Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa itu Penggerakan Dakwah

Apa itu Penggerakan Dakwah - caraku.id Tindakan pimpinan menggerakan para pelaku dakwah dalam melakukan suatu kegiatan itu disebut penggerakan (Actuating). Penggerakan mempunyai arti dan peranan yang sangat penting. Sebab diantara fungsi manajemen lainnya, maka penggerakan merupakan fungsi yang secara langsung berhubungan dengan manusia (pelaksana). Dengan fungsi penggerakan inilah, maka ketiga fungsi manajemen dakwah yang lain baru akan efektif. Penggerakan akan terlaksana apabila pimpinan dakwah mampu memberikan motivasi, membimbing, mengkoordinir dan menjalin pengertian diantara mereka serta selalu meningkatkan kemampuan dan keahlian mereka. Adanya kemampuan tersebut sangat penting artinya bagi proses dakwah.

Dengan komunikasi yang efektif, maka pimpinan dakwah dapat memberikan penjelasan-penjelasan mengenai berbagai masalah yang berhubungan dengan proses dakwah. Baik mengenai sasaran yang harus dicapai, kebijaksanaan yang akan di ambil, maupun segala masalah yang timbul. Sehingga terwujudlah kemaslahatan, ketenangan dan saling pengertian, dan  penting sekali artinya bagi proses penyelenggaraan dakwah.

Dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana penggerakan dakwah harus dilakukan guna tercapai proses manajemen yang baik, mengingat semua elemen organisasi berlomba guna mencapai tujuan organisasi. Tentunya tujuan dari semua organisasi tersebut mampu mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Penggerakan Dakwah

Apa itu Penggerakan Dakwah

A. Penggerakan Dakwah

Penggerakan dakwah merupakan inti dari manajemen dakwah, karena dalam proses ini semua aktivitas dakwah dilaksanakan. Dalam penggerakan dakwah ini, pimpinan menggerakkan semua elemen organisasi untuk melakukan semua aktivitas-aktivitas dakwah yang telah direncanakan, dan dari sinilah aksi semua rencana dakwah akan terealisir, dimana fungsi manajemen akan akan bersentuhan secara langsung dengan para pelaku dakwah . Selanjutnya dari sini juga proses perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian atau penilaian akan berfungsi secara efektif.

Adapun pengertian dari penggerakan adalah sebuah proses pemberian motivasti kerja kepada bawahan sedimikian rupa, sehingga mereka mampu bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisian dan ekonomis. 

B. Pemberian Motivasi

Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan, dan memelihara perilaku manusia.  motivasi ini merupakan subjek yang penting bagi seorang manajer. karena menuntut definisi manajer harus bekerja dengan dan melalui orang lain. dalam pelaksanaan aktivitas dakwah, manajer sebagai pemimpin dalam mengendalikan serta mengarahkan seluruh aktivitas dakwah yang dilakukan bersama dengan bawahan dan para anggotanya untuk mencapai tujuan dakwah.

Langkah pertama dalam penggerakan dakwah adalah pemberian motivasi. pemberian motivasi merupakan salah satu tindakan untuk mendorong para pelaksana dakwah agar semangat dan tulus ikhlas melakukan tugas-tugas dakwah. dengan adanya rasa tulus ikhlas dan perasaan senang maka tugas dakwah yang tidak ringan, tentulah akan menjadi ringan. pemberian motivasi dilakukan oleh pimpinan dakwah kepada para pelaksana dakwah untuk mendorong mereka supaya tetap semangat dalam melaksanakan tugas dakwahnya.

Adapun metode dalam pemberian motivasi salah satunya yaitu tausiyah.  tausiah dapat diberikan di setiap kesempatan misalnya, pada waktu rapat, kegiatan bahkan pada waktu pertemuan selalu diselipkan tausiyah. antar individu pun dapat memberikan tausiyah. di dalam pemberian tausiah maka materi yang disampaikan adalah tentang ajaran Islam, di mana materi berkaitan dengan motivasi menjalankan tugas dakwah. misalnya materi tentang keikhlasan dan istiqomah dijalan dakwah. dengan harapan para pelaksana dakwah supaya tetap semangat dan tulus ikhlas dalam menjalankan tugas dakwah hanyalah semata-mata karena ingin mendapatkan keridhaan Allah SWT. 

