Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Membersihkan Najis dan Adab dalam Bersuci Yang Baik

Cara Membersihkan Najis dan Adab dalam Bersuci Yang Baik Well……Readers fillah, pembahasan kali ini ialah pembahasan mengenai cara menghilangkan atau membersihkan najis dan adab bersuci yang baik dan benar, tentunya islam sangatlah luas dan penuh dengan keistimewaan untuk umatnya, tak lain dan tak bukan karena islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, hingga semua ibadahnya diperhatikan da nada ketentuannya sendiri, supaya adanya motivasi dalam untuk beribadah dengan baik.

Cara Membersihkan Najis dan Adab dalam Bersuci Yang Baik

Cara Membersihkan Najis dan Adab dalam Bersuci Yang Baik

Ketika kita ingin beribadah atau mendekatkan diri kepada Allah, tentunya tubuh dan pakaian kita harus bersih dan suci. Maka dari itu setelah kita buang air besar atau buang air kecil, kita sangat dianjurkan untuk bersuci.

Cara Membersihkan Najis

1. Dibersihkan dengan air bersih

2. Jika tidak ada air, setidaknya dengan tiga batu atau sesuatu yang kesat yang dapat menghilangkan najis.

Yang terbaik adalah dibersihkan dengan kedua-duanya atau sebangsanya, baru setelah itu air.

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Buang Air

1. Jangan ditempat yang mengganggu orang lain, umpamanya ditempat orang lalu lintas, dibawah pohon yang berbuah, ditempat angina yang meniup kearah orang dan lain sebagainya.

2. Jangan berkata-kata kecuali dalam keadaan terpaksa.

3. Jangan di tempat yang terbuka (hendaklah berdinding).

4. Apabila masuk ke dalam kamar mandi, hendaknya mendahulukan kaki yang kiri sambil berdo’a:

اللّهمّ إنّى أعوذبك مِنَ اْلخُبُثِ وَاْلخَبَا ئِثِ

"Ya, allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada mu dari kotaran dan segala yang kotor "

5. Apabila keluar dari kamar mandi, hendaklah mendahulukan kaki kanan sambil berdoa:

غُفْرَانَكَ. اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ أَذْهَبَ عَنِّى الأَذَى وَعَافَنِى

“Aku mengharap ampun engkau. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari diriku dan telah menyehatkanku.”

6. Apabila terpaksa pada tempat yang terbuka (tidak berdinding) dan tidak pada tempat yang khusus untuk buang air, maka tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat.