Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Komunikasi Kelompok

Pengertian Komunikasi Kelompok - caraku.id Komunikasi adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan bersosialisasi sejak manusia diciptakan oleh Sang Penciptanya. Komunikasi menjadikan apa yang diamksut oleh seseorang dapat di mengerti oleh orang lain. Bahkan terciptanya suatu kesepakatan dikarenakan adanya komunikasi. Individu-individu bisa menjadi satu yakni mengerti apa yang disampaikan oleh individu yang lain. Serta memberi dukungan terhadap apa yang dimaksutkan oleh individu tersebut baik berupa persetujuan maupun suatu kritik yang membangun terhadap apa yang disampaikan oleh individu tersebut.

Kekompakan, kebersaman yang terjalin akibat adanya tujuan bersama ini yang menjadikan individu-individu itu terbentuk menjadi suatu kelompok. Adanya kelompok menjadikan individu-individu itu menjadi kuat karena mereka mempunyai tujuan yang sama. Kelompok yang baik adalah kelompok yang mampu memberikan kesempatan pada individu-individu yang  ada didalamnya untuk mengaktualisasikan diri, sehingga kelompok merupakan perwujudtan dari individu-individu yang ada didalamnya. Begitupun dengan komunikasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang ada didalamnya, harus terjadi dengan seimbang tidak ada yang mendominasi atau terdominasi.

Kelompok membutuhkan komunikasi untuk menunjang kekompakan dalam suatu kelompok. Kenapa komunikasi kelompok penting didalam kehidupan manusia, hal ini dikarenakan kelompok merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari aktivitas sehari-hari kita. Disamping itu Kelompok memungikinkan kita dapat berbagi informasi, pengalaman, pengetahuan kita dengan anggota lainnya. Komunikasi yang terjadi didalam kelompok menarik untuk dipelajari karena akan menemukan bagaimana membuat suatu kelompok yang efektif.

Pengertian Komunikasi Kelompok

Pengertian Komunikasi Kelompok

A. Pengertian Komunikasi Kelompok

Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. 

Menurut Walgito Komunikasi kelompok tediri dari dua kata komunikasi dan kelompok, komunikasi dalam bahasa inggris Communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, yakni maksudnya menyamakan suatu makna. Sedangkan kelompok (Hariadi, 2011) kelompok dapat dipandang dari segi presepsi, motivasi, dan tujuan, interdependensi, dan juga dari segi interaksi. Berarti komunikasi kelompok adalah menyamakan suatu makna didalam suatu kelompok.

Komunikasi kelompok group communication berarti komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. Sekelompok orang yang menjadi komunikan itu bisa sedikit bisa banyak apabila jumlah orang yang dalam kelompok itu sedikit yang berarti kelompok itu kecil komunikasi yang berlangsung disebut komunikasi kelompok kecil ( small group communication ), jika jumlahnya banyak yang berarti kelompoknya besar dinamakan komunikasi kelompok besar (large group communication).

Sehubungan dengan itu sering timbul pertanyaan yang termasuk komunikasi kecil itu jumlah komunikasinya berapa orang demikian pula komunikasi kelompok besar apakah 100 orang atau 200 orang itu termasuk kelompok kecil atau kelompok besar? Secara teoritis dalam ilmu komunikasi untuk membedakan komunikasi kelompok kecil dari komunikasi kelompok besar tidak didasarkan pada jumlah komunikan dalam hitungan secara matematik melainkan pada kualitas proses komunikasi.

Pengertian kelompok disitu tidak berdasarkan pengertian psikologis, melainkan pengertian komunikologis. Misalnya sejumlah kecil orang-orang yang sedang mendengarkan pidato tukang obat pasar, secara psikologis bukan merupakan kelompok melainkan kerumunan orang yang berkumpul bersama-sama untuk sesaat. Bagi ilmu komunikasi itu kelompok sejumlah orang yang sedang menjadi komunikan.

1. Komunikasi Kelompok Kecil

Komunikasi kelompok kecil ( small/micro group communication) adalah komunikasi yang

- Ditujukan kepada kognisi komunikan

- Prosesnya berlangsung secara dialogis

Dalam komunikasi kelompok kecil komunikator menunjukkan pesannya kepada benak atau pikiran komunikan,  misalnya kuliah, ceramah, diskusi, seminar, rapat, dan lain-lain. Dalam situasi komunikasi seperti itu logika berperan penting. komunikan akan dapat menilai logis tidaknya uraian komunikator.

Ciri yang kedua dari komunikasi kelompok kecil ialah bahwa prosesnya berlangsung secara dialogis, tidak linear, melainkan sirkular. Umpan balik terjadi secara verbal. Komunikan dapat menanggapi uraian komunikator bisa bertanya jika tidak mengerti dapat menyanggah bila tidak setuju dan lain sebagainya.