C. Melakukan Bimbingan

Bimbingan disini dapat di artikan sebagai tindakan pembimbing dakwah yang dapat menjamin terlaksanakanya tugas-tugas dakwah sesuai dengan rencana ketentuan-ketentuan yang telah digariskan. Dalam proses pelaksannan aktivitas dakwah itu masih banyak hal-hal yang harus diberikan sebagai seabuah arahan atau bimbingan. Hal ini dimaksudkan untuk membimbing para elemen dakwah yang terkait guna mencapai sasaran dan tujuan yang telah di rumuskan untuk menghindari kemacetan atau penyimpangan. Pekerjaaan ini lebih byak dilakukan oleh pembimbing dakwah, karena mereka lebih banyak mengetahui kebijakan organisasi, yang akan dibawah ke mana arah organisasi.

Bimbungan yang dilakuakn oleh manajemen dakwah terhadap pelaksanaan kegitan dapat dilakuakan dengan cara memberikan perintah atau sebuah petunjuk serta usetaha-usaha lain yang berdifat memengaruhi atau menetapkan arah tugas dan tindakan mereka.  Dalam konteks ini dituntut kemampuan seorang pemimpin dakwah dalam memberikan arahan, perintah yang tepat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terhadap para anggotanya.

Dan perluh diperhatian juga bahwa seorang pemimpin yang berhasil dalam membimbing bukanlah kerena kekuassaannya, tetapi karena kemampuannya memberikan motivasi dan kekuatan kepada orang lain. Pada tangga inilah puncak loyalitas dari pengikutnya akan terbentuk.  Di sisi lain harus ada hubungan timbal balik antara sipenerima (para  anggota) dengan pemberi (pemimin) untuk melaksakan dengan tanggung jawab dan kesadaran serta motivasi yang kuat untuk melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu akan timbul sebuah singkronisasi dan koordinasi terhadap berbagai tugas yang diberikan, sehinngga sasaran dakwah dalam sebuah oraganisasi dapat terarah dan terlaksana.

D. Menjalin Hubungan

Organisasi dakwah merupakan sebuah organisasi yang berbentuk sebuah tim atau kelompok (dua individu atau lebih yang berinteraksi dan saling bertergantuangan untuk mencapai sasaran tertentu), di mana semua kegiatannya akan bersentuhan langsung dengan para anggotanya. Definisi dari sebuah tim adalah sebagai dua orang atau lebih yang berteraksi dan saling memengaruhi ke arah tujuan bersama. Untuk itu diperlukan sebuah jalinan hubungan yang armonis antara semua elemen yang terkait dalam elemen dakwah.

Sebuah tim merupakan kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Akan tetapi tidak sekumpulan orang dapat dikaitkan tim, untuk dapat dianggap sebuah tim, maka sekumpulan orang tersebut harus memiliki karakteristik sebagai berukut:

1. Ada berbagai gesepakatan terhadap misi tim. Agar suatu kelompok dianggap sebagai tim yang dapat bekerja dengan efektif, maka semua anggotanya harus memahami dan menyepakati misinya.

2. Semua anggota harus menaati peraturan tim yang berlaku. Suatu tim harus mempunyai peraturan yang berlaku, sehingga dalapat membentuk kerangka usaha mencapai misi dan ketentuan terhadap peraturan yang berlaku.

3. Ada pembagian tanggagung jawab dan wewengan yang adil. Keberadaan sebuah tim tidak menediadakan sturuktur dan wewenang. Sebuah tim dapat berjalan dengan baik apabila tanggung jawab dan wewenang dibagi, dan setip anggota diperlakukan secara adil.

4. Orang yang beradaptasi terhadap hubungan. Oleh karena itu, anggota tim harus daat beradaptasi trhadap perubahan yang positif. 

