Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah dan Fungsi Media Massa

Sejarah dan Fungsi Media Massa - caraku.id Media massa secara nyata telah menunjukan eksistensinya mulai dulu hingga sekarang. Posisinya sebagai penyalur informasi pada khalayak banyak menjadikannya begitu penting di setiap era dunia. Walaupun bentuk media massa telah lama berubah-rubah dari era ke era demi memudahkan khalayak menerima informasi.

Revolusi bentuk media massa dari era ke era menunjukan begitu pentingnya bentuk komunikasi massa bagi manusia sebagai makhluk sosial. Manusia butuh pengakuan sehingga berusaha menunjukan eksistensinya pada khalayak banyak. Selain itu informasi telah menjadi kebutuhan strategis bagi manusia. Baik secara langsung maupun tidak langsung, informasi akan mempengaruhi jalan pikiran manusia untuk bertahan hidup.

Dalam penyebaran informasi efektifitas waktu dan bentuk informasi sendiri itu adalah yang paling utama. Media komunikasi massa terus diperbarui demi tercapainya keutamaan tersebut. Mungkin dulu informasi untuk khalayak dimulai dari isyarat dan simbol-simbol tertentu seperti api, suara-suara ataupun goresan di batu-batu. Hingga pada zaman sekarang informasi dapat diakses menggunakan gelombang elektromagnetik yang memudahkan akses setiap detiknya.

Berbeda eranya, berbeda pula karakteristiknya. Oleh karenanya diperlukan pendekatan sejarah untuk mengetahui karakteristik, peran atau fungsi serta dampak dari komunikasi massa pada era-era tersebut.

Menurut Melvin DeFleur dan Sandra J.Ball Rokeach dalam bukunya Theories of Mass Communication berpendapat bahwa setidaknya ada 5 fase revolusi komunikasi massa: (1) The age of sign and signals; (2) the age of speech and language; (3) the age of writing; (4) the age of print; (5) the age of mass communication. 

Kami berharap artikel ini dapat memberikan wawasan secara gambling tentang fenomena komunikasi massa di setia era. Fenomena tersebut akan berusaha disajikan berdasarkan karakteristik, fungsi dan dampak yang ditimbulkan.

Sejarah dan Fungsi Media Massa

Sejarah dan Fungsi Media Massa

A. Zaman Tanda

Zaman ini merupakan awal dari sejarah perkembangan manusia dan muncul jauh sebelum nenek moyang dapat berjalan tegak. Peran insting pada komunikasi zaman ini sangat penting. Proses komunikasi lebih berdasarkan insting dan bukan rasionalnya. Dikarenakan kapasitas otak yang masih rendah dan perkembangannya lamban sehingga komunikasi yang dilakukan masih menggunakan insting dan sedikit tanda fisik. Suara yang digunakan masih dalam bentuk erangan, tangisan, jeritan dan bentuk tubuh. Bila direfleksikan, kehidupan manusia zaman ini seperti kehihupan binatang sekarang, Pada zaman ini indera pendengaran menjadi sangat penting karena komunikasinya masih berbentuk suara yang sangat sulit dibedakan.

Komunikasi zaman ini yang dilakukan sedemikian rupa sudah menjadi hokum adat, Setiap tanda dan isyarat yang diberikan sudah memiliki ketetapan arti. Zaman ini perkembangan komunikasi sudah ada, namun tidak mengarah pada penggunaan Bahasa perkembangan komunikasi pada zaman ini masih tetap berupa tanda dan isyarat yang semakin beragam. Sehingga perkembangan komunikasi masih berupa komuniksi nonverbal. Manusia pada zaman ini berkomunikasi dengan sangat sederhana.

