Skip to main content

Apa itu Komunikasi Lintas Budaya

Apa itu Komunikasi Lintas Budaya

Apa itu Komunikasi Lintas Budaya Indonesia merupakan negara yang multikultural. Hal ini menjadikan Indonesia sangat rentan terkena konflik antaretnis atau antaragama. Untuk menghindari konflik tersebut diperlukan toleransi untuk menjaga kerukunan antara umat.  Toleransi mengadung pengertian adanya sikap seseorang untuk menerima perasaan, kebiasaan, pendapat atau kepercayaan yang berbeda dengan yang dimilikinya.  Untuk bisa menjalin sebuah hubungan yang toleransi, maka kita butuh komunikasi lintas budaya untuk bisa saling memahami bahwa perbedaan etnis, agama, budaya bukan untuk diperdebatkan tetapi kita harus mampu memahami perbedaan-perbedaan tersebut, sehingga kita bisa hidup berdampingan tanpa adanya claim bahwa agama, etnis, budaya ini saja yang benar.

Langkah strategi dalam meningkatkan kerukunan masyarakat dirumuskan bahwa salah satu pilar utama untuk memperkokoh kerukunan tersebut adalah mewujudkan kerukunan antar sesama masyarakat.  Banyaknya perbedaan lain dalam hal kepercayaan dan budaya. Semua ini tercampur menjadi satu di Indonesia. Sebut saja contoh kasus konflik antaretnis yang terjadi di Ambon, Poso, dan Sampit. Contoh ini menunjukkan bahwa sedikit gesekan dalam perbedaan ini dapat menimbulkan konflik yang luar biasa. Contoh yang menerapkan komunikasi lintas budaya misalnya Jember, di jember itu salah satu kota dimana didalamnya berisi banyak sekali masyarakat yang berbeda-beda baik dari etnis, budaya, agama dan suku, yang paling menonjol yaitu bertemunya antara madura dan jawa tanpa menimbulkan konflik, semuanya saling memahami, misalnya dalam berbahasa di Jember ini unik sekali, orang Madura meskipun tidak bisa berbahasa Jawa tetapi ketika orang lain berbicara kepadanya dengan bahasa Jawa mereka sedikit banyak paham terhadap apa yang dibicarakan begitu juga sebaliknya.
Apa itu Komunikasi Lintas Budaya

Pendekatan Komunikasi Lintas Budaya

1. Pendekatan Fungsionalis

Tipe penelitian ini menitikberatkan penghitungan statistik. Memahami pendekatan kuantitatif sangat penting untuk menganalisis data dan statistik. Ini merupakan keterampilan penting dalam setiap tahapan penelitian.

Contoh: Penelitian yang ditulis oleh NORRY SIHWANTI dengan judul PENGARUH KOMUNIKASI ANTARBUDAYA TERHADAP INTEGRASI SOSIAL PADA ETNIS JAWA-TIONGHOA DI KELURAHAN SUDIROPRAJAN dimana dalam penelitian ini membahas tentang Perbedaan latar belakang budaya yang dapat menimbulkan adanya gesekan dan konflik. dengan menggunakan pendekatan fungsionalis yang menitikberatkan pada data dengan pendekatan kuantitatif

2. Pendekatan Interpretif

Pendekatan interpretatif menekankan penggunaan bahasa untuk menggambar-kan kebiasaan manusia. Memahami pendekatan interpretatif penting untuk memahami bagaimana sebuah berita dilaporkan, bagaimana informasi di-transfer, dan bagaimana kebanyakan orang membuat keputusan.

Contoh: Penelitian yang dilakukan oleh Hedi Heryadi dan Hana Silvana dengan judul KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTUR (Studi Tentang Adaptasi Masyarakat Migran Sunda di Desa Imigrasi Permu Kecamatan Kepahiang Provinsi Bengkulu) dalam penelitian ini peneliti bermaksud untuk mengetahui fenomena “Bagaimana komunikasi antarbudaya etnis Sunda dalam masyarakat multikultur?” Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretif dengan pengambilan data berupa wawancara dan observasi.