Langkah ketiga dalam penggerakan dakwah adalah penjalinan hubungan (koordinasi). Penjalinan hubungan di maksudkan untuk menjaga hubungan diantara unit-unit kerja dakwah agar tetap dalam suatu kesatuan dan harmonisasi. Dengan koordinasi dapat menimbulkan dan menumpuk semangat kerjasama diantara pelaksana dakwah. Jadi berhasil tidaknya usaha-usaha dakwah tergantung pada adanya saling pengertian dan kerjasama antara para pelaksana dakwah yang berada dalam kesatuan kerja.

Salah satu cara menjalin hubungan (koordinasi) bisa melalui metode mujadallah (berdiskusi) dalam bentuk rapat. Karena dengan adanya rapat maka akan terjalin kerja sama antara para pengurus dan pelaksana dakwah. Materi yan dibahas adalah laporan-laporan pertanggung jawaban dari ketua bidang masing-masing Departemen untuk dievaluasi secara bersama di dalam rapat.

Rapat merupakan salah satu cara untuk menjalin hubungan antar pengurus. Yaitu dengan mengumpulkan laporan-laporan mengenai pelaksanaan sebuah kegiatan, ini merupakan salah satu cara untuk mengadakan koordinasi diantara pengurus. Dengan rapat ini maka terbentuklah suatu kerjasama yang kuat antar pengurus, sehingga dapat melaksanakan tugas-tugas dakwah yang telah direncanakan bersama. Walaupun kepengurusan terbagi dalam berbagai bidang yang berbeda-beda, sehingga tanggungjawab dan tugasnya berbeda pula, namun dengan adanya rapat maka ada jalinan hubungan (koordinasi) diantara pengurus bidang masing-masing, yang sebenarnya tujuan mereka sama, sehingga ini dapat menimbulkan rasa kebersamaan dan semangat dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Jadi dengan adanya rapat maka terjalinnya hubungan (koordinasi) diantara pengurus sehingga menimbulkan rasa semangat bersama untuk menjalankan tugasnya, walaupun bidangnya berbeda-beda.

Selain menjalin hubungan (koordinasi) antar pengurus, secara individu pun tetap dilakukan koordinasi. Ini terbukti dengan adanya saling bersilaturahmi antar individu. Silaturahmi merupakan salah satu cara untuk menjalin hubungan (koordinasi) karena dapat mempererat tali persaudaran sesama muslim. Dengan silaturahmi maka dapat menjalin hubungan antar individu. Misalnya, dengan silaturahmi ke rumah, menjenguk ketika sakit, menghadiri undangan pernikahan dan sebagainya. Maka dari itu dengan silaturahmi dapat saling mendekatkan hubungan antar individu sehingga timbulnya rasa kebersamaan dan harmonisasi sehingga dapat menepis adanya perbedaan diantara mereka. Jadi silaturahmi adalah salah satu cara untuk menjalin hubungan antar individu supaya hubungan mereka lebih dekat meskipun mereka berbeda jabatan, tugas dan tanggungjawab. 

E. Penyelenggaraan Komunikasi

Dalam proses kelancaran dakwah komunikasi, yakni suatu proses yang digunakan oleh manusia adalah usaha dalam membagi arti lewat transmisi pesan simbolis merupakan hal yang sangat pentng. Karena tanpa komunikasi yang efektif antara pemimpin dengan pelaksannan dakwah, maka pola hubungan dalam sebuah organisasi dakwah. Dari sinilah kerangka acuan dakwah akan mandek, sebab komunikasi akan memengaruhi seluruh sendi organisasi dakwah. Dari sinilah kerang acuan dakwah, yaitu untuk menciptakan sebuah opini yang sebagian besar diperoleh dari informasi melalui komunikasi.

Kinerja komunikasi sangat penting dalam sebuah organisasi termasuk organisasi dakwah. Adapun manfaat dari penyelenggaraan komunikasi sebagai sarana yang efektif dalam sebuah organisasi adalah:

1. Yang Komunikasi dapat menempatkan orang-orang pada tempat yang seharusnya.

2. Komunisi menempatkan orang-oranag  untuk terlibat dalam organisasi, yaitu dengan meningkatkan motivasi untuk menghasilkan kinerja yang baik dan meningkatkan komitmen terhadap organisasi.