Philip Liberman (1984) pernah mengatakan bahwa para ahli paleoantrologi menemukan bukti bahwa ukuran tengkorak, panjang lidah, dan jaringan yang lain menunjukkan letak pangkal tenggorokan dan kotak suara. Dapat disimpulkan manusia zaman ini tidak bisa berbicara seperti manusia zaman sekarang. Mereka tidak bisa berbicara karena tidak memiliki kecukupan alat seperti manusia saat ini. Struktur neurologis dan anatominya tidak mencukupi untuk melakukan komunikasi verbal.

Manusia yang memiliki keterbatasan komunikasi verbal, secara umum memiliki kesulitan untuk mengkontruksikan sebuah pesan dengan sempurna. Pengguna tanda dan isyarat bisa dilihat seperti penderita tuli pada zaman sekarang. Keterbatasan tanda yang tidak bisa mewakili Bahasa verbal sangat banyak.

B. Era Pra Cetak/ Zaman Tulisan

Kecakapan manusia berkomunikasi secara lisan menurut perkiraan berlangsung sekitar 50 juta tahun, kemudian memasuki generasi kedua dimana manusia memiliki kecakapan berkomunikasi melalui tulisan. Bukti kecakapan ini ditandai dengan ditemukannya tanah liat yang bertulis di Sumeria dan Mesopotamia sekitar 400 tahun SM. Kemuudian berlanjut dengan ditemukannya berbagai tulisan di kulit binatang dan batu arca. Lalu secara berturut-turut dapat disebutkan pemakaian huruf kuno di Mesir (3000 tahun SM), alphabet  Phunesia (1800 tahun SM), huruf Yunani kuno  (1000 tahun SM), huruf latin (600 tahun SM).

Di Mesopotia kuno (berasal dari kata Yunani yang berarti “tanah diantara dua sungai”), banyak sekali kelompok yang menghentikan pengembaranya dan mulai membangun tempat tinggal yang permanen. Inilah kota-kota yang pertama. Tahun 600 SM, Lembah Sabit Subur juga menjadi tempat lahirnya peradaban. Mendekati tahun 3.500 SM, manusia memiliki gagasan untuk mengembangkan serangkaian lambing yang sederhana yang dapat dipahami oleh kalangan luas, yaitu huruf. Huruf mewakili suara yang diucapkan dan dengan berbagai cara, satu huruf dapat digabungkan dengan huruf lain sehingga membentuk apa yang kita namakan kalimat. Sistem ini disebut abjad fonetik, Abjad fonetik yang pertama berasal dari abjad baji yang dikembangkan oleh orang Sumeria kuno. Penyebarannya yang luas hingg ke wilayah Mesopotia membuatnya menjadi pendahulu hieroglif Mesir. Abjad Baji lah yang menjadi cikal bakal abjad Ibrani maupun Abjad Arab. Selain itu, ia juga merintis abjad Yunani, yang pada gilirannya mengantar hadirnya Abjad Romawi yang kini digunakan dalam Bahasa Inggris, Peracis, Jerman, dan sebagian besar Bahasa-bahsa barat lainnya. Abjad Sirilik yang digunakan di Rusia dan di negara-negara Slavia lain juga berkembang dari Abjad Yunani kuno.

C. Era Cetak/ Visual

Sejak 800 M di Cina sudah mulai digunakan teknik cetakan balok. Yakni mencetak halaman tunggal menggunakan sebuah balok ukir. ‘Diamond Sutra’ adalah buku pertama yang dicetak oleh orang Cina. Disusul pada abad ke-15, Korea telah berhasil menemukan mesin cetak yang dapat digerakkan dengan jari mirip seperti khayalan John Guttenberg. Ia adalah tukang emas asal Jerman yang berjasa tentang bentuk mesin cetak yang sering kita temui hari ini. Mesin cetak yang terbuat dari baja mulai diciptakan olehnya pada 1455. Ia menggunakan mesin tersebut untuk mencetak injil.

