Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Peradaban Islam

Sejarah Peradaban Islam - caraku.id Menekuni sejarah peradaban Islam kurang lengkap bila tidak disertakan menekuni sejarah kehidupan manusia di Jazirah Arab (semenanjung arab) saat sebelum datangnya Islam. Sebab Islam awal timbul di Arab serta kitabnya berbahasa Arab( Suku Quraisy). Kendati sangat sedikit didapatkan data tentang sejarah kehidupan manusia di wilayah tersebut dalam kurun waktu antara 400- 571 an Masehi. Dengan kata lain, penulis dapat katakan dalam sejarah peradaban dunia, sejarah di jazirah arab spesialnya saat sebelum datangnya Islam‘ dikira’ tidak terdapat, ataupun lebih tepatnya dihilangkan dari peta sejarah peradaban dunia.

Sebagian penulis sejarah Islam umumnya mangulas Arab Pra- Islam saat sebelum menulis sejarah Islam pada masa Muhammad( 570- 632 Meter) serta sesudahnya. Mereka menggambarkan runtutan sejarah yang silih terpaut satu sama lain yang bisa membagikan data lebih komprehensif tentang Arab serta Islam tentang geografi, sosial, budaya, agama, ekonomi, serta politik Arab pra- Islam serta kedekatan dan pengaruhnya terhadap sifat orang Arab serta doktrin Islam. Kajian semacam ini membutuhkan waktu serta rujukan yang tidak sedikit, apalagi hasilnya dapat jadi suatu novel tertentu yang berjilid- jilid semacam al- Mufaṣṣal fī Tārīkh al-‘ Arab qabla al- Islām karya Jawād‘ Alī. Oleh sebab itu, kita cuma hendak mencukupkan diri pada ulasan data- data sejarah yang lebih sering di dengar serta mudah diakses menimpa perihal itu.

Sejarah Peradaban Islam

Sejarah Peradaban Islam

A. Kondisi Sosial Politik

Pakar sejarah membagi penduduk jazirah arab jadi 2 ialah Arab Baidah serta Arab Baqiyah.

Arab Baidah ialah orang- orang arab yang sudah sirna jejaknya. Serta tidak dikethui lagi kecuali sebab tersebut dalam kitab- kitab suci, semacam kalangan Angkatan darat(AD) serta kalangan Tsamud.

Arab Baqiyah( Arab Lestari) ialah orang- orang Arab yang masih ada jejaknya. Dinegeri- negeri Jazirah Arab sudah berdiri sebagian kerajaan yang sifatnya serta wujudnya 2 berbagai:

a. Kerjaan yang bermahkota, namun tunduk pada kerajaan lain( menemukan otonomi dalm negara).

b. Kerjaan tidak bermahkota, namun memiliki kemerdekaan penuh. Dia pula memiliki apa yang dimiliki oleh kerajaan- kerajaan sesungguhnya.

Kerajaan yang bermahkota sangat banyak, antara lain ialah:

1. Kerajaan Makyam, kerajaan ini terletak diselatan arabia ialah didaerah Yaman.

2. Kerajaan Saba, kerajaan ini pula berdiri didaerah Yaman yang pada waktu itu kerajaan Saba ini mengambil alih kerajaan Makyam. Kerajan Saba mulai berdiri tahun 950 SM. Mula berdirinya ialah satu kerajaan kecil saja, setelah itu meningkat besar serta luas. Sedangkan itu Kerajan Makyam serta Quthban terus menjadi kecil serta lemah. Kesimpulannya roboh serta dipahami Kerajaan Saba serta Kerajaan Saba berdiri hingga tahuhn 115 SM.

3. Kerajaan Himyar, berdiri mulai Kerajaan Saba mulai lemah. Kelemahan kerajaan Saba berikan peluang untuk kerajaan Himyar buat berkembang serta tumbuh dengan pesat sampai kesimpulannya kerajaan Himyar bisa memahami kerajaan Saba.