3. Komunikasi menghasilkan hubungan dan pengertian yang lebih baik antara atasan dan bawahan, mitra, orang-orang di luar organisasi dan di dalam organisasi.

4. Menolong orang-orang untuk mengerti perubahan.

Langkah berikutnya dalam penggerakan dakwah adalah penyelenggaraan komunikasi. Komunikasi timbal balik antara pimpinan dakwah dengan para pelaksana, adalah sangat penting sekali bagi kelancaran proses dakwah. Yaitu dengan cara pimpinan maupun pelaksana dakwah secara timbal balik senantiasa menyampaikan informasi, ide, keinginan dan sebagainya. Pimpinan dakwah yang bijaksana tentu sangat mementingkan komunikasi timbal balik ini. Ia pun bersedia menerima dan mendengarkan informasi, ide, keinginan dan sebagainya yang disampaikan oleh para pelaksana dakwah, ini pun dapat melenyapkan keraguan, kecurigaan dan salah pengertian diantara mereka. Pimpinan juga bisa melakukan komunikasi langsung maupun tidak langsung, dengan sms atau email misalnya.

Sang pimipinan juga harus membuat agenda untuk berkomunikasi dengan pelaksana dakwah. Misalnya mengadakan rapat rapat, diantaranya Rapat Pengurus Harian (RPH), Rapat Pleno, Rapat Koordinasi, Rapat Panitia, dan rapat-rapat lainnya. Ini merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi antara pimpinan dakwah dengan pelaksana dakwah. Rapat diadakan menurut kebutuhan dan fungsinya. Misalnya, RPH diadakan seminggu sekali. Jadi komunikasi langsung yang dilakukan antara pimpinan dakwah dengan pelaksana dakwah yaitu pada rapat berlangsung maka terjalin komunikasi timbal balik diantara mereka.

Dengan rapat dapat menyampaikan pendapat, ide, informasi baru yang dianggap penting dapat disampaikan dalam rapat. Di dalam rapat selalu ada komunikasi timbal balik, dimana pimpinan dakwah menyampaikan informasi-informasi baru yang dianggap penting sedangkan pelaksana dakwah bersedia menerima informasi yang disampaikan. Begitu juga sebaliknya. Jadi dengan rapat maka dapat melakukan komunikasi timbal balik secara formal antara pimpinan dakwah dengan pelaksana dakwah sehingga dengan komunikasi ini dapat memperlancar dalam proses dakwah.

Sedangkan komunikasi tidak langsung yaitu dengan menggunakan media (wasilah) audiovisual dengan menggunakan alat komunikasi berupa Hp dan internet dengan cara sms, telephone dan email. Komunikasi dengan cara ini dapat dilakukan dimana pun, kapan pun dan setiap waktu sesuai dengan kebutuhan. Cara tersebut merupakan cara berkomunikasi yang efektif dan efesien. Cara berkomunikasi ini biasanya dilakukan jika ada pertemuan atau undangan yang dianggap tidak formal tapi mendadak, untuk mengkomunikasikan kepada pengurus yang lainnya maka melalui wasilah ini mereka bisa berkomunikasi. 

Paling tidak, ada dua alasan mengapa diperlukan sebuah komukasi yang efektif para pemimpin dakwah terhadap para anggotanya, yaitu:

1. Komunkasi akan menyediakan sebuah chenel umum dalam proses manajemen, yaitu dalam merencanakan, mengorganisasikan pemimpin, serta mengendalikan. Pemimpin dakwah dapat mengembangkan sebuah rencana dan sterategi dakwah yang baik kepada anggotanya dalam sebuah organisasi dalam mendistribusikan wewenang dan pekerjaan dengan memastikan bahwa kewajiban tersebut menubuhkan sebuah motivasi yang kemudian diaktifkan lewat kegiatan dakwah secara sistematis.

2. Ketermpilan komuniakasi yang efektif dapat membuat para pemimpin dakwah menggunkan berbagai keterampilan serta bakat yang dimilikinya dalam duniaorganisasi. Terlebih aktivitas dakwah sangat diperlukan dalam akses komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Semakin baik komunikasi yang dilakukan oleh seorang manajer dakwah atau seorang da’I sendiri, maka akan semakin baik pula job performance dan hasil pekerjaan mereka. Dalam proses organisasi ternyata hampir separuh pekerjaan dari pemimpin dakwah adalah untuk berkomunkasi, baik dalam proses prestasi rencana, memberikan arahan, serta menyampaikan informasi. Komunikasi yang berimbang dalam kegiatan manajemen akan dapat menyalurkan dan mempertukarkan informasi di antara semua pihak yang terbaik dalam proses manajemen. Dalam proses aktivitas dakwah komunikasi yang berimbang akan lebih mudah untuk diterima dalam proses impati dan disebarluaskan kepada para anggota masyarakat lainnya.

Menurut Minzeberg ada tiga komponen peran komunikasi dalam manajerial, yaitu:

1. Dalam peran antarpribadi mereka, pemimpin bertindak sebagai tokoh dari unit organisasi, berinteraksi dengan karyawan, pelanggangan, dan rekan sejawat dalam organisasi.

2. Dalam peran informasi mereka, manajer mencari informasi dari rekan sejawat karyawan dan kontak pribadi yang lain mengenai sesuatu yang mungkin memengaruhi pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Sementara pada waktu yang lain untuk menyebarkan informasi yang penting serta menarik.

3. Dalam perang mengambil keputusan mereka, manajer mengimplementasikan proyek baru, menangani gangguan, dan mengalokasikan sumber daya kepada anggota unit dan departemen. Beberapa hari keputusan yang dibuat oleh manajer dapat dilakukan sendiri, tetapi itu berdasarkan informasi yang dikominkasihkan kepadanya. Manajer pada gilirannya harus menyapaikan keputusan tadi pada orang lain.

Simpulan

Penggerakan adalah sebuah proses pemberian motivasti kerja kepada bawahan sedimikian rupa, sehingga mereka mampu bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisian dan ekonomis.

Bimbingan dapat di artikan sebagai tindakan pembimbing dakwah yang dapat menjamin terlaksanakanya tugas-tugas dakwah sesuai dengan rencana ketentuan-ketentuan yang telah digariskan. Adapun komponen bimbingan dakwah adalah nasihat untuk membantu para da’I dalam melksanakan perannya serta mengatasi permasalahan dalam menjalankan tugasnya.

Menjalin hubungan dalam Organisasi dakwah sangatlah penting karena organisasi merupakan sebuah organisasi yang berbentuk sebuah tim atau kelompok (dua individu atau lebih yang berinteraksi dan salaing bertergantuangan untuk mencapai sasaran tertentu), di mana semua kegiatannya akan bersentuhan langsung dengan para anggotanya. Definisi dari sebuah tim adalah sebagai dua orang atau lebih yang berteraksi dan salaing memengaruhi kea rah tujuan bersama. Untuk itu diperlukan sebuah jalinan hubunganyang armonis antara semua elemen yang terkait dalam elemen dakwah.

Tanpa komunikasi yang efektif antara pemimpin dengan pelaksannan dakwah, maka pola hubungan dalam sebuah organisasi dakwah. Dari sinilah kerangka acuan dakwah akan mandek, sebab komunikasi akan memengaruhi seluruh sendi organisasi dakwah. Dari sinilah kerang acuan dakwah, yaitu untuk menciptakan sebuah opini yang sebagian besar diperoleh dari informasi melalui komunikasi.Dalam proses komunikasi ini akan terjadi sebuah proses kayang melibatkan orang, yang dapat berupah simbol gerakan badan, suara, huruf, anagka, dan kata yang dapat mewakili tau mendekati ide yang mereka maksudkan untuk kominikasihkan.