara detail mengenai komunikasi dan dakwah dalam kajian sosiologi secara mendalam

2. Dalam teknis penulisan masih ada kesahalan seperti penulisan gelar Rasulullah yang ditulis dengan huruf kecil dan penggunaan spasi

3. Kesalahan penggunaan huruf kapital pada nama seseorang.

Kesimpulan Paper

Dakwah dan komunikasi adalah dua disiplin ilmu yang berbeda namun dalam praktiknya keduanya saling keterkaitan. Perbedaan mendasar antara dakwah dan komunikasi adalah konsep dasar yang meliputi pengertian dan unsur-unsur yang terkandung di dalam disiplin ilmu dakwah dan komunikasi. Kemudian perbedaannya juga terdapat pada objek kajian dari dakwah dan komunikasi, yaitu dakwah objek kajiannya meliputi Tuhan, manusia, lingkungan dan ajaran dari agama itu sendiri. Sedangkan komunikasi objek dakwahnya adalah yang berkaitan dengan manusia dalam arti yang luas termasuk beberapa disiplin ilmu lainnya.

Komunikasi dakwah merupakan suatu proses penyampaian pesan dakwah yang dilakukan oleh komunikator atau dalam hal ini adalah da’i kepada komunikan yang disebut dengan komunikan yang sesuai dengan teori-teori ilmu komunikasi dan tidak menyimpang dari tujuan dakwah itu sendiri yaitu informatif, rekreatif, persuasif atau mengajak dan menyeru umat manusia menuju kebahagiaan dunia akhirat.