Sejak ditemukannya mesin cetak pada abad 18 seiring berjalannya waktu memasuki abad ke-19, banyak bermuculan surat kabar, majalah dan media informasi visual lainnya. Sejak itulah mulai terjadi perubahan pola komunikasi dalam masyarakat. Charles Horton Cooley mengemukakan bebrapa alasan mengapa media baru lebih efisien dari komunikasi massa sebelumnya. Yakni, (1) membawa perluasan gagasan dan perasaan; (2) mengatasi waktu; (3) mengatasi ruang; (4) jalan masuk ke kelas-kelas yang ada dalam masyarakat. 

Surat Kabar 

Pada awal ditemukannya mesin cetak, hasil dari cetakan dimonopoli oleh gereja, karena injil menjadi yang pertama dicetak Johan Guttenberg. Hanya kalangan-kalangan tertentu saja yang dapat menikmati buku hasil cetakan. Hingga pada tahun 1609 terbitlah sebuah prototype surat kabar di Strasborg. Sejak saat itu mulai berkembanglah suratkabar di berbagai daerah seperti Frankfurt, Amsterdam, Berlin dan lain-lain.

Surat kabar di beberapa abad setelah kemunculannya, yakni pada 1830-an  relatif mahal harganya. Surat kabar biasanya hanya dibaca oleh kalangan elit dan politikus. Akan tetapi di Amerika, saat teknologi mesin cetak mulai berkembang sehingga mengakibatkan biaya cetak lebih murah. Oleh karenanya surat kabar mulai banyak diakses oleh banyak kalangan masyarakat.

Pada akhir abad ke-19 media surat kabar mulai menjamur sehingga menimbulkan persaingan bisnis yang cukup ketat. Masing-masing media surat kabar berusaha untuk menarik pembaca dengan banyak hal, diantaranya seperti membuat berita sensasi dan mencetak headline dengan cukup tebal. Hal tersebutlah yang terjadi pada masa Yellow Journalism. 

D. Era Audio

Setelah era visual, dimana mata dan kemampuan membaca mempunyai peran penting untuk mengakses informasi dari sebuah media massa datanglah era audio. Berbicara era audio, dalam konteks media massa merujuk pada alat media massa berupa radio. Adanya radio dimulai sejak ditemukannya gelombang elektromagnetik di Amerika dan Inggris.

Walaupun begitu, radio siaran sebagai media yang memanfaatkan kemampuan pendengaran manusia lahir atau mulai dikenal masyarakat setelah adanya film. Dr Lee de forest, David sarnoff, dan Dr Frank Conrad adalah beberapa orang yang memiliki andil besar dalam radio siaran.

Penyiaran informasi dalam bentuk berita dan penyiaran musik oleh radio dimulai hampir bersamaan.tetapi yang terkenal ialah penyiaran kegiatan pemilihan umum presiden Amerika serikat pada tanggal 2 November 1920 yang dianggap sebagai penyiaran berita pertama secara luas dan teratur kepada masyarakat. di Amerika serikat radio siaran ini berkembang sangat pesat. pesawat radio yang pada tahun 1921 hanya berjumlah 50.000buah pada tahun berikutnya melonjak menjadi 600.000 buah. pemancar pun, yang pada tahun 1922 tercatat 30 stasiun, pada tahun berikutnya menjadi 556 stasiun.

Kelebihan radio ialah dapat menyajikan berbagai acara tanpa harus meninggalkan kegiatan. pendengar dapat mendengarkan berita ataupun hiburan sambil bekerja, makan, atau menyetir mobil, yang kesemuanya ini tak dapat dilakukan dalam menghadapi media massa lainnya.

Perkembangan radio ini sangat berpengaruh pada persuratkabaran di Amerika serikat, sehingga pada tahun 20-an itu pernah terjadi apa yang disebut press radio war. dalam suasana perang antara pers dan radio ini pernah terjadi boikot memboikot. tetapi karena stasiun radio banyak yang dimiliki para pengusaha surat kabar, maka kedua media massa ini tidak perlu lagi melakukan peperangan. akhirnya terjadilah saling mengisi dan tunjang menunjang. 