4. Kerajaan Hirah, sejarah keamiran Hirah ini mulai semenjak abad 111 Meter. serta terus berdiri hingga lahirnya Islam. Kerajaan ini sudah berjasa pula terhadap kebudayaan Arab, sebab masyarakat negaranya, banyak mengadakan perjalanan- perjalanan diseluruh jazirah Arab paling utama buat berniaga, dalam pada itu mereka pula menyiarkan kepandaianmenulis serta membaca.

5. Kerajaan Ghassan, nama Ghassan itu berasal dari mata air di Syam yang diucap" Ghassan". Kalangan Ghassan memerintah dibagian selatan dari negara Syam serta dibagian utara dari jazirah Arab. Mereka sudah memiliki kebuayaan yang besar, serta menganut agama Masehi yang diterimanya dari bangsa Romawi serta merekalah yang memasukkan agama Masehi itu ke jazirah Arab.

6. Hijaz, Hijaz berbeda dengan negeri- negeri arab yang lain, sudah bisa melindungi kemerdekaannya. Tidak sempat negara Hijaz dijajah, diduduki serta dipengaruhi negara- nagara asing. Perihal itu diakibatkan oleh letak serta kemiskinan negerinya, sehingga tidak memunculkan kemauan pada negara- negara lain buat menjajahnya.

7. Mekkah, ialah kota tempat berdirinya Kabah. Dikeliling Kabah didirikan bermacam arca buat disembah selaku Tuhan orang- orang Arab. Pada mulanya Mekkah serta Kabah dipahami oleh Nabi Ismail, setelah itu putra sulungnya Nabit. Setelah itu kabilah Jurhum ditukar oleh kabilah Khuzaah, yang tiba dari Yaman sehabis runtuhnya bendungan Marib, serta berkusa di Mekkah sepanjang 300 th. Dalam periode ini mereka banyak membuat kesalahan, paling utama dalam bidang agama.

8. Dalam abad V Meter, kalangan Quraisy merebut pimpinan Mekkah serta Kabah dari Khuzaah. Dibawah pimpinan kalangan Quraisy Mekkah jadi maju. Buat mengurus Mekkah serta sekitarnya, didirikanlah semacam pemerintahan oleh kalangan Quraisy. Pada era Abdul Muthalib Mekkah lebih maju serta telaga Zam- Zam disempurnakan pemugarannya ialah dalam tahun 540 Meter.

B. Kondisi Sosial dan Ekonomi

1. Kondisi Sosial Warga Arab pra Islam

Warga Arab pra Islam mempunyai budaya patriakhi yang kokoh apalagi hingga saat ini. Perihal ini dikarenaan kondisi alam yang tidak menguntungan untuk kalangan wanita uyuk melaksanakan peran- peran sosialnya.

Warga pra islam mempunyai watak watak yang baik semacam kesedehanaan, keramahtamahan, solidaritas, padai merenung, kedermawanan dean keberanian, yang seluruh watak itu apabila terkumpul dalam diri seorang diucap Muru’ ah.

Tidak hanya watak watak baik yang dipunyai oleh warga arab pra islam mereka pula mempunyai watak watak yang tidak bermoral bagi pemikiran islam. Watak watak itu antara lain merupakan:

a. Suka meminum khomer

b. Suka berjudi

c. Merendahkan derajat perempuan

d. Melaksanakan perbudakan

e. Memonopoli kekayaan

f. Mengubur hidup- hidup anak wanita, sebab kegelisahan mereka bila memiliki seseorang.

Dilihat dari segi sosiologis serta antropologis, bangsa Arab memiliki tingkatan solidaritas besar. Bangsa Arab populer mempunyai banyak kabilah yang terikat sebab terdapatnya garis generasi ataupun persamaan kepentingan, yang melindungi tiap rakyat yang terletak dalam lindungannya ataupun memohon perlindungannya. Perihal itu diakibatkan sebab bangsa Arab tidak mempunyai pemerintahan yang melindungi rakyatnya secara formal. Sehingga kabilah ini yang bertugas melindungi bila terdapat yang berupaya merampas haknya serta mengusik hak asasinya. Terdapat 2 metode dalam menekuni syair Arab di masa jahiliyah. Kedua metode itu amat besar khasiatnya ialah:

a. Menekuni syair itu selaku sesuatu kesenian, yang oleh bangsa Arab sangat dihargai

b. Menekuni syair itu dengan iktikad biar kita bisa mengenali adat istiadat serta budi pekerti bangsa Arab.

