Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mempertahankan Eksistensi Media Akibat Dampak Pandemi Covid-19

Mempertahankan Eksistensi Media Akibat Dampak Pandemi Covid-19 Hadirnya pandemi di tengah keberlangsungan hidup masyarakat telah banyak memberikan kecenderungan untuk beradaptasi dengan melakukan perubahan. Dalam hal ini, Dian menyampaikan setidaknya pandemi telah memunculkan adanya keterkagetan atas tumpahnya informasi yang tiap harinya dikonsumsi masyarakat dengan proporsi penyerapan media yang berbeda-beda. Pada intinya, masyarakat dituntut untuk menjalankan hal-hal lama dengan adaptasi cara baru (new ways of doing old things).

Mempertahankan Eksistensi Media Akibat Dampak Pandemi Covid-19

Mempertahankan Eksistensi Media Akibat Dampak Pandemi Covid-19

Berkaitan dengan adanya serapan atas informasi yang cenderung banyak di masa pandemi ini, dengan merujuk pada pemikiran Deleuze mengungkapkan bahwasanya segala struktur tidak memiliki kebenaran tunggal. Yang mana, dalam hal ini, hadirnya media turut membawa informasi yang memiliki kebenaran yang beragam. Atau dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa masyarakat menjadi pihak yang menangkap informasi dengan referensi darimana saja.

Gerak media di masa pandemi ini agaknya menjadi paradoks. Di satu sisi, media menjadi sumber distributor informasi yang selalu memberikan update terkait informasi berkaitan dengan pandemi. Akan tetapi, lamban laun produksi informasi yang membludak tiap harinya ini akan pula menimbulkan kepanikan sekaligus kelelahan bagi masyarakat. Apalagi, ditambah dengan statement pejabat yang juga terkadang kontradiksi akan semakin membuat konsumsi informasi menjadi cenderung membosankan dan dihindari. Meskipun demikian, peran media di sisi lainnya juga dapat menjadi power yang turut membangun berdirinya berbagai gerakan masyarakat yang mengatasnamakan solidaritas sosial yang dibentuk tanpa memandang identitas-identitas tertentu dengan tujuan untuk membantu satu sama lain.

Tantangan Media Industri

Dalam kondisi pandemi saat ini media industri ditantang untuk bisa bertahan dalam kondisi ini, diamana disisi lain maraknya pengguna yang lebih banyak mengkonsumsi media online. Dalam hal ini media industri mulai menyusun strategi-strategi yang ditujukan untuk bersaing dan bertahan pada pandemi, media industri mulai tidak hanya fokus pada offline tetapi juga mengembangkan online. Dimana kita ketahui semua orang dapat saja menajdi penulis, jurnalis, atau lainnya dengan mudah menyebarkan informasi karena adanya media online.

Media konvensional membutuhkan regulasi baru dimana regulasi tersebut dapat bersikap fair antara media konvensional dengan media online agar kualitas konten berkualitas dan bersaing dengan baik, kita ketahui bahwa media online sangat rawan sekali hoax karena bebasnya informasi yang tersebar, dimana media online bebas tanpa kekangan regulasi sehingga menjadi tidak fair dengan media konvensional yang menyediakan berita yang akurat sesuai etika jurnalistik.

Eksistensi media yang di masa pandemi ini cukup membludak kiranya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Pasalnya, sebagai konsumen, masyarakat kita jelas akan selalu membutuhkan kepastian informasi dari sumber yang dapat memproduksi informasi. Dan disinilah, peran media diharapkan dapat menjadi penyambung informasi yang akurat dan valid. Serta, masyarakat kiranya juga diharapkan dapat mengimbangi proses penyerapan informasi dengan membentuk kekritisan dengan menumbuhkan semangat literasi.