Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analisis Komunikasi Politik Pada Pilkada 2020 Kabupaten Jember

Analisis Komunikasi Politik Pada Pilkada 2020 Kabupaten Jember Media yang digunakan adalah Media Penyiaran JTV yang diakses melalui media YouTube dalam Debat Publik Ahad, 15 November 2020 dengan tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah Ditengah Pandemi Covid-19” Saluran atau media politik biasanya selalu identik dengan media yang membawakan pesan politik yang nantinya akan didengarkan atau dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Dengan berkembangnya teknologi, kini hadir media massa yang juga memiliki pengaruh yang besar terhadap pesan komunikasi politik. Kekuatan media massa sebagai saluran untuk mempengaruhi khalayak, telah banyak memberikan andil dalam pembentukan opini publik. Kemampuan melipatgandakan pesan-pesan politik di media massa mempunyai dampak terhadap berubahnya perilaku pemilih.

Analisis Komunikasi Politik Pada Pilkada 2020 Kabupaten Jember

Analisis Komunikasi Politik Pada Pilkada 2020 Kabupaten Jember

Komunikator Politik

Komunikator politik biasanya lebih menekankan tentang bagaimana seorang komunikator menyampaikan pesan yang berbau dengan kepentingan politik. Akan tetapi kepentingan utama dalam proses komunikasi politik itu sendiri biasanya untuk kepentingan orang banyak. Komunikasi politik biasanya dilakukan dalam proses pengambilan keputusan. 

Merawat Ketokohan, memantapkan kelembagaan politik, menciptakan kebersamaan dan membangun konsensus merupakan keputusan sttrategis yang tepat bagi komunikastor politik. 
Ada Tiga Kandidat Pasangan Bupati-Wakil Bupati Jember dalam Pilkada Jember 2020, yakni pasangan Nomer 1 (Hj. Faida-Vian), pasangan Nomer 2 (H. Hendy-Gus Firjaun), dan Nomer 3 (Salam-Ifan).

1. Hj. Faida-Vian

Paslon no 1 ini maju di pilkada jember melalui jalur perseorangan atau independen dengan membawa kekuatan suara 146.487 dukungan. Faidah merupakan calon bupati pertahana yang sebelumnya pernah menjabat bupati pada periode 2015-2020. Selain pertahana, ia adalah seorang dokter dan pengusaha dibidang kesehatan. Lalu wakilnya yang biasa dikenal mas Vian adalah seorang pengusaha muda dari Jember yang bergerak pada bisnis di perkebunan kopi. Pasangan ini juga seorang petani sehingga mereka paham betul dengan problematika yang ada dalam sektor pertanian.

2. H. Hendy-Gus Firjaun

Paslon no 2 diusung melalui jalur partai politik yaitu 5 parpol, diantaranya: Gerindra, Nasdem, PKS, PPP, Demokrat, dengan 28 kursi di parlemen. Hj. Hendi merupakan seorang pengusaha di kabupaten Jember. Dikenal dengan pengusaha busana muslim, air mineral, serta bisnis pertunjukan. Ia juga seorang PNS. Lalu Gus Firjaun adalah kyai dari kalangan NU. Beliau adalah pengasuh pondok pesantren as-siddiqi putera Talangsari, dimana beliau adalah putera dari KH. Ahmad Siddiq. Beliau juga pernah menjadi anggota DPRD Jawa Timur.

Paslon no 2 ini ada sosok kiyai dimana ketokohannya sangat berpengaruh sehingga ini yang menjadi salah satu senjata untuk meraup suara. Kiai adalah pemimpin non formal sekaligus pemimpin spiritual, dan posisinya sangat dekat dengan kelompokkelompok masyarakat lapisan bawah di desa-desa. Sebagai pemimpin di masyarakat, sosok kiai memiliki Jemaah komunitas dan massa yang diikat oleh hubungan keguyuban yang eratdan ikatan budaya petrenalistik. Petuah-petuahnya selalu didengar, diikuti, dan dilaksanakan oleh Jemaah, komunitas, dan massa yang dipimpinnya. 

3. (Salam-Ifan)

Paslon no 3 berangkat dari partai politik dengan 6 parpol, yaitu: PDIP, PKB, PAN, Perindo, Golkar, dan Partai Berkarya, dengan 22 kursi di parlemen. Biasa disebut dengan Cak Salam adalah seorang pengusaha di bagian property kabupaten Jember. Sedangkan, Ivan pernah menjadi jurnalis TV nasional di Jakarta. Kemudian ia banting setir menjadi pengusaha di Jakarta yang bergerak di bidang pertahanan dan keamanan.