2. Komunikasi Kelompok Besar

Sebagai kebalikan dari komunikasi kelompok kecil, komunikasi kelompok besar (large/macro group comunication) adalah komunikasi yang :

- Ditujukan kepada efeksi komunikan

- Prosesnya berlangsung secara linier

Pesan yang disampaikan oleh komunikator dalam situasi komunikasi kelompok besar, ditujukan kepada afeksi komunikan, kepada hatinya atau perasaannya. Contoh untuk komunikasi kelompok besar adalah misalnya rapat raksasa di sebuah lapangan.  Jika komunikan pada komunikasi kelompok kecil umumnya bersifat homogen (antara lain kelompok orang yang sama jenis kelaminnya, Sama pendidikannya, sama status sosialnya), maka  komunikan pada komunikasi kelompok besar umumnya bersifat heterogen mereka terdiri dari individu-individu yang beraneka ragam dalam jenis kelamin usia jenis pekerjaan tingkat pendidikan agama dan lain sebagainya.

Mereka yang heterogen dalam jumlah yang relatif sangat banyak dan berada di suatu tempat seperti di sebuah lapangan seperti itu, dalam psikologi disebut massa,  yang dipelajari oleh psikologi massa. Dalam situasi seperti itu khalayak yang diterpa suatu pesan komunikasi, menanggapinya lebih banyak dengan perasaan ketimbang pikiran. logika tidak berjalan. Mereka tidak sempat berpikir logis tidaknya pesan komunikator yang disampaikan kepadanya. Oleh karena pikiran didominasi oleh perasaan maka dalam situasi kelompok besar terjadi apa yang dinamakan "contagion mentale" yang berarti wabah mental. Seperti halnya wabah yang cepat menjalar. Maka dalam situasi komunikasi seperti itu jika satu orang menyatakan sesuatu akan segera diikuti oleh anggota kelompok lainnya secara serentak dan serempak. misalnya seorang berteriak: "hidup bapak pembangunan", diikuti oleh seluruh khalayak secara serentak: "hiduuuuuuup".

Komunikator yang muncul dalam situasi kelompok besar yang menghadapi massa rakyat dinamakan orator atau retor, yang mahir memukau khalayak. Iya menyampaikan pesannya dengan suara keras dan lantang nadanya bergelombang, tidak monoton, dan kata-katanya bombastis. Khalayak tidak diajak berpikir logis melainkan diajak ber perasaan gairah. Seperti halnya dengan pidato Hitler di Studium Neurenberg semasa perang dunia II, dalam situasi komunikasi seperti itu terjadi apa yang disebut  infectius exaltation atau penjalaran semangat yang bernyala-nyala, sejenis histeris atau hipnotis secara kolektif yang mempengaruhi pikiran dan tindakan.

Proses komunikasi kelompok besar bersifat linear, satu arah dari titik yang satu ke titik yang lain, dari komunikator ke komunikan, tidak seperti pada komunikasi kelompok kecil yang seperti telah diterangkan tadi berlangsung secara sirkular, dialogis, bertanya jawab. Dalam pidato di lapangan amat kecil kemungkinannya terjadi dialog antara seorang orator dengan salah seorang dari khalayak massa.

B. Klasifikasi Kelompok

Dari perspektif psikologi dan sosiologi kelompok dapat diklasifikasikan ke dalam

1. Kelompok primer dan kelompok sekunder

2. In-group dan Out-Group

3. Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan

4. Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif.

1. Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder

Pembagian seperti ini dikemukakan oleh Charles Horton Cooley (1909). Kelompok primer ditandai adanya hubungan emosional, personal, dan akrab, menyentuh hati seperti hubungan dengan keluarga, teman sepermainan tetangga sebelah rumah.

Kelompok sekunder adalah lawan dari kelompok primer, ditandai dengan hubungan yang tidak akrab, tidak personal dan tidak menyentuh hati kita seperti organisasi massa fakultas serikat buruh dan sebagainya

Perbedaan kelompok primer dan kelompok sekunder dari karakteristik komunikasi nya adalah sebagai berikut

1. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan luas. Artinya dalam kelompok primer kita mengungkapkan hal yang bersifat pribadi dengan menggunakan berbagai lambang, verbal maupun nonverbal.

Sebaliknya pada kelompok sekunder, komunikasi bersifat dangkal( hanya menembus bagian luar dari kepribadian kita) dan (terbatas hanya berkenaan dengan hal-hal tertentu saja). Di sini lambang komunikasi umumnya verbal dan sedikit sekali nonverbal

2. Komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam kelompok primer, yang penting buat kita personal. Ialah siapa dia bukan Apakah dia kita mengkomunikasikan seluruh pribadi kita hubungan kita dengan anggota kelompok primer bersifat unik dan tidak dapat dipindahkan.

3. Pada kelompok primer, komunikasi lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi. komunikasi dilakukan untuk memelihara hubungan baik, dan isi komunikasi bukan merupakan hal yang sangat penting.