2. Kondisi Ekonomi Arab pra Islam

Kehidupan ekonomi di jazirah Arab bisa dikenal dari perniagaan yang dicoba oleh orang- orang Quraisy. Perniagaan di masa kerajaan saba’ serta Himyar meliputi perniagaan di laut serta di darat. Perniagaan di laut ialah ke India serta Cina, serta perniagaan di darat merupakan dalam jazirah Arab.

Sehabis negara Yaman dijajah oleh bangsa Habsyi serta setelah itu oleh bangsa Persi, hingga kalangan penjajah itu bisa mengusai perniagaan di laut. Hendak namun perniagaan dalam jazirah Arab berpindah ke tangan penduduk Mekah, sebab kalangan penjajah itu tidak bisa memahami bagian dalam Jazirah Arab.

Terdapat faktor- faktor yang membantu Mekah bisa memegang peranan dalam perniagaan. Paling utama orang- orang Yaman yang sudah berpindah ke Mekah, lagi mereka memiliki pengalaman yang luas dalam bidang perniagaan. Dalam pada itu, kota Makkah, dari hari ke hari meningkat mahsyur, keberadaan bangunan Ka’ bah, serta jama’ ah haji juga berdatangan dari segenap penjuru Jazirah Arab masing- masing tahun.

Penduduk Arab suka merantau buat berniaga, selaku sesuatu usaha yang utama serta sumber yang terutama untuk kehidupan mereka. Dengan demikian perniagaan suku Quraisy jadi aktif dan memperoleh kemajuan serta kemasyuran di dalam serta di luar jazirah Arab

Pengaruh dari budaya perdagangan untuk pengembangan dakwah merupakan tersebar luasnya agama- agama yang dibawa oleh para orang dagang tersebut. Tipologi seseorang orang dagang yang memiliki jiwa ekspansif, dinamis serta kasar, ikut pengaruhi kilat berkembangnya ajaran- ajaran Islam yang mereka membawa. Mereka berdakwah sembari berdagang. Mereka berdakwah dengan persuasif serta berikan tauladan yang baik dalam berdagang. Dengan perilaku itu, para kedekatan mereka banyak yang menyimpan simpatik serta kesimpulannya menjajaki ajakan masuk Islam sebagaimana yang didakwahkan oleh para mubaligh serta orang dagang tersebut.

C. Kondisi Sosial serta Moral

Dapat dikatakan kalau sejarah bangsa Arab Kuno nyaris tidak diketahui sama sekali, perihal ini sebab warga Arab saat sebelum Islam bertabiat kesukuan serta tidak terdapat nya kesatuan politik. Tidak hanya itu warga Arab tidak memahami tulisan, kecuali warga yang terletak di jazirah Arab Selatan, semacam warga kerajaan saba’ serta ma’ in.

Ada pula kondisi moral( akhlak) di kota Mekkah saat sebelum datangnya Nabi shallallāhu‘ alayhi wa sallam, orang- orang Mekkah diketahui selaku orang- orang yang suka minum khamr. Banyak sekali syair- syair jahiliyyah yang isinya puji- pujian terhadap khamr. Lantaran betapa mendarah dagingnya khamr di warga Makkah dikala itu, sampai- sampai Allah merendahkan ayat yang mengharamkan khamr secara bertahap, tidak secara langsung sekalian. Sebab khamr merupakan kerutinan orang- orang Arab yang mandarah daging. Sebagaimana kerutinan yang lain ialah main judi.

Warga Arab merupakan sesuatu warga yang mempunyai system yang baku dalam pernikahan. Kebanyakan mereka baru memperistri seseorang perempuan setelah menemukan restu keluarga pihak istri.

