Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Guruku Inspiratorku

Guruku Inspiratorku - caraku.id Assalamu’alaikum wr.wb. sahabat literasi….Tulisan ini ingin kusampaikan kepada semua guruku dan wabilkhusus kepada abah kyai haji Baihaqi Busri, beribu terima kasih kuucapkan kepada semua guru-guruku yang telah banyak memberikan ilmu hingga aku bisa menjadi seperti sekarang ini, kesuksesanku karena doa guru - guru yang tulus, semoga Allah SWT membalas kebaikan engkau wahai guru-guruku.

Guruku Inspiratorku

Guruku Inspiratorku

Kepada abah kyai jazakumullah hu ahsnal jaza’, dari engkau aku belajar ketawadhu’an yang sangat luar biasa, dari engkau aku belajar arti mengajar sambil belajar, dari engkau aku belajar arti sabar yang tiada batas, dari engkau aku belajar kesederhanaan yang sangat menakjubkan. 

Perihal mengajar, beliau selalu sampaikan kepadaku “orang belajar itu pahalanya satu, sedangkan orang mengajar itu pahalanya 10. Dan barang siapa mengamalkan ilmu yang telah ia pelajari, maka Allah akan membuka untuknya hal yang sebelumnya ia tidak ketahui, dan sungguh jika kamu mengetahui faedah dalam mengajar maka kamu tidak akan pernah berhenti untuk mengajar.” Tabarokallah dawuh ini yang membuat aku selalu semangat dalam mengajar, dan jika kalian tahu abah adalah sosok guru yang sangat sangat baik dari yang paling baik. Kenapa saya katakan seperti itu? Dari cara beliau mengajar bukan hanya teori melainkan praktek dikehidupan sehari-hari yang sungguh masyaa Allah patut ditiru.

Ada cerita, ketika beliau dalam keadaan sakit sedangkan beliau memiliki jam mengajar, beliau rela menahan sakitnya itu, karena menurut beliau selama kaki masih mampu untuk berjalan beliau akan tetap kekeh mengajar. Dan dari segi kedisiplinan yang beliau contohkan ketika mengajar, beliau sudah selalu siap dalam mengajar, 10 menit sebelum jam mengajar dimulai, beliau sudah standby di depan kelas. Dan beliau suka sekali memberikan apresiasi kepada muridnya, sehingga murid termotivasi dalam bertafakur suatu materi.

Ada kisah ketawadhu’an yang beliau miliki sebagai seorang kyai. Ketika itu ada pertemuan majelis di sebuah masjid, dihadiri oleh tokoh-tokoh ulama masyhur, dan salah satunya adalah abah kyai Baihaqi Busri, ceritanya saat beliau duduk bersama poro Alim Ulama, beliau duduk dengan orang alim biasa namun dia menggunakan surban layaknya seorang kyai, sedangkan abah ini hanya menggunakan baju kokoh biasa dan pecih putih. Nah, ketika itu ada seseorang yang ingin sowan, namun seseorang itu tadi memberikan sowannya itu kepada orang yang bersurban itu, lantas orang yang bersurban itu berkata “maaf, kyainya bukan saya tapi beliaulah,”(sambil menunjuk ke arah abah). Kaget orang ini, dan langsung bergegas ke arah abah kyai dengan meminta maaf juga meminta barokah abah. Allahhumma.

Sebenarnya banyak kisah-kisah sangat inspiratif yang saya dapatkan dari abah, jika ditulis maka tidak akan berujung, karena beliau adalah ulama yang waro’. Aku memiliki catatan dawuh dari abah tentang perbedaan keutamaan ilmu dan harta yang membuat diriku sangat bersemangat dalam mempelajari ilmu dan mengamalkannya, dawuhnya “kalau ilmu dapat menjaga kamu, sedangkan harta, kamulah yang menjaganya. Kalau ilmu tidak akan pernah habis, sedangkan harta, ia bisa habis kapan saja. Kalau dengan ilmu kita bisa banyak kawan, sedsngkan harta, cenderung menimbulkan banyak lawan. Kalau orang yang memiliki ilmu cenderung dermawan, sedangkan orang yang memiliki harta cenderung memiliki sifat kikir dan pelit. Kalau ilmu itu aman karena tidak dapat dicuri, sedangkan harta dapat dicuri. Kalau ilmu itu bernilai tanpa batas, sedangkan harta terbatas dan bisa dihitung. Kalau ilmu lebih bermutu karena menerangi pikiran, sedangkan harta membuat pikiran kita tidak fokus.” 

Selalu teringat akan dawuh-dawuhnya yang begitu indah dan sangat berkesan dalam hidupku. “kalau kamu ingin jadi orang besar, jangan pernah takut untuk berpikir besar” Dawuh Abah kyai. Masyaa Allah Tabarokallah, Allahumma, pernah aku berpikir aku tidak akan mampu untuk mencapai sesuatu, namun berkat motivasi-motivasi beliau, aku selalu optimis dalam mencapai sesuatu. Banyak orang hebat tapi jarang yang bermanfaat, tapi selalu teringat dawuh beliau “jadilah kamu orang yang hebat dan juga bermanfaat”

Dan satu lagi, pesan dari abah yang ingin kutulis “jadilah kamu sosok guru yang sabar karena kemampuan setiap murid sangatlah beragam, ada yang langsung paham, ada yang sulit paham, namun jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang, nanti kamu hanya marah-marah ketika melihat murid-muridmu tidak pintar, hingga ikhlasmu hilang. Yang penting adalah niatnya menyampaikan ilmu dan mendidik dengan baik. Apakah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan kepada Allah. Doakan terus-menerus agar murid-muridmu dapat petunjuk.” DawuhNya.
Selamat hari guru Nasional 

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ عَلَّمَنَا وَارْحَمْهُمْ وَأَكْرِمْهُمْ بِرِضْوَانِكَ اْلعَظِيْمِ, فِي مَقْعَدِ الصِّدْقِ عِنْدَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

“allahhummagfir limasyaa yikhhina wa liman ‘allamana warkhamhum wa akrimhum biridwanikal ‘adzim fii maq’adissidqi ‘indaka yaa arhamarrrohimiin.”

Dan ini untuk guru-guruku tercinta : Laksana sang surya, jasa yang kau beri. Dan abadi di hati kaulah pencerah hidupku. Laksana sang surya, terangi semesta alam. Kau ajari kami, arti kehidupan untuk masa depan. Man allamani harfan sirtu lahu Abadan
Engkaulah pelita harapanku Terima kasih kepada sahabat literasi sudah sudi membaca tulisan ini, Semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum wr.wb.