Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara dan Pengertian Wudhu, Tayamum, dan Mandi Besar

Cara dan Pengertian Wudhu, Tayamum, dan Mandi Besar - caraku.id Dalam melaksanakan ibadah shalat, setiap muslim wajib untuk mensucikan dirinya dari hadas besar maupun kecil. Contohnya, ialah berwudhu, tayamum,dan mandi besar. Hal ini ini berupa wajib dilaksanakan ketika hendak melaksanakan sholat, sebagai kewajiban kita dan tujuan hidup sebagai Abdullah yang menghambakan diri kepada Allah.

Wudhu merupakan suatu hal yang tiada asing bagi setiap muslim, sejak kecil ia telah mengetahuinya bahkan telah mengamalkannya. Akan tetapi apakah wudhu yang telah kita lakukan selama bertahun-tahun atau bahkan telah puluhan tahun itu telah benar sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam? Karena suatu hal yang telah menjadi konsekuensi dari dua kalimat syahadat bahwa ibadah harus ikhlas mengharapkan ridho Allah dan sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam. Demikian juga telah masyhur bagi kita bahwa wudhu merupakan syarat sah sholat yang mana jika syarat tidak terpenuhi maka tidak akan teranggap/terlaksana apa yang kita inginkan dari syarat tersebut.

Tidak hanya wudhu, bersuci bisa dilakukan dengan tayamum, jika dalam situasi tertentu kita tidak dapat memperoleh atau tidak dapat bersentuhan dengan air di karenakan sakit. Untuk lebih jelasnya mari kita baha bersama seputar wudhu, tayamum dan mandi besar.

Cara dan Pengertian Wudhu, Tayamum, dan Mandi Besar

Cara dan Pengertian Wudhu, Tayamum, dan Mandi Besar

A. Wudhu

1. Pengertian Wudhu

Menurut bahasa, Wudhu artinya Bersih dan Indah. Sedangkan menurut istilah (syariah islam) artinya menggunakan air pada anggota badan tertentu dengan cara tertentu yang dimulai dengan niat guna menghilangkan hadast kecil. Wudhu merupakan salah satu syarat sahnya sholat (orang yang akan sholat, diwajibkan berwudhu lebih dulu, tanpa wudhu shalatnya tidak sah.

2. hadist atau dalil

                 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat maka basuhlah mukamu, kedua tanganmu sampai siku dan sapulah kepalamu serta basuhlah kedua kakimu sampai mata kaki." (Al-Maidah 5:6)

Dari rasulullah  saw dia bersabda: Salat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima apabila ia berhadas hingga ia berwudu." (H.R. Abu Hurairah).

3. Tata Cara

Tata cara wudhu adalah sebagai berikut :

a.  Apabila seorang muslim mau berwudhu maka hendaknya ia berniat di dalam hatinya kemudian membaca Bismillahirrahmanirrahim

b. Kemudian disunnahkan mencuci kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali sebelum memulai wudhu.

c. Kemudian berkumur-kumur.

d. Lalu menghirup air degan hidung lalu mengeluarkannya.

e. Lalu mencuci muka. Batas muka adalah dari batas tumbuhnya rambut kepala bagian atas sampai dagu dan mulai dari batas telinga kanan hingga telinga kiri.

f. Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku.

g. Kemudian mengusap kepala beserta kedua telinga satu kali dimulai dari bagian depan kepala lalu diusapkan ke belakang kepala lalu mengembalikannya ke depan kepala.

h. Mengusap kedua telinga.

i. Lalu mencuci kedua kaki sampai kedua mata kaki.

j. Ketika berwudhu wajib mencuci anggota-anggota wudhunya secara berurutan

B. Tayamum

1. Pengertian Tayamum

Kata tayamum menurut bahasa arabnya ialah qashdu atau maksud atau sengaja. Di dalam surat Al-Baqarah ayat 267 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk, sebagaiannya unuk kamu nafkahkan,  padahal kamu sendiri tidk mau mengambilnya, kecuali dengan memejamkan mata! Ketahuilah, bahwa Allah maha kaya dan maha terpuji.

