Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Merawat Indonesia Dengan Islam Wasathiyyah Di Era Pandemi Covid 19

Merawat Indonesia Dengan Islam Wasathiyyah Di Era Pandemi Covid 19 - caraku.id Wasathiyah berasal dari kata wasatho dan secara etimologi berarti

وسط الشيئ ما بين طرفه

Artinya : "Sesuatu yang berada ditengah di antara dua sisi"

Menurut Afifuddin Muhadjir, makna wasathiyah sebetulnya lebih luas daripada moderasi. Washatiyah bisa berarti realistis, islam washatiyah yaitu islam yang berada di antara realitas dan idealitas. Yakni islam memiliki cita-cita yang tinggi dan ideal untuk menyejahterakan umat di dunia dan akhirat.

Merawat Indonesia Dengan Islam Wasathiyyah Di Era Pandemi Covid 19

Merawat Indonesia Dengan Islam Wasathiyyah Di Era Pandemi Covid 19

Cita-citanya yang melangit, tapi ketika dihadapkan pada realitas, maka bersedia untuk turun kebawah.
sebagaiman tertulis dalam al-qur’an surat al-baqarah ayat 143 :

وكذلك جعلنكم امة وسطا لتكونوا شهداء على الناس و يكون الرسول عليكم شهيدا

“Dan demikian pula kami telah menjadikan kamu umat islam umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar rasul Muhammad menjadi saksi atas perbuatan kamu.”

Ayat ini dapat  dikontekstualisasikan ke dalam islam wasathiyah yang berarti tidak liberal dan tidak radikal. Mahatmagandi pernah berkata “our ability to reach unity in diversity will be the beauty and the test of our civilization.” Kalimat ini dapat kita maknai sesungguhnya kemampuan kita untuk dapat bersatu dalam perbedaan dan kemajemukan akan menentukan seberapa tinggi peradaban bangsa tersebut.

Bangsa Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa yang majemuk. Sulit mencari bandingannya :17 ribu lebih pulau, terbagi ke dalam 3 zona waktu, tergelar dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas sampai pulau Rote, dimana dihuni oleh kurang lebih 270 juta jiwa dengan beragam latar belakang suku, etnis, agama dan budaya. Itu semua tentu melahirkan kemajemukan dalam prespektif atau cara pandang dan keyakinan.

Maka dari itu perlu adanya yang namanya Toleransi. Supaya terbentuknya kerukunan umat. Berbicara mengenai kondisi Indonesia saat ini, Virus corona menjadi sejarah baru di dunia ini, bahkan disaat situasi pandemic memaksa semua beradaptasi tak terkecuali urusan spiritual, tata cara ibadah dan ritual harus berubah karena wabah, hingga memaksa kita untuk meninggalkan kerumunan dan mewajibkan memakai masker dan handsinitizer

Tak ada persatuan tanpa perbedaan . Tak ada ketulusan tanpa kehormanisan. Dan tak ada keyakinan tanpa keraguan. Jika Indonesia bisa menjadi Negara yang makmur, maka insyallah tanahnya akan subur. Jika orang Indonesia bisa menjadi orang yang selalu bersyukur maka rezekinya tidak akan kabur.
Oleh karena itu hadirin, marilah kita eratkan ukhuwah islamiyah supaya kita menjadi ummatn yang wasathon, karena kerukunan ummat adalah cita-cita Negara.