Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Strategi Kampanye Politik Pilkada Jember 2020

Contoh Strategi Kampanye Politik Pilkada Jember 2020 Strategi politik merupakan hal yang sangat penting untuk memenangkan pertandingan politik, dimana setiap politisi atau kandidat memiliki strategi-masing masing dalam berpolitik. Kita kenal dengan istilah "Tim Sukses" ini merupakan sebuah bagian dari pada strategi politik, untuk membantu melancarkan strategi yang telah dirancang, untuk mengetahui strategi politik itu bagaimana, kami telah membuat contoh strategi politik pada pilkada Jember 2020 menurut pengamatan penulis. Kuylah disimak!

Contoh Strategi Kampanye Politik Pilkada Jember 2020

Contoh Strategi Kampanye Politik Pilkada Jember 2020

Strategi Paslon Pertama

Paslon no 1 strategi kampanye politik yang dilakukan dengan mengambil hati kaum bawah dimana daerahnya berada di plosok-plosok dan desa-desa dimana jika kita ambil pemikiran secara umum bahwa kaum-kaum bawah bisa dikatakan kurang update teerhadap permasalahan politik sehingga yang mereka butuhkan hanya untuk bertahan hidup dan membahagiakan anaknya, sehingga mereka tidak tau misalnya dalam kasus paslon no 1 yang bermasalah dengan DPR dll.

Ketika bermasalah dengan DPR kampanye yang dilakukan yaitu dengan melajunya sebagai paslon independen bahwa masyarakat masih membutukan sosok Bu Faida dan memanfaatkan momen kalau DPR sering banyak masalah sehingga tertanam dalam pikiran masyarakat untuk tidak percaya terhadap DPR dan Partai lagi.

Kampanye Faida-Vian yang banyak dilakukan di desa-desa ini terbukti banner, baliho paslon ini banyak sekali ditemukan di desa dengan jargon ”dua periode” dimana paslon ini dalam kampanyenya selalu berbicara banyak hal untuk memperbaiki Jember.

Strategi Paslon Kedua

Paslon no 2 strategi kampanye yang dilakukan yaitu merangkul kaum santri dan masyarakat kota dimana ini menjadi cakupan yang sangat besar sekali karena kita ketahui bahwa di Jember itu mayoritas Islam sehingga sosok dari Gus Fijoun menjadi figur yang dihormati oleh masyarakat Islam termasuk didalamnya kaum nahdiyin meskipun PKB berada di pihak paslon 3, ini terbukti bahwa dalam organisasi NU suaranya terpecah menjadi 2 meski PKB di paslon 3 masih banyak sekali kaum nahdiyin yang menghormati sosok Gus Firjoun dan beliau juga cucu dari KH Ahmad Siddiq yang terkenal di jember, kita tahu bahwa Kiai adalah pemimpin non formal sekaligus pemimpin spiritual, dan posisinya sangat dekat dengan kelompokkelompok masyarakat lapisan bawah di desa-desa. Sebagai pemimpin di masyarakat, sosok kiai memiliki Jemaah komunitas dan massa yang diikat oleh hubungan keguyuban yang eratdan ikatan budaya petrenalistik. Petuah-petuahnya selalu didengar, diikuti, dan dilaksanakan oleh Jemaah, komunitas, dan massa yang dipimpinnya 

Sedangkan Haji Hendy bergerak di masyarakat kota, kita ketahui bagaimana padatnya masyarakat kota disisi lain masyarakat desa juga diraihnya oleh sosok Gus Firjoun yang memiliki pandangan manut kiyai. Kampanye “Wes Wayae Mbenahi Jember” menjadi jargon di setiap Baliho, banner sapnduk dll. Bidang yang dikampanyekan yaitu pertanian, Pengelolahan sumber daya alam dan program-program yang dijanjikan.

Strategi Paslon Ketiga

Paslon no 3 Strategi kampanye yang dilakukan yaitu merangkul para kaum nahdiyin dan masyarakat desa, dalam kampanyenya paslon ini selalu berbicara pemanfaatan sumber daya alam terlebih khusus sektor pertanian, masalah-masalah masyarakat desa dalam pertanian baik mahalnya pupuk, rusaknya perairan dll. Sehingga itu yang menjadi fokus paslon ini sehingga penulis menganggap bahwa paslon ini sedikit sekali berbicara masyarakat kota yang juga bagian dari penduduk jember itu yang menjadi kelemahan paslon ini. 

PKB tidak menjadi patokan bahwa kaum nahdiyin dimana organisasi terbesar Islam yaitu NU bisa meraup banyak suara, ini terbukti bahwa ada terpecahnya suara dan tidak kompaknya kaum nahdiyin dalam pemilu tahun ini, hal ini terjadi karena paslon no 2 wakilnya yaitu Gus Firjoun juga kaum nahdiyin sekaligus kiyai yang dihormati. Meskipun banyak tokoh-tokoh besar kiyai NU Jember mendukungnya seperti KH Muhyuddin Abdussomad, Gus Aab dll. Latar belakarng berdirinya Nahdatul Ulama memang sangat berkaitan erat dengan perkembangan pemikiran keagamaan dan politik dunia Islam.