Adapun menurut istilah, berarti menyapu muka dan dua tangan sampai siku-siku dengan beberapa syarat tertentu sebagai pengganti wudlu atau mandi wajib. Syafi’iyah dan malikiyh menambahkan kaedah ini dengan “dengan niat” karena ia termasuk rukunya menurut mereka.Tayammum merupakan rukhshah (keringanan) bagi orang yang berhalangan menggunakan air atau bagi orang yang tidak mendapatkan air. Dasar ditetapkannya tayammum adalah firman Allah dalam al-Quran surat al-Maidah (5) ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُون

Yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan lalu kamu tidak mendapatkan air, maka hendaklah kamu bertayammum dengan tanah yang baik, sapulah mukamu dan kedua tanganmu dengan tanah tersebut.

2. Macam-macam tayamum

a. Tayamum fardu

Ini diperlukan atas orang yang wajib padanya untuk berwudlu atau mandi, karena akan menyentuh musyhaf al-quran dan lain-lain

b. Tayamum mandub

Ini disunatkan atas siapa yang mempunyai hal yang menyunatkan wudlu dan tidak menemukan apa yang dapat digunakan untuk berwudlu. Dia boleh bertayamum dan salat dengannya.

3. Syarat- syarat Tayamum

a. Adanya halangan (udzur) karena berpergian atau sakit

b. Masuknya waktu shalat

c. Harus mencari air dahulu

d. Terhalang memakai air

e. Harus dengan debu yang suci

4. Fardhu tayamum

a. Niat

b. Mengusap muka

c. Mengusap kedua tangan sampai siku-siku

d. Tertib atau urut

5. Sunnah Tayamum

a. Membaca Bismillahirrohmannirrohim

b. Mendahulukan tangan yang kanan diatas tangan yang kiri dari kedua tangan dan mendahulukan bagian atas wajah atas bagian bawahnya.

c. Urut

C. Mandi Besar

1. Pengertian

Pengertian mandi besar adalah Dalam bahasa Arab, mandi janabah disebut dengan ghusl janabah (غسل الجنابة) atau biasa disingkat dengan al-ghusl (الغسل). Secara bahasa istilah al-ghusl memiliki makna menuangkan air ke seluruh tubuh.  Sedangkan istilah janabah (الجنابة) bermakna jauh, lawan dari dekat . Di mana istilah janabah dalam fiqih dipakai untuk menunjukkan kondisi seseorang yang keluar air maninya atau telah melakukan hubungan suami istri. Dan disebut jauh, karena seseorang itu junub; menjauhi shalat, masjid, dan membaca al-Quran. Dalam trandisi lisan bangsa Indonesia, mandi janabah sering juga disebut dengan istilah 'mandi wajib'. Di mana mandi ini merupakan tatacara ritual yang bersifat ta’abbudi dan bertujuan menghilangkan hadats besar.

Sedangkan secara istilah, mandi didefinisikan sebagaimana berikut: Memakai air yang suci pada seluruh badan dengan tata cara tertentu dengan syarat-syarat dan rukunrukunnya.

2. Sebab Mandi Janabah

Para ulama umumnya sepakat bahwa sebab yang mewajibkan seorang muslim untuk melakukan mandi janabah, atau yang menyebabkannya menjadi junub ada 6 hal. Tiga hal di antaranya dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan. Dan tiga yang lain hanya terjadi pada perempuan.

a. Keluar Mani

Para ulama sepakat bahwa keluarnya air mani menyebabkan seseorang mendapat janabah, baik dengan cara sengaja seperti jima’ atau masturbasi;  maupun dengan cara tidak sengaja, seperti mimpi atau sakit; demikian pula terjadi pada laki-laki maupun wanita. 

b. Bertemunya Dua Kemaluan

Maksud dari bertemunya dua kemaluan adalah kemaluan laki-laki dan kemaluan wanita. Istilah ini disebutkan dengan maksud persetubuhan (jima').