Di antara sikap kurang baik warga Arab Jahiliyah merupakan menanam balita wanita hidup- hidup( wa’ dul banat) sebab khawatir hinaan ataupun bercak. Cuma saja tradisi ini tidak memasyarakat di segala bangsa Arab. Motif lain dari penanaman balita wanita hidup- hidup di golongan warga kelas dasar merupakan sebab khawatir jatuh miskin, paling utama di area warga Bani Asad serta Tamim. Perlakuan terhadap anak pria merupakan penuh kasih sayang, kecuali sebagian kecil di area warga miskin anak pria pula di bunuh.

Sebaliknya kerabat serta keponakan dalam tradisi pada warga Arab Jahiliyah hendak senantiasa ditolong serta dibela baik dalam posisi benar ataupun salah. Solidaritas antar sesama anggota satu kabilah sangat kokoh, lagi perasaan tersebut terhadap kabilah lain tidak terdapat. Tenaga mereka habis buat berperang, oleh sebab 2 perihal: bersaing memperebutkan fasilitas penghidupan, semacam padang rumput dll serta bersaing memperebutkan kehormatan serta sofa kepemimpinan.

Fase kehidupan bangsa Arab tanpa tutorial wahyu Ilahi serta anugerah sangatlah panjang. contoh sebagian tradisi kurang baik warga Arab Jahiliyah.

1. Perjudian ataupun maisir. Ini ialah kerutinan penduduk di wilayah perkotaan di Jazirah

Arab, semacam Mekkah, Thaif, Shan’ a, Hijr, Yatsrib, serta Dumat angkatan laut(AL) Jandal.

2. Minum arak( khamr) serta berfoya- foya. Meminum arak ini jadi tradisi di golongan saudagar, orang- orang kaya, para pembesar, penyair, serta sastrawan di wilayah perkotaan.

3. Nikah Istibdha’, ialah bila istri sudah suci dari haidnya, si suami mencarikan untuknya lelaki dari golongan terkemuka, generasi baik, serta berkedudukan besar buat menggaulinya.

4. Mengubur anak wanita hidup- hidup bila seseorang suami mengenali kalau anak yang lahir merupakan wanita. Sebab mereka khawatir terserang aib sebab mempunyai anak wanita.

5. Menewaskan kanak- kanak, bila kemiskinan serta kelaparan mendera mereka, ataupun apalagi hanya prasangka kalau kemiskinan hendak mereka natural.

6. Ber- tabarruj( bersolek). Para perempuan terbiasa bersolek serta keluar rumah sembari menampakkan kecantikannya, kemudian berjalan di tengah kalangan lelaki dengan berlengak- lenggok, supaya orang- orang memujinya.

7. Lelaki yang mengambil perempuan selaku gundik, ataupun kebalikannya, kemudian melaksanakan ikatan intim secara terselubung.

8. Pelacuran. Memasang ciri ataupun bendera merah di pintu rumah seseorang perempuan menunjukkan kalau perempuan itu merupakan pelacur.

9. Fanatisme kabilah ataupun kalangan.

10. Berperang serta silih bermusuhan buat merampas serta menjarah harta barang dari kalangan yang lain. Kabilah yang kokoh hendak memahami kabilah yang lemah buat merampas harta barang mereka.

11. Orang- orang yang merdeka lebih memilah berdagang, menunggang kuda, berperang, bersyair, serta silih menyombongkan generasi serta harta. Lagi budak- budak mereka diperintah buat bekerja yang lebih keras serta susah.