Ketika perang dunia II berkecamuk, radio siaran ini memegang peranan sangat penting disebabkan oleh sifatnya yang mampu menyebarkan pesan dengan cara yang sangat sederhana dibandingkan dengan kalau dilakukan dengan menyebarkan pamflet umpamanya. Cara penyampaian pesan propaganda secara lisan oleh para orator dengan gaya yang mengesankan dan informasi yang menggetarkan jauh lebih efektif daripada kalau pesan itu disebarkan secara tertulis. Ditambah lagi dengan sifat medianya sendiri yang bisa mengarungi lembah, gunung, dan lautan sampai ke rumah-rumah tanpa ada halangan. Karenanya radio pernah diberi julukan the fifth estate, "kekuasaan kelima", setelah pers yang diberi predikat the fourth estate atau "kekuasaan keempat".

Teknologi mutakhir telah membantu radio siaran dalam bidang sehingga dengan sistem FM sebagai pengganti AM, dapat mencapai sasarannya lebih efektif, baik dalam pancar maupun dalam penyempurnaan program siaran. Radio siaran dianggap memiliki kekuasaan yang begitu hebat dikarenakan oleh 3 faktor. 1) radio siaran bersifat langsung 2) radio siaran menembus jarak dan rintangan 3) radio siaran mengandung daya tarik.  

Pada tahun tahun sesudah ditemukannya radio itu, medium tersebut hanya mempunyai tiga fungsi, yakni sebagai: 1) sarana hiburan, 2) sarana penerangan, 3) dan sarana pendidikan.  

Demikian pula sesudah radio siaran ini meluas ke negara-negara Eropa, di mana Inggris merupakan negara maju dalam bidang ini fungsinya masih 3 itu. Inggris menggunakan medium tersebut untuk kepentingan penjajahannya, menanamkan kebudayaan Inggris pada negara-negara jajahannya dan mengadakan hubungan batin antar warga negara Inggris yang berdiam di berbagai negara jajahan di seluruh dunia

Akan tetapi sejak Nazi Jerman kuat di bawah pimpinan Adolf Hitler, radio siaran bertambah fungsinya yakni bukan saja sebagai sarana yang disebutkan tadi, juga sebagai sarana propaganda. medium radio oleh Hitler dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempropagandakan ide-idenya. 

E. Era Audio Visual

1. Film 

Ketika pada tahun 1903 kepada khalayak Amerika serikat diperkenalkan sebuah film karya Edwin s porter yang berjudul "The Great Train Robbery", para pengunjung bioskop dibikin terperanjat. mereka bukan saja seolah-olah melihat kenyataan, tetapi seakan-akan melihat terlibat dalam kejadian yang tampak pada layar bioskop itu. 

Yang berlangsung hanya 11 menit dan tercatat dalam sejarah film sebagai film yang hebat itu, sebenarnya bukanlah film yang pertama setahun sebelumnya Edwin s porter juga telah membuat film yang berjudul "The Life Of An American Fireman" dan Ferdinand Zecca di Prancis pada tahun 1901 telah membuat film yang berjudul "The Story Of The Crime" tetapi film "The Great Train Robbery" karena begitu mengesankan, telah dianggap sebagai film cerita yang pertama. Ini disebabkan teknik pembuatannya yang benar-benar mengagumkan pada waktu itu

Film bicara baru diperkenalkan kepada umum pada tahun 1927 di Amerika serikat, tetapi masih belum sempurna. Baru 8 tahun kemudian, film Bicara yang sempurna dapat dinikmati umum dengan pemutaran yang cukup lama.

Pada tahun 1952 Fred Waller memperkenalkan sistem Cinerama dengan layar yang 6 kali lebarnya dari layar film biasa. Tetapi sistem ini tidak dapat digunakan secara umum karena mahalnya biaya dan kesukaran teknis dalam pemutaran di gedung-gedung bioskop.