c. Meninggal

Para ulama sepakat bahwa seseorang yang meninggal dunia dari kalangan umat Islam membuat orang Islam yang hidup, wajib untuk memandikan jenazahnya.

d. Haid

Haid atau menstruasi adalah kejadian alami yang wajar terjadi pada seorang wanita dan bersifat rutin bulanan. Keluarnya darah haid itu justru menunjukkan bahwa tubuh wanita itu sehat. AlQur’an sendiri menyebut wanita yang haid sedang mengeluarkan kotoran. Dan para ulama sepakat bahwa haid juga merupakan sebab diwajibkan mandi janabah.

e. Nifas

Nifas merupakan darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita setelah melahirkan.  Para ulama sepakat bahwa nifas termasuk yang mewajibkan mandi janabah, meski bayi yang dilahirkannya dalam keadaan meninggal. Begitu berhenti dari keluarnya darah sesudah persalinan, maka wajib atas wanita itu untuk mandi janabah.

f. Melahirkan (Wiladah)

Seorang wanita yang melahirkan anak, meski anak itu dalam keadaan mati maka wajib atasnya untuk melakukan mandi janabah. Bahkan sekalipun jika saat melahirkan tidak ada darah yang keluar. Artinya, meski seorang wanita tidak mengalami nifas, namun tetap wajib atasnya untuk mandi janabah lantaran persalinan yang dialaminya.

3. Hadist Atau Dalil

hadist atau dalil mandi besar adalah sebagai berikut, yang menjelaskan secara cukup detail praktek mandi janabah Rasulullah saw

عَنْ عَا ئِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قا لَتْ: كَا نَ رَسُولُ اَللهِ إِذَا  اِغْتَسَلَ مِنْ اَلجَنَا بَةِ، يَبْدَ أُفَيَغْسِلُ يَدَ يْهِ، ثُمَّ يُفْرِ غُ بِيَمِيْنِهِ عَلَى شِمَا لِهِ، فَيَغْسِلُ فَرْ جَهُ، ثُمَّ يَتَوَ ضَّأُ، ثُمَّ يَأْ خُذُ اَلْمَاءَ فَيُدْ خِلُ أَصَا بِعَهُ فِي أُصُولِ اَلشَّعْرِ، ثُمَّ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَا تٍ، ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَا ئِرِ جَسَدِهِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Aisyah ra berkata: “Ketika mandi janabah, Nabi saw memulainya dengan:  Satu Mencuci kedua tangannya,  Dua Kemudian beliau menumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri,  Tiga lalu ia mencuci kemaluannya,  Empat kemudian berwudhu’ seperti wudhu’ orang shalat.  Lima Kemudian beliau mengambil air lalu memasukan jari-jari tangannya ke sela-sela rambutnya, Enam dan apabila ia yakin semua kulit kepalanya telah basah beliau menyirami kepalanya 3 kali,  Tujuh kemudian beliau membersihkan seluruh tubuhnya dengan air,  Delapan kemudian diakhir beliau mencuci kakinya.

4. Rukun Mandi

Fardhu mandi junub ada tiga yaitu,  Satu Niat, Dua Menghilangkan najis yang terdapat pada badan, Tiga Mengalirkan air ke seluruh rambut dan kulit badan.

5. Hal-hal yang disunnahkan saat mandi junub

a. Baca bismillah 
b. wudhu sebelum mandi junub 
c. mengusapkan tangan pada badan 
d. Muwalat (tidak terputus) 
e. mendahulukan (anggota badan) yang kanan dari yang kiri.

Simpulan         

Dari beberapa penjelasan di atas makna wudhu, jelas bahwa yang dinginkan oleh Allah dengan wudhu adalah kebersihan dan keindahan. Kata inilah yang cocok mengakomodasi thaharah secara khusus sebelum shalat. Karena shalat adalah sama halnya dengan menghadap dan bertemu Allah. Tidak mungkin bertemu dengan Dzat Yang Suci dan Maha Indah, tapi malah menanggalkan keindahan dan kesucian.