Inilah kerusakan- kerusakan yang terjalin di bangsa Arab saat sebelum diutusnya Nabi. Ada pula di era ini, kerapkali kita mendengar terbentuknya pertengkaran serta peperangan cuma gara- gara pertandingan bola, satu sama lain silih mengejek kemudian silih menewaskan, apalagi negeri yang satu mengejek negeri yang lain, sangat ini betul- betul sangat memalukan

D. Kondisi Sosial serta Budaya

Kala mereka diserbu musuh hingga suku yang bersekutu dengan mereka umumnya turut menolong serta rela mempertaruhkan apa saja buat menolong kawan sekutunya itu. Di sinilah bisa kita amati terdapatnya faktor kesetiakawanan yang terdapat di antara mereka. Tidak hanya itu, manakala seseorang anggota suku diserbu oleh suku lain hingga segala anggota harus membela anggotanya walaupun anggotanya itu salah. Mereka tidak memandang kesalahan terdapat di pihak mana. Perihal berarti yang mereka jalani merupakan membela sesama anggota suku. Seperti itu yang bisa kita amati dari perilaku fanatisme serta patriotisme yang terdapat di dalam kehidupan warga Badui.

Tidak bisa dipungkiri kalau kondisi geografis Arab sangat besar pengaruhnya terhadap kejiwaan masyarakatnya. Arab selaku daerah tandus serta gersang sudah menyelamatkan masyarakatnya dari serbuan musuh- musuh luar. Pada sisi yang lain, kegersangan ini mendesak mereka jadi pengembara- pengembara serta orang dagang wilayah lain. Keluasan serta kebebasan kehidupan mereka di padang pasir pula memunculkan semangat kebebasan serta individualisme dalam individu mereka. Kecintaan mereka terhadap kebebasan ini menimbulkan mereka tidak sempat dijajah bangsa lain.

Kondisi kehidupan Arab menjelang kelahiran Islam secara universal diketahui dengan istilah era jahiliyah. Perihal ini disebabkan kondisi sosial politik serta keagamaan warga Arab dikala itu. Perihal itu diakibatkan sebab dalam waktu yang lama, warga Arab tidak mempunyai nabi, kitab suci, pandangan hidup agama serta tokoh besar yang membimbing mereka. Mereka tidak memiliki sistem pemerintahan yang sempurna serta tidak mengindahkan nilai- nilai moral. Pada dikala itu, tingkatan keberagamaan mereka tidak berbeda jauh dengan warga primitif.

Sebetulnya semenjak era jahiliyah, warga Arab mempunyai bermacam watak serta kepribadian yang positif, semacam watak pemberani, ketahanan raga yang prima, energi ingat yang kokoh, pemahaman hendak harga diri serta martabat, cinta kebebasan, setia terhadap suku serta pemimpin, pola kehidupan yang simpel, ramah tamah, mahir dalam bersyair serta sebagainya. Tetapi sifat- sifat serta kepribadian yang baik tersebut seolah tidak terdapat maksudnya sebab sesuatu kondisi yang menyelimuti kehidupan mereka, ialah ketidakadilan, kejahatan, serta kepercayaan terhadap tahayul.

Pada masa itu, kalangan perempuan menempati peran yang sangat rendah sejauh sejarah umat manusia. Warga Arab pra Islam memandang perempuan ibarat fauna piaraan apalagi lebih hina lagi. Sebab para perempuan sama sekali tidak memperoleh penghormatan sosial serta tidak mempunyai apapun. Kalangan pria bisa saja mengawini perempuan semau hatinya serta menceraikan mereka semaunya. Apalagi terdapat suku yang mempunyai tradisi yang sangat kurang baik, ialah suka mengubur anak wanita mereka hidup- hidup. Mereka merasa terhina mempunyai kanak- kanak wanita. Muka mereka hendak memerah apabila mendengar isteri mereka melahirkan anak wanita. Perbuatan itu mereka jalani sebab mereka merasa malu serta takut anak perempuannya hendak bawa kemiskinan serta kesengsaraan serta kehinaan.

Tidak hanya itu, sistem perbudakan pula menggila. Budak diperlakukan majikannya secara tidak manusiawi. Mereka tidak memperoleh kebebasan buat hidup seperti manusia merdeka. Apalagi para majikannya tidak tidak sering menyiksa serta memperlakukan para budak semacam fauna serta benda dagangan, dijual ataupun dibunuh.

