Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengaruh dan Efek Berita Covid 19 Pada Masyarakat Ditinjau dari Perspektif Komunikasi Massa

Pengaruh dan Efek Berita Covid 19 Pada Masyarakat Ditinjau dari Perspektif Komunikasi Massa - caraku.id Kami mencoba menganalisis Cable News Network (CNN) dalam memberitakan COVID-19, ini menarik menurut kami media massa ini menggunakan saluran TV dan media Online berupa web dan youtube dalam menampilkan beritanya sehingga semua kalangan dapat dengan cepat menerima informasi yang telah diberitakan.

Memang sekarang penggunaan media online sangat disukai oleh hampir semua kalangan karena praktis, mudah dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun sehingga penggunaan media seperti Televisi, Radio dll, semakin berkurang dengan adanya media online ini.

Pengaruh dan Efek Berita Covid 19 Pada Masyarakat Ditinjau dari Perspektif Komunikasi Massa

Pengaruh dan Efek Berita Covid 19 Pada Masyarakat Ditinjau dari Perspektif Komunikasi Massa

Komunikasi Massa

Komunikasi massa dapat dijelaskan dari dua cara pandang, yakni bagaimana orang memproduksi pesan dan menyebarkannya melalui media di satu pihak, dan bagaimana orang-orang mencari serta menggunakan pesan-pesan tersebut di pihak lainnya. Secara sederhana, komunikasi massa dapat diartikan sebagai proses komunikasi melalui media massa. Faktor media massa sangat dominan dalam studi komunikasi massa. Pengkajian komunikasi massa banyak dipengaruhi oleh dinamika media massa dan penggunaannya oleh khalayak. Perkembangan media massa sendiri banyak dikaitkan dengan sejumlah faktor yang melingkupinya, misalnya jumlah melek huruf yang semakin besar, perkembangan pesat dalam bidang ekonomi, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, fenomena urbanisasi, dan faktor iklan. 

Khalayak komunikasi massa adalah sasaran penyebaran pesan media massa. Khalayak media massa terdiri atas berbagai ragam individu dan kelompok yang berbeda-beda dan tersebar luas. Khalayak media massa sangat besar dan beragam kondisi dan kepentingan. Media massa biasanya menargetkan khalayak bagi produk yang dihasilkannya (pesan) dengan segmentasi khalayak tertentu. Khalayak media massa dapat mengkonsumsi pesan-pesan media secara serempak dan terbuka. 

Dengan Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat, itu mencerminkan perilaku sosial orang dalam kehidupan dunia maya (Khairil, 2018: 158-172). Dunia maya atau dalam hal ini media sosial merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat terutama remsaja di era milenial ini. Berkembangnya media sosial memberikan dampak baik positif maupun negatif bagi penggunanya (Juwita dkk., 2015: 17-24). 

Dewasa ini penggunaan komunikasi massa di samping untuk menjalankan fungsi utamanya seperti memberi informasi dan hiburan, juga ada beberapa media massa dimana hanya mementingkan kepentingan pemilik modal baik dari politik, ekonomi dll.

Pada kondisi saat ini dimana COVID-19 menjadi pandemi, media massa dalam menyebarkan COVID-19 ini masif dan bahkan hampir setiap hari didalam berita selalu berlomba-lomba untuk memberitakan virus ini, dalam hal ini media massa memang menjalankan salah satu fungsinya yaitu menyiarkan informasi terkait COVID-19, terlepas dari itu media massa seharusnya juga memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi masyarakat apakah dengan informasi tersebut masyarakat dapat berwaspada terhadap virus ini atau malah menimbulkan kepanikan. Jadi sebaiknya media massa juga membatasi penayangan berita dan mengikuti etika dalam media massa.

Para ilmuwan komunikasi berbeda pandangan mengenai kekuatan pengaruh yang dimiliki media massa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pesan-pesan media massa sangat berpotensi membawa perubahan pada diri khalayaknya. Sementara penelitian lainnya mengakui bahwa media massa tidak begitu berkuasa dalam mempengaruhi khalayaknya. Media massa dinilai hanyalah memiliki kekuatan meneguhkan saja, bukan menciptakan perubahan atas diri khalayak. Hal ini didukung oleh cara pandang yang berbeda dalam melihat kecenderungan khalayak mengkonsumsi pesan-pesan media massa. Di satu sisi, khalayak dinilai pasif dalam menerima terpaan media massa sehingga mereka seolah-olah tidak berdaya dalam menerima pesan-pesan media. Dalam hal ini, media dipandang sangat perkasa sehingga khalayaknya menerima begitu saja isi pesan media tanpa berusaha memeriksa tingkat kebenaran dan kepercayaannya. Kecenderungan sikap pasif khalayak seperti ini diasumsikan sebagai jalan masuk bagi kuatnya pengaruh media atas diri individu khalayak. 