Pada tahun 1953 diketengahkan sistem tiga dimensi, suatu sistem yang benar-benar menimbulkan kesan yang mendalam karena apa yang dilihat penonton tidak lagi datar seperti pada film biasa, tetapi menonjol keluar, sehingga apa yang dipertunjukkan itu benar-benar seperti kenyataan. Akan tetapi karena kesukaran teknis film dengan sistem ini tidak dapat disajikan kepada khalayak.

Pada tahun yang sama perusahaan film 20th  Century Fox telah memperkenalkan Cinemascope dengan layarnya yang lebar, meskipun tidak menandingi sistem Cinerama, tetapi dapat disajikan kepada khalayak. Sementara itu, perusahaan film Paramount berhasil menampilkan sistem Vista vision yang meskipun layarnya tidak selebar Cinemascope, tetapi gambar yang ditampilkan sangat tajam sehingga memuaskan penonton.

Munculnya film sebagai media massa kedua dengan segala kesempurnaannya itu, sedikitpun tidak mempengaruhi media massa pers, sebab fungsi utamanya jauh berlainan. Film tidak merupakan saingan bagi surat kabar atau majalah. Memang sebelum ada televisi di gedung gedung bioskop seperti dipertunjukkan film berita. Tetapi akibat pemrosesannya yang memerlukan waktu yang lama, film berita ini tidak bisa menyanyi kecepatan berita surat kabar.

Kelebihan film ialah kemampuan penyajian hiburan yang sangat memuaskan, tanpa ada gabungan tamu atau dering pesawat telepon yang tidak dapat disajikan oleh media massa lainnya.

2. Televisi 

Meskipun penelitian terhadap penyiaran gambar dan suara ini telah dilakukan jauh sebelumnya, tetapi yang benar-benar dapat dinikmati halayak ialah ketika program televisi disiarkan pada rapat dewan keamanan PBB di gedung olahraga perguruan tinggi Hunter, New York, pada tahun 1946. 

Para wartawan dan undangan pada waktu itu bukan saja tertarik oleh perdebatan yang berlangsung dalam api juga oleh suatu alat yang aneh pada waktu itu. Aneh oleh karena, meskipun antara ruang sidang dan ruang tempat duduk mereka terhalang oleh dinding, namun dengan alat yang baru pertama kali dilihatnya itu mereka dapat menyaksikan apa yang terjadi dalam persidangan itu lebih jelas daripada kalau mereka duduk di ruang sidang untuk sendiri.  

Sejak itu televisi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Jika pada tahun 1946 itu di Amerika serikat hanya terdapat beberapa stasiun saja, pada saat ini di seluruh Amerika serikat terdapat tidak kurang dari 700 stasiun televisi.

Dalam bidang pertelevisian bukan Amerika serikat saja yang mengembangkannya, tetapi juga negara-negara lain. Inggris termasuk negara yang sangat maju di samping Amerika serikat. Apabila Inggris terkalahkan oleh Amerika dalam hal penampilan yang pertama kali kepada umum, ini disebabkan pada perang dunia II itu Inggris terlibat langsung dalam peperangan, sedangkan Amerika merupakan negara yang utuh. tetapi dalam usaha mengembangkan selanjutnya Inggris tidak kalah oleh Amerika serikat.

Televisi yang dalam menyiarkan pesannya itu bersifat audio visual, dapat dilihat dan didengar dan juga mendatangi langsung rumah-rumah penduduk benar-benar telah menyayangi film bioskop, radio, dan surat kabar. Dengan segala kemudahan penduduk, dengan tidak usah pergi dari rumah, dapat menikmati hiburan beraneka ragam, informasi yang serba cepat dan memuaskan, pendidikan yang jelas dan berjenis-jenis.

Kelebihan televisi dari media massa lainnya ialah kemampuan menyajikan berbagai kebutuhan manusia, baik hiburan, informasi, maupun pendidikan dengan sangat memuaskan. Penonton TV tak perlu susah-susah pergi ke gedung bioskop atau gedung sandiwara karena pesawat tv menyajikan rumahnya.