Secara garis besar kehidupan sosial warga Arab secara totalitas serta warga kota Mekkah secara spesial betul- betul terletak dalam kehidupan sosial yang tidak benar ataupun jahiliyah. Dalam suasana inilah agama Islam lahir di kota Mekkah dengan diutusnya Muhammad saw. selaku nabi serta rasul Allah.

Secara pendek bisa disimpulkan keaadaan sosial serta kebudayaan bangsa Arab saat sebelum islam di antara lain: Orang- orang Arab saat sebelum kehadiran Islam merupakan orang- orang yang menyekutukan Allah( musyrikin), ialah mereka menyembah patung- patung serta menyangka patung- patung itu suci. Kerutinan mereka yakni menewaskan anak pria mereka sebab khawatir kemiskinan serta kelaparan. Mereka menguburkan kanak- kanak wanita mereka hidup- hidup sebab khawatir malu serta celaan. Mereka orang- orang yang suka berselisihan, yang suka bertengkar, lantaran sebab- sebab kecil, karena segolongan dari mereka memerangi hendak segolongannya

E. Sistem Keyakinan serta Agama

1. Sistem Keyakinan Bangsa Arab Saat sebelum Islam

Warga Arab lama( saat sebelum Islam) mempunyai kepercayaan Animisme, yakni suatu faham yang berpikiran kalau tiap barang memiliki roh, serta roh tersebut mempunyai kekuatan ghaib yang diucap Mana serta diketahui selaku“ Kalangan Watsani” ialah kalangan yang menyangka Tuhan mereka dalam wujud patung- patung sembahan yang mereka anggap selaku Tuhan. Mereka yakin hendak Tuhan Yang Esa, Tetapi mereka pula meyakini terdapatnya roh- roh penguasa yang di anggap serta diperlakukan selaku Tuhan. Berbeda dengan Islam yang mengarahkan buat meng- Esakan Allah serta cuma kepada- Nya beribadah tanpa perantara apapun.

Saat sebelum Islam tiba penduduk Arab menganut agama yang beragam, serta Jazirah Arab sudah ditempati oleh sebagian ideolgi, kepercayaan( keagamaan). Bangsa Arab saat sebelum Islam telah menganut agama yang mengakui Allah selaku tuhan mereka. Keyakinan ini diwarisi turun temurun semenjak nabi Ibrahim as serta Ismail as. Keyakinan yang menyimpang dari agama yang hanif diucap dengan Watsniyah, ialah agama yang mempersyarikatkan Allah dengan mengadakan penyembahan kepada:

a. Anshab, batu yang mempunyai bentuk

b. Autsa, arca yang dibuat dari batu

c. Ashnam, arca yang dibuat dari kayu, emas, perak, logam serta seluruh arca yang tidak dibuat dari batu.

2. Agama-agama Warga Arab Pra Islam

Agama- agama yang terdapat pada dikala itu antara lain:

1. Yahudi

Agama ini dianut orang- orang Yahudi yang berimigrasi ke Jazirah Arab. Wilayah Madinah, Khaibar, Fadk, Wadi Angkatan laut(AL) Qura serta Taima’ jadi pusat penyebaran pemeluknya. Yaman pula dimasuki ajaran ini, apalagi Raja Dzu Nuwas Angkatan laut(AL) Himyari pula memeluknya, Ia memohon penduduk Najran supaya masuk agama Yahudi, jika tidak hendak dibunuh. Sebab mereka menolak, hingga digalilah suatu parit serta dipasang api di dalamnya.

