Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Media Massa dan Media Sosial

Perbedaan Media Massa dan Media Sosial - caraku.id Media massa, yaitu: sebuah aktivitas, untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya.

Sedangkan media sosial merupakan sebuah media online, yaitu: media dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi, baik melalui blog, jejaring sosial, forum dan lain sebagainya.

Perbedaan Media Massa dan Media Sosial

Perbedaan Media Massa dan Media Sosial

McQuail mengidentifikasi ciri khusus institusi media, yakni: 

1. Lembaga media massa memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan berupa informasi, pandangan, gagasan, dan budaya.  

2. Media massa juga menyediakan saluran untuk hubungan orang tertentu dengan orang lain, dari pengirim ke penerima, dari audience ke audience lain, dari seseorang ke masyarakat, dan institusi masyarakat terkait. 

3. Operasi sebagian besar kegiatan lembaga media dalam lingkungan publik, terbuka bagi semua orang untuk peran serta sebagai penerima (atau pengirim), mewakili kondisi publik. Media massa berperan dalam membentuk opini publik.

4. Partisipasi khalayak media massa bersifat sukarela, tanpa ada keharusan atau kewajiban sosial. Media tidak dapat mengandalkan otoritas sendiri dalam masyarakat. 

5. Industri media dikaitkan dengan industri dan pasar. Sebagaimana halnya dengan industri lainnya, industri media banyak tergantung pada imbalan kerja, teknologi, dan kebutuhan pembiayaan.

6. Lembaga media selalu berkaitan dengan kekuasaan negara. Kesinambungan pemakaian media, mekanisme hukum, dan pandangan-pandangan berbagai hal seperti kebebasan, tanggung jawab, dan etika media massa berbeda dalam penerapannya di setiap negara. 

7. Selain sebagai sumber pesan, komunikator dalam komunikasi massa juga melakukan fungsi penyeleksian (gate keeper) yang dapat menambah, mengurangi, menyederhanakan, mengemas pesan-pesan yang hendak disampaikan agar audience lebih mudah memahaminya. Di samping itu, proses seleksi redaksi juga menyesuaikan konteks teknik dan artistik dari produk media. Menurut Bittner, peran gate keeper dipengaruhi oleh aspekaspek kuat berupa ekonomi, pembatasan hukum, batas waktu, etika pribadi dan profesionalitas, kompetisi media, dan nilai berita 

Media massa adalah salah satu bentuk media yang dibuat oleh seseorang/sekelompok orang yang bersifat legal yang ditujukan untuk umum dan orang banyak. Jenis Media Massa misal, Media cetak; seperti koran, majalah, tabloid, Media elektronik; seperti tayangan berita melalui TV, Media massa baru seperti; email harian,  forum, berita online.

Sifat media massa ialah serempak cepat, keserempakan disini ialah keserempakan kontak antara komunikator dengan komunikan yang demikian besar jumlahnya. Pada saat yang sama media massa dapat membuat khalayak secara serempak menaruh perhatian kepada pesan yang disampaikan kepada seorang komunikator. 

Media sosial adalah salah satu bentuk media yang beroperasi melalui internet yang memungkinan interaksi antar pengguna maupun satu pengguna ke kalangan luas. Contoh media sosial : Facebook, Twitter, Instagram

Sehingga dapat kita simpulkan perbedaan dan persamaan berdasarkan ciri-ciri dari media massa dan media sosial sebagai berikut:

Perbedaan Media Massa dan Media Sosial

1. Media Massa

1. Memiliki badan hukum dan diterbitkan oleh instansi yang legal dan formal

2. Memiliki pengaruh luas dan umum

3. Merupakan bentuk komunikasi satu arah yakni antara pembuat dan pembaca namun pembaca tidak dapat memberikan feedback langsung

4. Memiliki relasi tidak lengsung antara instansi pembuat dengan pengguna

2. Media Sosial

1. Pembuat dapat perorangan maupun instansi yang dapat bersifat formal maupun tidak

2. Memiliki pengaruh luas namun dapat terjadi hubungan perorangan maupun umum

3. Bentuk komunikasi yang dapat terjadi satu arah maupun dua arah bergantung situasi dan faktor lain

4. Menggunakan media internet dan lebih fleksibel

Media massa, merupakan level komunikasi terbesar dengan cakupan sasaran komunikasi terbanyak. Komunikasi massa terdiri dari pesanpesan yang ditransmisikan ke sasaran audience yang benyak dan tersebar luas, dengan menggunakan koran, majalah, televisi, radio, dan internet.