2. In-group dan Out group

In-group adalah kelompok kita, dan out-group adalah kelompok mereka. In-group dapat berupa kelompok primer maupun sekunder. Keluarga kita adalah In- grup kelompok primer. Fakultas adalah In-grup kelompok sekunder. Perasaan in-group diungkapkan dengan kesetiaan, solidaritas, kesenangan, dan kerjasama.

Untuk membedakan in group dan Out Group kita membuat batas yang menentukan siapa masuk orang dalam dan siapa orang luar. Batas-batas ini dapat berupa lokasi geografis, suku bangsa, pandangan/ideologi, profesi, bahasa dan status sosial.

3. Kelompok Keanggotaan dan Kelompok Rujukan


Pembagian kelompok ini dikemukakan oleh Theodore Newcomb yang melahirkan istilah membership group dan reference group. Kelompok rujukan diartikan sebagai kelompok yang di gunakan sebagai alat ukur atau standar untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Jika anda mengunakan kelompok ini sebagai teladan bagaimana seharusnya bersikap  maka kelompok ini menjadi kelompok rujukan positif atau negatif. Erwin P. Bettinghaus mengemukakan cara cara menggunakan kelompok rujukan dalam persepsi:

1. Jika mengetahui kelompok rujukan khalayak kita, hubungkanlah pesan kita dengan kelompok rujukan kita.

2. Kelompok kelompok itu mempunyai nilai yang bermacam macam sebagai kelompok rujukan.

3. Kelompok keanggotaan jelas menentukan serangkai perilaku yang baku bagi anggot- anggotanya. Standar  perilaku ini dapat di gunakan untuk menambah peluang diterimanya pesan kita.

4. Suatu fisik komunikasi dapat menunjukkan kemungkinan satu kekelompok rujukan didahulukan  dari kelompok rujukan yang lain.

5. Kadang kadang kelompok rujukan yang positif dapat di kutip langsung dalam pesan, untuk  mendorong respon positif dari khalayak.

4. Kelompok  Deskriptif dan Kelompok Preskriptif

Johan F. Cragan dan David W. Wringht membagi kelompok pada dua kategori yaitu kategori deskriptif dan kategori preskriptif. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara ilmiah. Kategori preskriptif mengklasifikasikan kelompok menurut langkah langkah rasional yang harus dilewati oleh anggota kelompok untuk mencapai tujuhannya.

C. Pengaruh Kelompok Pada Perilaku Komunikasi

1. Konformitas

Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompok-yang real atau dibayangkan. Bila sejumlah orang dalam kelompok mengatakan atau melakukan sesuatu, ada kecenderungan para anggota untuk mengatakan dan melakukan hal yang sama.

Jadi, kalau anda merencanakan untuk menjadi ketua kelompok,aturlah rekan- rekan anda untuk menyebar dalam kelompok. Ketika anda meminta persetujuan anggota, usahakan rekan-rekan anda secara persetujuan mereka. Tumbuhkan seakan-akan seluruh anggota kelompok sudah setuju. Besar kemungkinan anggota-anggota berikutnya untuk setuju juga.

2. Fasilitasi sosial

Fasilitasi (dari kata Prancis facile, artinya mudah) menunjukkan kelancaran atau peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok. Kelompok mempengaruhi pekerjaan sehingga menjadi lebih mudah. Robert Zajonz (1965) menjelaskan bahwa kehadiran orang lain-dianggap-menimbulkan efek pembangkit energi pada perilaku individu.

Efek ini terjadi pada berbagai situasi sosial, bukan hanya didepan orang yang menggairahkan kita. Energi yang meningkat akan mempertingi kemungkinan dikeluarkannya respon yang dominan. Respon dominan adalah perilaku yang kita kuasai.

Bila respon yang dominan itu adalah yang benar, terjadi peningkatan prestasi. Bila respon dominan itu adalah yang salah, terjadi penurunan prestasi. Untuk pekerjaan yang mudah, respon yang dominan adalah respon yang banar; karena itu, peneliti-peneliti melihat melihat kelompok mempertinggi kualitas kerja individu.

3. Polarisasi

Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras.

Simpulan

Dari penjelasan diatas bahwa pengertian kelompok memiliki ciri-ciri seperti dua orang atau lebih, ada interaksi diantara anggotanya, memiliki tujuan atau goals, memiliki struktur dan pola hubungan di antara anggota yang berarti ada peran, norma, dan hubungan antar anggota, serta groupnees, merupakan satu kesatuan. Komunikasi kelompok yang efektif dapat tercipta dengan mengenal anggota-anggota satu dengan yang lainya terlebih dahulu dengan baik

Sekelompok orang yang menjadi komunikan itu bisa sedikit bisa banyak apabila jumlah orang yang dalam kelompok itu sedikit yang berarti kelompok itu kecil komunikasi yang berlangsung disebut komunikasi kelompok kecil ( small group communication ), jika jumlahnya banyak yang berarti kelompoknya besar dinamakan komunikasi kelompok besar (large group communication).