Komunikan Politik

Yang menjadi komunikan politik selain dari Mahasiswa Komunikasi Politik KPI Semester 5 IAIN adalah audien, khalayak umum, dan masyarakat kabupaten Jember.
Masyarak adalah bagian dari yang menjadi penerima pesan. Karena masyarakatlah yang menjadi sasaran dari penyampaian pesan dari komunikasi politik itu sendiri. 
Dalam politik berdasarkan kerangka lasswell, bahwa Setiap warga negara berhak untuk melibatkan diri dalam aktivitas politik.  Hal ini menunjukkan bahwa siapa saja diantara penduduk dapat berkontribusi dalam ruang kontestasi politik, mulai dari pejabat negara (eksekutif, legislatif, yudikatif) hingga partai politik, dan lembaga politik lainnya.

Pesan Komunikasi Politik

Karakter pesan komunikasi politik senantiasa memiliki keterkaitan dengan politik, yakni menyangkut segala kepentingan penjatahan sumber daya publik. Dengan kata lain, pesan-pesan komunikasi politik memiliki relevansi yang tinggi dengan penjatahan sumber daya publik. 

1. Penguasaan materi

Paslon 1:

Dalam menyampaikan visi misi pasangan ini menjelaskan dengan gambaran besar tentang visi misinya dimana diantaranya adalah tentang peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur dan lain-lain. Dalam menjelaskannya pasangan ini cukup terampil dan Faida menjelaskan prestasi yang dimiliki jember ketika dibawah kepemimpinannya sehingga ini menjadi poin lebih bagi pasangan ini.

Pada pertanyaan mengenai APD, pasangan ini cepat dalam menjawab, serta terampil dalam memberikan penjelasan, tetapi masih melihat sebagai refrensinya didalam menjawab. Kemudian pertanyaan selanjutnya pasangan ini memberikan jawab yang ssesuai, terampil dan tepat. Lalu pada pertanyaan tantang bagaimana langkah dan strategi dalam menata, memanfaatkan, dan mendistribusikan sumber daya ekonomi, pasangan ini menjawabnya dengan data menguasai terhadap pertanyaannya. Dan terakhir, pertanyaan tentang daya saing daerah, pasangan ini sangat terampil dan penuh strategi dalam menjawab sehingga menguasai terhadap apa yang menjadi permasalahan terhadap pertanyaan.

Paslon 2:

Dalam menyampaikan visi misinya pasangan ini terlalu berlarut-larut shingga waktunya tidak cukup, dimana seharusnya memaparkan poin-poin penting dalam visi-misinya, tetapi H. Hendi menghabiskan waktunya dengan cerita kunjungannya kepada masyarakat sehingga poin visi misinya kurang.

Pada pertanyaan mengenai APD, pasangan ini tenang dalam menjawab walaupun gestur mereka mengatakan agak kaku dalam menyampaikan pesan. Lalu pada pertanyaan tantang bagaimana langkah dan strategi dalam menata, memanfaatkan, dan mendistribusikan sumber daya ekonomi, pasangan ini memberikan jawaban yang tegas terhadap persoalan itu. Dan pada pertanyaan tentang daya saing daerah, pasangan ini menjawab bahwa akan menggunkan dengan terstruktur baik dan benar potensi-potensi yang ada di daerah

Paslon 3:

Pada awal saat Salam dalam mempaparkan terlihat gugup dan terlalu terpaku pada bahan bacaan atau kertas yang dibawanya shingga pemaparan kurang maksimal lalu hal ini di minimalisir oleh gaya pemaparan yang dilakukan oleh ivan.

Pada pertanyaan mengenai APD, pasangan ini sangat jelas dalam menjawab dan mudah dipahami, tetapi wakilnya tidak ada waktu dalam menyampaikan pendapatnya. Lalu pada pertanyaan tantang bagaimana langkah dan strategi dalam menata, memanfaatkan, dan mendistribusikan sumber daya ekonomi, pasangan ini cukup tanggap dalam memberikan jawaban. Dan pertanyaan tentang daya saing daerah, pasangan ini selalu mengatakan bahwa Jember memiliki kekayaan terutama di sektor pertanian, seingga kalau dikelola dengan baik maka kata kemiskinan akan hilang dari kota jember. Jargon tersebut sangat kuat pengaruhnya dalam masyarakat jember karena masyarakat jember banyak sekali yang bergerak dibidang pertanian.

