Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Macam-macam dan Pembagian Air dalam Bersuci / Thaharah

Mengenal Macam-macam dan Pembagian Air dalam Bersuci / Thaharah Haii readers fillah…… Membahas bab Thaharah, tentunya ada kesinambungan dengan alat yang digunakan untuk thaharah, air merupakan alat penting dalam bersuci, akan tetapi terdapat ketentuan-ketentuan air didalamnya, yuk kita bahas bersama pembagian air dan macam-macamnya untuk bersuci.

Mengenal Macam-macam dan Pembagian Air dalam Bersuci / Thaharah

Mengenal Macam-macam dan Pembagian Air dalam Bersuci / Thaharah

Macam-macam Air Yang Bisa Digunakan Untuk Bersuci

1. Air hujan
2. Air laut
3. Air sungai
4. Air dari mata air
5. Air sumur
6. Air salju
7. Air embun

Pembagian Air

1.Air Mutlak

Air mutlak adalah air yang suci dan mensucikan. Yaitu, air yang masih murni dan belum atau tidak tercampuri oleh sesuatu (najis). Nah, adapun air itu sendiri terdapat beberapa macam, diantaranya adalah:

a. Air laut

Air laut itu suci mensucikan, dimana bangkai hewan yang ada didalamnya pun halal untuk dimakan.
b.Air hujan, salju dan embun
Allah SWT, telah berfirman bahwasannya didalam Al-qur’an surat Al-anfal ayat 11 berbunyi “dan Allah telah menurunkan kepada kalian air hujan dari langit, untuk mensucikan kalian.”

c. Air zamzam

Air ini termasuk langka dan hanya ada di tanah suci Mekkah Al-Mukarromah, dan diriwayatkan oleh HR. Ahmad bahwasannya “Rasulullah SAW pernah meminta diambilkan satu wadah air zamzam, lalu beliau meminum sebagian dari air tersebut dan berwudhu dengannya.”

d. Air yang berubah karena tidak mengalir

Air jenis ini biasanya disebabkan oleh temopatnya, atau karena tercampur dengan sesuatu yang memang tidak bisa dipisahkan dari air itu sendiri. Seperti lumut atau daun yang berada di permukaan air, dalam hal ini para ulama bersepakat menyebutnya sebagai air mutlak.

2. Debu Yang Suci

Yaitu debu yang ada di permukaan tanah, pasir, dinding atau batu. Tanah atau debu yang digunakan untuk bersuci atau mensucikan harus benar-benar dalam keadaan darurat, atau tidak ditemukannya air, dan juga ketika terdapat larangan menggunakan air ketika sakit, dan sebagainya.

3. Air Yang Tercampur Oleh Sesuatu Yang Suci

Apabila air tercampur dengan sabun, minyak zafran, tepung dan sebagainya, dan secara zat ia terpisah dari air. Maka hukum air ini suci dan masih terjamin kemutlakannya. bahkan jika ada seorang mayat tidak boleh dimadikan kecuali dengan air yang dapat mensucikan orang yang hidup.

4. Air Dalam Jumlah Yang Banyak Apabila Berubah Warnanya Karena Tidak Mengalir

Air tersebut hukumnya masih suci dan mensucikan.

5. Air Musta’mal

Air musta’mal adalah air yang sudah terpakai atau terjatuh dari anggota orang yang berwudhu, maka hukumnya suci mensucikan.

6. Air Yang Terkena Najis

Dalam hal ini terdapat dua keadaan, yang pertama, jika najis terkena air itu mengubah rasa, warna atau baunya, maka air tesrebut tidak boleh digunakan untuk bersuci. Yang kedua, jika air tersebut tidak berubah dari tiga sifatnya itu, maka air boleh digunakan untuk bersuci.

7. Air Yang Mencapai Dua Kullah

Imam Syafi’i Rahimahullah telah menetapkan air tidak menjadi najis karena atau bercampur benda najis, yaitu selama tidak berubah sifatnya sebanyak dua kullah. Dalam buku Mu’jam Lughati al-fuqaha halaman 368, bahwa satu kullah itu sama dengan 160.5 Liter.

8. Air Yang Tidak Diketahui Kedudukannya

Terkait pembahasan ini, penulis menyendirikan penjelasannya, anda bisa lihat di sini Hukum Air Yang Tidak Diketahui Kedudukannya