3. Pendekatan Kritis

Metodologi kritis menganalisis struktur kekuasaan besar yang memandu kehi-dupan sehari-hari. Memahami pendekatan ini membantu siswa untuk memahami kekuatan tak terlihat yang mengubah hidup kita 

Contoh: Penelitian yang ditulis oleh AMIRULLAH dengan judul ANALISIS KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM BUKU INSIDE THE KINGDOM, KISAH HIDUPKU DI ARAB SAUDI KARYA CARMEN BIN LADIN, dalam  penelitian ini peneliti meneliti kurang efektifnya komunikasi antarbudaya yang terjadi antara Carmen yang berdarah Eropa dan keluarga suaminya yang berdarah Arab, sehingga bentrokan kedua budaya tidak dapat dihindarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritis, bagi peneliti Pendekatan ini tidak sekadar mempelajari kebiasaan manusia, tetapi dengan mempelajari bagaimana kekuasaan sosial atau politik berfungsi dalam situasi budaya tertentu akan memberikan solusi pada manusia dalam menyikapi kekuasaan.

Identitas Yang Dimiliki Seseorang Menurut Samovar

1. Identitas rasial

Pada awalnya, para peneliti antropologi hanya menetapkan tiga ras utama, mongoloid, kaukasoid dan negroid-lalu menambahkan ras yang lain. Saat ini pembagian ras tersebut didasarkan pada ciri-ciri fisik seorang individu seperti warna mata, warna rambut, warna kulit dan lain-lain. 

Contoh: ras orang bekulit putih dan hitam

2. Identitas Etnis

Menurut Samovar (et. al, 2010), etnisitas atau identitas etnik berasal dari kesamaan warisan budaya, sejarah, tradisi, nilai, daerah asal dan juga terkadang kesamaan bahasa. Martin & Nakayama (2007) berpendapat bahwa etnisitas mencakup beberapa dimensi, yaitu: (1) identifiksi diri, (2) pengetahuan dari budaya etnis (tradisi, nilai, perilaku) dan (3) rasa keanggotaan dari kelompok tertentu. 

Contoh: tradisi orang maduran dan jawa

3. Identitas Gender

Identitas gender berbeda dengan identitas kelamin. Gender lebih merujuk kepada bagaimana budaya tertentu membedakan antara perbedaan peran maskulin dan feminin. Dalam dunia online game sendiri terkadang ada pembedaan dari peran gender, melalui perbedaan peran antara karakter laki-laki dan perempuan. 

Contoh: peran seorang laki-laki adalah untuk menafkahi sedangkan perempuan memasak dan mengurus anak

4. Identitas Kebangsaan/Nasional

Identitas ini merujuk pada negara tempat kita tinggal. Mayoritas individu mengaitkan identitas nasional mereka dengan negara tempat mereka dilahirkan. Tetapi identitas ini juga bisa didapatkan melalui naturalisasi dan imigrasi. Orang-orang yang mendapatkan kewarganegaraan di tempat yang baru akan mengadaptasi beberapa atau bahkan semua aspek dari negara barunya. 

Contoh: Identitas nasional ini seringkali ditekankan ketika seseorang berada jauh dari tempat asalnya. Seseorang yang seringkali melakukan perjalanan ke luar negeri biasanya akan merespon dengan identitas nasional mereka, misalnya adalah “Saya berasal dari Indonesia”

5. Identitas Kewilayahan

Dengan pengecualian negara-negara kecil seperti Monaco, setiap negara dapat dibagi berdasakan bagian-bagian geografisnya, dan seringkali negara-negara tersebut beragam dalam karakter budayanya. Perbedaan-perbedaan ini dapat dilihat melalui etnisitas, bahasa, aksen, dialek, adat istiadat, makanan, cara berpakaian atau bahkan perbedaan sejarah dan politiknya. 