2. Kemampuan berkomunikasi publik

Paslon 1: 

Dalam komunikasi publik seluruh gestur tubuh juga merupakan pesan yang dapat menggambarkan pesan atau kesan tertentu, pasangan ini dalam berkomunikasi publik terlihat lebih matang dan siap ini disebabkan karena Faida sudah mulai terbiasa dengan komunikasi publik selama ia menjabat di periode sebelumnya ini menjadi poin lebih dimana kesan komunkikasi yang disampaikan faida terlihat tegas, siap dan matang baik dalam menjawab pertanyaan atau dalam memaparkan visi misinya

Paslon 2: 

Meski di awal H. Hendi terlihat gugup dalam menyampaikan pesannya terlihat dari gerakan gerakan tubuh yang tidak diperlukan. Tetapi dari pertengahan acara sampai berakhir pasangan ini cukup jelas dan tegas dalam menyampaikan argumennya. Akan tetapi paslon no 2 memiliki sosok kiyai yaitu gus Fijoun dimana dalam penyampainnya luwes dan santai. Kun Wazis mengkalsifikasi bahwa kiyai berdasarkan orientasinya ada 3 yaitu kiyai spiritual, kiyai advokatif dan kiyai politik dalam jurnalnya disebutkan bahwa yang dimaksud kyai politik, yaitu pengasuh pondok pesantren yang senantiasa peduli pada organisasi politik dan juga pada kekuasaan.

Paslon 3: 

Pasangan ini terutama pada cak Salam diawal pemaparannya sedikit terbata-bata dan gugup dan terlalu fokus pada teks. Tetapi dalam menjawab pertanya memiliki energi yang kuat dan tegas. Sedangkan Ivan lebih kepada gaya komunkikasi yang tenang, rilek tidak tergesa-gesa dan jelas dari gestur tubuhnya mengatakan bahwa dia yakin dengan argumentasinya.

3. Komunikasi kelompok/ tim

Kekompakan yang sangat baik terdapat pada paslon no 1 dimana dari awal sangat kompak matang dan tegas sampai closing statement pun mereka melantunkan pantun dan waktunya pas juga dalam mealokasikan waktu mereka seimbang. Paslon no 2 keteteran dalam membagi waktu dimana kesalahan ini terjadi pada awal pemaparan dimana H. Hendi terlalu berlarut pada sebuah kisah kunjungannya sehingga gus Firjoun tidak memiliki waktu cukup dalam memaparkan argumen. Paslon no 3 juga kurang kompak dimana ada satu sesi dimana wakilnya yaitu iven tidak memiliki waktu bicara, sampai closing statement mereka terlihat kurang kompak tetapi dalam menjawab pertanyaan mereka sangat bersinergi dan kompak terutama terhadap permasalahan di sektor pertanian.

Efek Komunikasi Politik

Efek komunikasi politik bisa diibaratkan sebagai alat ukur bagaimana pesan yang disampaikan oleh komunikator politik itu sukses dan bisa diterima atau tidak. Apabila pesan tersebut diterima maka efek yang ditimbulkan akan mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan dari pesan itu disampaikan, akan tetapi bila pengaruh tersebut tidak kuat bahkan cenderung gagal maka akan membuat pesan yang disampaikan komunikator tadi tidak akan berarti apa-apa. 

Efek dari komunikasi politis tidak hanya ditentukan oleh isi dari pesan komunikasi politis itu sendiri, tetapi oleh konteks historis di mana proses komunikasi itu berlangsung, dan terutama lingkungan politis, yang berlaku di setiap waktu. Mutu pesan, kesempurnaan dan ketrampilan tentang konstruksi nya , sama sekali tidak berarti jika pendengar tidaklah mau menerima. 

1. Efek informasi

Audien bisa menangkap pengetahuan berupa informasi dari visi misi yang mereka paparkan, juga informasi terhadap pertanyaan yang berupa problematika dalam masyarkat bagaimana cara mengatasinya ketika paslon menang shingga hal tersebut bisa menjadi refrensi masyarakat dalam menggunkan hak pilihnya.

2. Efek sikap

Sikap dari peserta audien yang mengikuti live streaming banyak sekali yang mengkomentari baik dari yang positif hingga yang negatif, audience dalam kolom komentar menunjukkan bentuk dukungannya terhadap salah satu kandidat. Sering sekali gestur dari paslon yang memaparkan presentasinya yang ditangkap oleh audien seperti cak Salam yang gugup dll.

3. Efek perilaku

Respon dari audien hanya menunjukkan bentuk dukungannya terhadap salah satu paslon saja bahakan ada yang menghina terhadap paslon lain sehingga segala pemaparan dari paslon menjadi jelek. Misalnya masalah Faida dengan DPR dimana tidak sedikit yang menganggapnya buruk sehingga ketika Faida memaparkan visi misinya didalam debat tersebut menjadi tidak penting. Di sisi lain banyak muncul jargon-jargon seperti “Manut Kiyai” “Wayae mbenahi Jember” “Salam Metal” dll