Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Elemen Bentuk dan Efek Komunikasi Politik

Pengertian Elemen Bentuk dan Efek Komunikasi Politik Tujuan komunikasi politik adalah untuk memberikan nilai edukasi dan informasi tentang dunia politik kepada khalayak melalui media massa. Penyampaian pesan dari komunikator politik ke khalayak tertentu untuk memberikan efek-efek politik

Pengertian Elemen, Bentuk, dan Efek Komunikasi Politik

Pengertian Elemen Bentuk dan Efek Komunikasi Politik

Komunikator Politik

Komunikator politik disini memiliki makna siapa saja yang menyampaikan sesuatau atau berbicara mengenai hal yang berkaitan dengan politik dan memiliki tujuan untuk mengarahakan isi pembicaraannya pada politik. Komunikator disini bisa berupa perorangan (individu) atau juga cakupan yang lebih besar seperti partai politik, organisasi yang berafiliasi dengan perpolitikan, lembaga atau bisa juga pemerintah. 

1. Politisi 

Merupakan orang yang bercita-cita untuk dan atau memegang jabatan pemerintah, seperti aktivis parpol, anggota parlemen, menteri, dan sebagainya. Misalnya Aktivis parpol merupakan komunikator politik karena pesan yang mereka sampaikan semuanya sesuai dengan kemana arah dukungan dari partai politik mereka untuk mencapai tujuan tertentu. Politikus adalah orang yang memiliki otoritas untuk berkomunikasi sebagai wakil dari kelompok atau langganan, pesan-pesannya mengajukan dan melindungi tujuan kepentingan politik. Artinya komunikator politik mewakili kepentingan kelompok.

2. Profesional 

Merupakan orang yang menjadikan komunikasi sebagai nafkah pencahariannya, baik di dalam maupun di luar politik, yang muncul akibat revolusi komunikasi: munculnya media massa lintas batas dan perkembangan sporadis media khusus (majalah internal, radio siaran, dan sebagainya) yang menciptakan publik baru untuk menjadi konsumen informasi dan hiburan. Terdiri dari jurnalis (wartawan, penulis) dan promotor (humas, juru bicara, juru kampanye, dan lainlain. 

3. Aktivis

Aktivis adalah komunikator politik utama yang bertindak sebagai saluran organisasional dan interpersonal. Pertama, terdapat jurubicara bagi kepentingan yang terorganisasi. Pada umumnya orang ini tidak memegang ataupun mencita-citakan jabatan pada pemerintah; dalam hal ini komunikator tersebut tidak seperti politikus yang membuat politik menjadi lapangan kerjanya. Jurubicara ini biasanya juga bukan profesional dalam komunikasi. Namun, ia cukup terlibat baik dalam politik dan semi profesional dalam komunikasi politik. Berbicara untuk kepentingan yang terorganisasi merupakan peran yang serupa dengan peran politikus partisan, yakni mewakili tuntutan keanggotaan suatu organisasi. Dalam hal lain jurubicara ini sama dengan jurnalis, yakni melaporkan keputusan dan kebijakan pemerintah kepada anggota suatu organisasi. Kedua, terdapat pemuka pendapat yang bergerak dalam jaringan interpersonal.

Elemen Komunikasi Politik Mc Nai

1. Organisasi politik

Adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut.  Pihak sumber informasi dalam proses komunikasi politik juga disebut aktor politik atau organisasi politik. 
Dalam kontestasi pilkada jember 2020 ada hal yang menarik yang terjadi pada paslon no urut satu yaitu faida-vian dimana paslon ini tidak ada organisasi politik yang berada dipihaknya, sehingga salah satu jalur yang ditempuh untuk bisa melanjutkan agar bisa mencalonkan diri yaitu dengan jalur independen, kita ketahui bahwa banyak paslon yang tidak berhasil lolos dalam jalur independen tetapi paslon faida-vian berhasil menunjukkan bahwa dia masih mendapat dukungan yang mumpuni untuk bisa bersaing tanpa partai politik

2. Media

Merupakan penyalur komunikasi dari komunikator politik kepada masyarakat, dalam hal ini bisa berupa melalui media sosial, televisi radio dll.
Pada kontestasi pilkada jember pada paslon no 3, media yang mereka gunakan untuk menyalurkan pesan politik dalam meraih suara masyarakat ialah melalui salah satu organisasi keagamaan yaitu NU, dimana kita ketahui bahwa NU juga memiliki pengaruh besar pada masyarakat-masyarakat daerah pedesaan yang sangat kental dengan keagamaannya, selain itu paslon ini mendapat dukungan dari beberapa kiyai di jember sehingga itu yang membuat posisinya menjadi kuat.

3. Masyarakat

Merupakan audien yang menerima pesan politik dari komunikator politik. Pihak yang menjadi tujuan disampaikannya sesuatu pesan disebut sebagai penerima (receiver), atau khalayak (audience) 
Ada beberapa strategi yang dilakukan oleh paslon no urut 1 dimana mereka membuat tim khusus untuk bisa merangkul masyarakat bawah yang berada do plosok-plosok, melihat peluang bahwa masih banyak dari masyarakat bawah yang berharap faida-vian bisa menjadi bupati lagi, sehingga hal tersebut tidak di sia-siakan oleh paslon no 1 untuk bisa lebih terjun kemasyarakat bawah dengan melakukan pendekatan-pendekatan tertentu.

Bentuk Komunikasi Politik

1. Retorika politik atau pidato politik

Merupakan suatu seni berbicara memiliki daya persuasi politik yang sangat tinggi, dengan menggunakan bahasa lisan yang indah, mulai dari irama, mimik, dan intonasi suara.

2. Agitasi politik

Merupakan suatu upaya untuk menggerakkan massa dengan lisan atau tulisan, dengan cara merangsang dan membangkitkan emosi khalayak. Agitasi dimulai dengan cara membuat kontradiksi dalam masyarakat dan menggerakkan khalayak untuk menentang kenyataan hidup yang dialami selama ini yang penuh ketidakpastian dan penuh penderitaan, dengan tujuan menimbulkan kegelisahan di kalangan massa.

3. Propaganda politik

Merupakan suatu kampanye politik yang dengan sengaja mengajak dan membimbing untuk mempengaruhi atau membujuk orang guna menerima suatu pandangan, sentimen, atau nilai. Propaganda politik adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, partai politik, dan kelompok kepentingan untuk mencapai tujuan politik (strategis atau taktis) dengan pesan-pesan yang khas yang lebih berjangka pendek.

4. Public relation politik

Merupakan bentuk kegiatan dalam melakukan hubungan dengan masyarakat, secara jujur (tidak berbohong), terbuka, rasional (tidak emosional), dan timbal balik (dua arah). Dengan demikian, dapat terjalin hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat, yang dimulai dengan menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) bagi masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat memeroleh citra yang baik terhadap pemerintah sehingga memberikan dukungan yang positif.

5. Kampanye politik

Merupakan bentuk komunikasi politik yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang atau organisasi politik dalam waktu tertentu untuk memeroleh dukungan politik dari rakyat. Pada umumnya, kampanye politik diatur dengan peraturan tersendiri, yaitu waktu, tata caranya, pengawasan, dan sanksi-sanksi jika terjadi pelanggaran oleh penyelenggara pemilu.

6. Lobi politik

Merupakan kegiatan politik yang sangat penting, meskipun pembicaraan politik bersifat dialog, tatap muka atau antarpersona (interpersonal communication). Kegiatan tersebut bersifat sangat informal, namun urgen karena hasil lobi itu kemudian dapat diperkuat melalui pembicaraan formal dalam rapat politik, persidangan-persidangan dan forum musyawarah, baik didalam partai politik maupun di parlemen, dan di lembaga-lembaga politik lainnya.

7. Pola tindakan

Merupakan peristiwa politik yang terjadi dari waktu ke waktu yang membentuk pola. Lobi politik, retorika politik, dan kampanye politik dapat juga disebut tindakan politik yang dapat mencakup tindak atau perilaku yang memiliki kepentingan politik, yaitu tindakan yang menyangkut kekuasaan, pengaruh, otoritas, dan konflik. Misalnya, penggunaan bendera partai, jaket partai, pernyataan pimpinan partai, dan sikap diam seorang tokoh politik. 

Efek Komunikasi Politik

Efek merupakan suatu penerimaan atau respon dari khalayak terhadap informasi yang diberikan oleh komunikator. Efek komunikasi politik adalah respon khalayak terhadap informasi politik yang disampaikan oleh komunikator politik. Efek ini disebut juga sebagai opini publik. Efek juga data berlangsung dalam jangka pendek dan jangka panjang:
 
a. Shot Term Efek yaitu efek jangka pendek yang berlangsung pada individu, group dan yang bersifat cepat dan sementara.
Misal : opini mengenai kasus politik. Opini mengenai ketika faida-vian bisa maju tanpa partai politik sehingga opini masyarakat menjadi cederung negative yang hal itu dapat menggambarkan turunnya popularitas dan kepercayaan terhadap partai politik.

b. Long term effect yaitu efek komunikasi/komunikasi massa yang bersifat halus dan tersebar terhadap perilaku yang seolah-olah kurang diterima pengaruhnya, padahal justru menyangkut seluruh lingkingan masyarakat. Proses politik bukalah peristiwa singkat, elainkan peristiwa yang membuuthkan konstinuitas waktu jangka panjang. Kampanye politik dalam bentuk ini seperti kaderisasi, 111 diklat, training dan lain-lain, yang dilakukan sebagai upaya untuk membentuk loyalitas khalayak (follower) terhadap partai.

Salah satu efek dalam komunikasi politik yang juga dianggap sebagai Efek Komunikasi Massa adalah efek kognitif, yaitu efek komunikasi politik yang berlangsung pada tingkat pemikiran. Efek ini bersifat informatif untuk diri khalayak. Misalnya kampanye saat pemilihan calon bupati jember. Seorang komunikator politik akan memberikan informasi tentang calon dan wakil bupati tersebut ke khalayak atau komunikan. Adanya proses komunikasi politik ini menimbulkan efek seperti pengetahuan tentang calon dan wakil bupati, memahami apa visi dan misinya serta khalayak dapat menilai apakah calon dan wakil bupati ini mampu memberikan kesejahteraan khalayak/ masyarakatnya.