Contoh: Indonesia dibagi menjadi regional Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan lain-lain dimana tiap regional memiliki karakter yang unik.

6. Identitas Organisasi

Dalam beberapa kebudayaan, hubungan seseorang dengan sebuah organisasi merupakan sumber yang penting bagi identitasnya. Hal ini biasanya berlaku dalam kebudayaan yang kolektivistik, tetapi tidak dalam kebudayaan yang individualistik. 

Contoh: Organisasi NU yang identik dengan tahlilan

7. Identitas Personal / Pribadi

Identitas ini merujuk pada karakteristik yang memebedakan seorang individu dengan yang lainnya. Namun kebudayaan juga turut berpengaruh dalam menentukan identitas pribadi seseorang. Markus dan Kitayama mengatakan bahwa “individu yang berada dalam kebudayaan berbeda memiliki pandangan terhadap diri sendiri, orang lain dan hubungan interdependensi antar dua manusia yang berbeda” 

Contoh: perbedaan logat bahasa orang madura dan jawa

8. Identitas Siber/Maya dan Fantasi/Khayalan

Melalui internet kita juga dapat memilih dan mempromosikan apa yang menjadi karakter positif dari identitas kita dan membuang elemen-elemen negatif, atau bahkan membentuk identitas yang benar-benar berbeda dengan identitas yang sebenarnya dipunyai. 

Contoh: dalam dunia maya seringkali orang cakap dalam berbicara menggunakan media mengetik, tetapi pada kenyataannya mereka gugup dalam berbicara didalam realitasnya.

Perbedaan Lintas Budaya Sebagai Sunnatullah

Masyarakat majemuk bagian dari sunnatullah, yang memberikan sumbangan besar bagi munculnya ketegangan, konflik dan krisis sosial, sehingga tuntutan reformasi sistem pendidikan Islam yang terkesan sebagai alat indoktrinasi yang anti realitas multikultural perlu dilakukan agar mampu menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan mampu beradaptasi dengan berbagai golongan yang berbeda namun tetap tidak terlepas dari akar budaya, agama, jati dirinya, dalam masyarakat yang plural sebagai manusia paripurna. 

Islam memiliki misi rahmatan lil alamin bagi kehidupan sosial, setidaknya dari misi ini jika ditelusuri dalam ajaran Islam, subtansi “multikultural” bukanlah hal yang baru. Esensi multikultural yang menghendaki pengakuan dan penghormatan terhadap orang lain yang berbeda ras, suku, bahasa, adat istiadat, bahkan agama sekalipun, sebagaimana Islam menegaskan bahwa keaneragaman manusia (jenis kelamin, suku, bangsa, dll) dalam kehidupan adalah sunnatullah atau alamiah sebagaimana yang terurai di dalam Qs. Al-Hujurat 49:13 dalam ayat ini paling tidak bisa diketahui dengan keragaman manusia tersebut, manusia di harapkan mampu menciptakan kedamaian dengan saling mengenal dan berlomba dalam kebaikan. Fakta ayat ini menyebutkan bahwa Islam memperkokoh toleransi dan memberikan aspirasi terhadap multikulturalisme, dan menegaskan terdapat hubungan yang kuat antara nilai-nilai (agama) dalam kebangsaan dengan dilandasi semangat humanitas dan universalitas Islam. Hal ini merupakan wujud dari posisi Islam sebagai agama terbuka (open religion) yang menghendaki munculnya sikap inklusif sebagai bentuk justifikasi keterbukaan Islam terhadap realitas kemajemukan manusia. 

Dalam menyelesaikan sebuah konflik baik budaya atau yang lainnya didalam Islam sudah ada yang namanya Konsep keadilan, musyawarah, dan persamaan, konsep ini merupakan upaya Islam untuk membangun keadilan sosial dalam menghargai dan menghormati keberagaman manusia melalui demokrasi. Jadi ketika orang Islam mempelajari Islam secara kaffah maka akan tumbuh sikap toleransi yang tinggi baik dalam perbedaan budaya, agama dsb.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar