Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tantangan Pemberdayaan Masyarakat Islam Di Era Global

Tantangan Pemberdayaan Masyarakat Islam Di Era Global - caraku.id Generasi  Z lahir di era tahun 2000, menurut survey oleh PPIM UIN SYARIF HIDAYATULLAH dengan adanya gadget ditangan dapat mengakses internet 3-5 jam perhari (61% main game, 90% akses dari HP, 35,2% informasi dari sosial media).juga mempermudah dalam hal pertemanan yang tidak membatasi dari mana teman itu berada atau dari negara mana.

Tantangan Pemberdayaan Masyarakat Islam Di Era Global

Tantangan Pemberdayaan Masyarakat Islam Di Era Global

Di era ini bisa terhubung dengan dunia luas, seharusnya generasi ini lebih terbuka/toleransi termasuk dalam sikap beragama. Oleh karena itu PPIM UIN syarif hidayatullah Jakarta, melakukan survey nasional kepada ribuan muslim generasi  Z, juga kepada guru-guru dan dosen di 34 provinsi.

Satu dari tiga generasi muslim setuju, bahwa jihad itu adalah perang (37,71%), terutama perang lawan non muslim, satu dari lima muslim setuju, kalau bom bunuh diri juga termasuk jihad islam (23,35%), sepertiga setuju kalau murtad harus dibunuh (34,03%), hampir sepertiga merasa perbuatan intoleran terhadap minoritas tidak masalah (33,34%).

Oleh karena itu  UIN syarif hidayatualla menyimpulkan, bahwa yang menjadi rujukan oleh generasi Z adalah media sosial dalam mendapatkan ilmu dan informasi keislaman dan dari buku buku pelajaran agama islam yang mempengaruhi agar tidak bergaul dengan agama lain. Itulah yang menimbulkan sikap intoleransi generasi Z.

Generasi Milenial lahir 1995, generasi ini dari data yang telah di ketahui bahwa hal yang paling disukai oleh anak remaja / yang sering di akses  adalah musik, jadi tertinggi adalah musik. Kemudian film, dan agama 28%. Dari survey LIPI bahwasanya responden dari tingkat pendidikan yaitu S3 36%, S2 32%, S1 26%, dan S0 0%. Jenis kelamin lebih banyak laki-laki dengan persentase 78% dan perempuan 22%. Dari itu akan mengisi  Akademis  42%,aktivis 24%, jurnalis 18%, dan masyarakat 10%.

Ada kecenderungan politisasi SARA dan Identitas (23,6%) dalam penyelenggaraan pemilu dan politisasi SARA juga menghambat dalam konsolisasi demokrasi. Ada hal yang dapat berpotensi menghambat konsolisasi demokrasi  ada 83,45%. Bagaimana potensi munculnya konflik sosial yang disebabkan oleh faktor faktor : perbedaan tafsir agama cukup tinggi, masalah identitas, sumber daya alam, dan kesenjangan sosial tertinggi.

Timpangan sosial di indonesia (Jawa Timur) yang bisa dilakukan oleh kita adalah pemberdayaan masyarakat islam. Jawa Timur penghasil minyak tertinggi kedua setelah riau, ekspor jawa timur tertinggi dari seluruh provinsi,pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional dan ketimpangan pengeluaran penduduk jawa timur 0,415 lebih tinggi dari pada nasional 0,391.kemiskinan pedesaan di Jawa Timur tertinggi. di Jember kemiskininan terbanyak kedua setelah Malang, IPM di Jawa Timur terendah di Jawa.

Jawa timur kemiskinannya tertinggi di Indonesia teteapi ketimpangannya rendah sekali, itu artinya bahwa didesa masyarakat jawa timur itu miskin, dan miskinnya merata.