2. Kristen

Agama ini masuk ke kabilah- kabilah Ghasasinah serta Angkatan laut(AL) Munadzirah. Terdapat sebagian gereja besar yang populer. Misalnya, gereja Hindun Angkatan laut(AL) Aqdam, Angkatan laut(AL) Laj serta Haaroh Maryam. Demikian pula masuk di selatan Jazirah Arab berdiri gereja di Dzufaar. Yang lain, terdapat yang di‘ And serta Najran. Ada pula di golongan suku Quraisy yang menganut agama Nashrani merupakan Bani Asad bin Abdil Uzaa, Bani Imri- il Qais dari Tamim, Bani Taghlib dari kabilah Rabi’ ah serta sebagian kabilah Qudha’ ah. Kristen di Jazirah Arab serta sekitarnya saat sebelum kehadiran Islam tidak ternodai oleh kejadian yang seram semacam itu. Yang terdapat merupakan pertikaian di antara sekte- sekte Kristen yang meruncing. Bagi Muḥammad‘ Abid al- Jabiri, al- Quran memakai sebutan“ Naṣara” bukan“ al- Masiḥiyah” serta“ al- Masiḥi” untuk penganut agama Kristen.

3. Majusiyah

Sebagian sekte Majusi masuk ke Jazirah Arab di Bani Tamim. Di antara lain, Zaraarah serta Haajib bin Zaraarah. Demikian pula Angkatan laut(AL) Aqra’ bin Haabis serta Abu Sud( kakek Waki’ bin Hisan) tercantum yang menganut ajaran Majusi ini, agama ini pula masuk ke wilayah Hajar di Bahrain.

4. Paganisme

Keyakinan dengan menyembah ratusan arca berhala yang beragam wujudnya disekitar ka’ bah, bintang- bintang serta matahari yang mereka peruntukan selaku sesembahan tidak hanya Allah. Penyembahan bintang- bintang pula timbul di Jazirah Arab, spesialnya di Haraan, Bahrain serta di Makkah, kebanyakan Bani Lakhm, Khuza’ ah serta Quraisy. Sebaliknya penyembahan matahari terdapat di negara Yarnan. Penyembahan tersebut bisa mendekatkan mereka pada tuhan sebagaimana yang tertera dalam alqur’ an, Agama pagan telah terdapat semenjak masa saat sebelum Ibrahim. Paling tidak terdapat 4 istilah untuk berhala- hala itu:

a.Ṣanam berupa manusia terbuat dari logam ataupun kayu.

b. Wathan pula terbuat dari batu.

c. Nuṣub merupakan batu karang tanpa sesuatu wujud tertentu.

d.Ḥubal berupa manusia yang terbuat dari batu akik.

5. Angkatan laut(AL) Hunafa’

Salah satu corak beragama yang terdapat saat sebelum Islam tiba tidak hanya 3 agama di atas merupakanḤanifiyah, ialah sekelompok orang yang mencari agama Ibrahim yang murni yang tidak terkontaminasi oleh nafsu penyembahan berhala- berhalam, pula tidak menganut agama Yahudi maupun Kristen, namun mengakui keesaan Allah. Mereka berpandangan kalau agama yang benar di sisi Allah merupakanḤanifiyah, selaku aktualisasi dari millah Ibrahim.

Simpulan

Bangsa Arab merupakan salah satu entitas yang berasal dari generasi Sam, putra tertua Nabi Nuh. Entitas yang lain merupakan Romawi serta Persia. Mereka berdomisili disekitar daerah barat energi daratan Asia( al- Janub al- Gharbi min Asia), ataupun yang biasa diketahui dengan Semenanjung Arabia.

Kondisi politik internal daerah Arabia di masa Jahiliyah memjelang kehadiran Islam pada dasarnya terpecah- pecah, tidak memahami kepemimpinan sentral maupun persatuan. Kepemimpinan politik di situ didasarkan pada suku- suku ataupun kabilah- kabilah guna mempertahankan diri dari serbuan suku- suku yang lain. Sumber ekonomi utama yang jadi pemasukan orang Arab merupakan perdagangan serta bisnis.

Salah satu kelebihan bangsa Arab merupakan terletak pada bahasanya. Bahasa Arab ialah salah satu bahasa rumpun Semit yang sangat sempurna serta sanggup bertahan dari pilih alam sampai Islam tiba, setelah itu hadapi pertumbuhan sangat pesat karenanya. Bangsa Arab saat sebelum Islam banyak yang menyembah berhala.