Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ibadah Yang Bisa Dilakukan Ketika Wanita Berhaid

Ibadah Ketika Wanita Berhaid Haid tidaklah menghalangi semua jenis ibadah. Karena itu, wanita yang berhaid masih bisa mendekatkatkan diri kepada Allah dengan melakukan ibadah-ibadah badaniah seperti berdzikir, bertakbir, bertasbih, bertahmid, bertahlil, membaca bismiilah untuk makan dan selainnya, membaca hadis, fiqih, berdoa, mengucapkan aamiin, mendengar al-qur’an dan sebagainya dari ibadah-ibadah yang tidak dilarang oleh syariat.

Ibadah Wanita Berhaid

Ibadah Ketika Wanita Berhaid

Sebagian ulama membolehkan membaca sebagian ayat al-qur’an dan sebagian yang lain juga membolehkan membaca satu ayat lengkap. Ummu ‘Atiyyah berkata: “kami disuruh untuk keluar pada hari raya sehingga anak-anak gadis keluar dan rumah mereka dan wanita yang berhaid juga ikut keluar. Lalu mereka berada di belakang manusia dan ikut bertakbir bersama-sama mereka, dan berdoa bersama mereka untuk mengharapkan keberkahan dan kesucian pada hari itu.

Para ulama telah bersepakat bahwa wanita yang sedang haid dan nifas boleh menghadiri semua tempat yang dihadiri oleh orang yang meakukan ibadah haji seperti tempat wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, wukuf di Masy’aril Haram, melontar jumrah, bermalam di Mina, bertakbir di hari-hari tasyrik dan melakukan kurban untuk dirinya. Namun ia tidak boleh tawaf di Baitullah kecuali setelah bersih dari haidnya.

Yaa….Akhwat!!!!...........Dari penjelasan diatas, perlu kita ketahui bahwasannya wanita yang sedang haid tidak boleh sewenang-wenang tanpa mengingat Allah, karena haid itu bukan alasan, namun dari sini bisa kita simpulkan bahwa betapa Allah sangat memuliakan kaum wanita, oleh karenanya Allah memberikan keistimewaan tersendiri, nah kita juga perlu sadar diri sebagai seorang hamba, Karena cara mencari ketenangan yang hakiki adalah Mengingat Allah, bukan malah kita seenaknya sendiri pada masa haid datang.

Sampai disini semoga tulisan ini bermanfaat ya, dan INGATLAH! Jika kamu melakukan sesuatu dan melibatkan ALLAH didalamnya maka akan Allah permudah. Okeyyy…cukup disini ya pembahasannya, semoga kita slalu dalam lindungan Allah SWT.

Dikutip dari buku : “Cara Wanita Menghadapi Haid, Nifas, dan Istihadhah Menurut Al-qur’an & Hadis, halaman 84-85, Penulis (Syekh Muhammad Nuruddin) terbit 2015, Penerbit (Al-Kautsar Prima) Jakarta.