Kondisi ini juga ditemui dalam media sosial. Apa yang diungkapkan seseorang dalam media sosial, akan bisa dilihat khalayak banyak, sehingga komunikasi massa terjadi. Dalam media sosial, komunikasi interpersonal dan komunikasi massa melebur menjadi satu. Saat seseorang mengunggah sesuatu kemudian ditanggapi pihak lain, lalu terjadi interaksi, maka komunikasi interpersonal terjadi. Disaat yang sama, saat seseorang mengunggah sesuatu, apa yang diunggahnya bisa dilihat dan dinikmati khalaak banyak, sehingga pada saat yang sama komunikasi massa juga terjadi, sebab komunikasi massa tidak mensyaratkan adanya keterlibatan aktif semua pihak. 

Ardianto dalam buku Komunikasi 2.0 mengungkapkan, bahwa media sosial online, disebut jejaring sosial online bukan media massa online karena media sosial memiliki kekuatan sosial yang sangat mempengaruhi opini publik yang berkembang di masyarakat. Penggalangan dukungan atau gerakan massa bisa terbentuk karena kekuatan media online karena apa yang ada di dalam media sosial, terbukti mampu membentuk opini, sikap dan perilaku publik atau masyarakat. Fenomena media sosial ini bisa dilihat dari kasus Prita Mulyasari versus Rumah Sakit Omni International. Inilah alasan mengapa media ini disebut media sosial bukan media massa. 

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa media online dan medsos berbeda. Dilihat dari sisi peruntukannya, media online disebut lebih ditujukan kepada produk jurnalisme berupa pemberitaan, sedangkan medsos bersifat komunikasi sosial.

Tetapi dewasa ini media massa sudah mulai menggunakan sarana teknologi internet yang biasa disebut media online dalam menyebarluaskan berita. tetapi perlu ditegaskan bawha isi dari media online tersebut, memang kontennya berita. Sementara itu, media sosial memanfaatkan teknologi untuk menyebarluaskan informasi atau sarana komunikasi secara sosial

Bentuk dari Media Massa dan Media Sosial

1. Media Massa

Kompas.com tersebut merupakan halaman media massa yang bergerak di online internet, dimana kita ketahui dihalaman awal website tersebut berisi berita-berita terupdate, Media online tentunya di sini lebih diartikan kepada situs berita yang memang melakukan kegiatan jurnalistik sesuai Kode Etik, Meskipun ada masyarakat yang beranggapan bahwa media online adalah media sosial yang sering menyebarkan Hoax. Ini perlu ditegaskan bawha media online ini berbeda dengan media sosial yang lebih diperuntukan untuk ineraksi sosial, yang mengakibatkan berita hoax yaitu orang yang tidak bertanggung jawab atas informasinya yang disampaikan melalui media sosial, maka masyarakat harus memperhatikan kredibilitasnya apakah pelaku jurnalisme atau bukan.

TV media massa yang berisi berita dalam bentuk audio video visual yang merupakan kelebihan dari media ini, seingga masyarakat dapat mencerna berita dengan baik. Meskipun disisi lain, ada beberapa media TV yang juga memiliki kepentingan politik dalam menyampaikan beritanya. 

2. Media Sosial

Facebook merupakan bentuk dari media sosial dimana diawal halaman tersebut berisi update status, meskipun juga ada yang berisi berita atau informasi informas lainnya, tetapi kita harus memastikan apakah berita itu benar atau hoax dengan cara mencari laman resmi dari berita tersebut. Karena tidak sedikit media online yang tidak berbadan hukum.

Ada beberapa bentuk dari media sosial yang lain salah satunya yaitu blog dimana berisi tentang informasi mencakup banyak hal, baik pengetahuan, politik, gosip dan lain sebagainya.