Efek Komunikasi Massa

Efek komunikasi massa diidentifikasi sebagai terjadinya perubahan pada individu atau kelompok khalayak setelah mengkonsumsi pesan-pesan media massa. Umumnya dikaitkan dengan perubahan yang berdimensi kognitif, afektif, dan konatif. 

1. Efek kognitif. berkenaan dengan fungsi informatif media massa. Informasi media massa dipandang sebagai tambahan pengetahuan bagi khalayak. Pengetahuan yang dimiliki khalayak dapat meningkatkan kesadaran pribadinya serta memperluas cakrawala berpikirnya. Seseorang yang mengkonsumsi media massa khususnya dalam bentuk isi pesan informasional akan dapat membantunya dalam menambah wawasan dan pengetahuannya. 

2. Efek Afektif. berkenaan dengan emosi, perasaan, dan attitude (sikap). Pesan-pesan media massa yang dikonsumsi khalayak membangkitkan sikap, perasaan, atau orientasi emosi tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi efek afektif adalah suasana emosional, skema kognitif, dan situasi terpaan media. Terkadang individu khalayak mengidentifikasi dirinya dengan sosok yang dilihatnya di media massa. Kecenderungan sikap dan perasaan khalayak juga terkait dengan pola dan cara pengidentifikasian diri khalayak terhadap sosok-sosok dalam isi media tersebut. 

3. Efek Konatif. merujuk pada perilaku dan niat untuk melakukan sesuatu menurut cara tertentu. Setelah khalayak menerima informasi media massa yang dilanjutkan dengan kecenderungan sikap tertentu yang didasarkan pada pengetahuan tersebut, khalayak terpengaruh dalam bentuk tindakan nyata. 

Dalam kondisi pandemi COVID 19 saya melihat bahwa pengaruh media massa yang sangat kuat terhadap masyarakat baik dari segi emosional, sikap, perilaku masyarakat dalam menerima barita COVID 19, dimana berita hanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan informasi saja tanpa adanya fungsi hiburan dan edukasi yang baik. Media memang juga butuh untuk memberitakan kasus terbaru dari COVID 19 tetapi media juga harus memperhatikan dalam menyampaikan beritanya tidak menyebutkan nama korban, tempat tinggal korban agar masyarakat disekitar korban tidak panik dan menimbulkan kecemasan berlebih terhadap COVID 19 ini.

CNN baru-ini ditengah pandemi COVID 19 dari beberapa berita yang ditampilkan selalu hampir tentang kasus COVID 19 berupa pasien yang meninggal karena corona, jumlah pasien dalam pengawasan dan orang dalam pengawasan. Jika didalam setiap berita hanya berisi kematian akibat virus ini, seharusnya media juga harus memperhatikan efek dari berita tersebut, kemungkinan masyarakat menjadi waspada atau panik dengan adanya COVID 19 ini. 

Media dalam memberitakan COVID 19 tidak hanya berlomba-lomba dalam memberitakan kasusnya saja tetapi tidak kalah pentingnya memberikan konten edukasi kepada masyarakat. CNN memang ada beberapa berita yang berisi konten edukasi yang saya jumpai di media online mereka tetapi semua tertutupi oleh pemberitaan tentang kasus kematian, PDP, ODP terkait dengan COVID 19.

Simpulan

Dengan pembahasan diatas, efek komunikasi massa dapat disimpulkan bahwa (1) Khalayak dapat dikontrol melalui pesan-pesan komunikasi massa. Dimana audien sekarang lebih sering melihat berita terkait COVID 19. (2) Audience dapat salah menerima informasi melalui pesan-pesan yang disampaikan media massa. Tidak sedikit berita hoax terkait dengan  COVID 19 bahkan juga muncul teori-teori konspirasi terkait COVID 19 (3) Secara individual, komunikasi massa bersifat terbatas. (4) Dapat mengurangi kebiasaan-kebiasaan rutin sehari-hari karena konsumsi media, ini terjadi karena kewaspadaan atau kepanikan berlebih terhadap VOVID 19 (5) Memungkinkan terjadinya perubahan dalam perilaku, sikap, dan kepercayaan audience.

Sebaiknya media jangan hanya memberitakan kasus yang terjadi dalam COVID 19 tetapi juga diseimbangkan dengan berita yang berupa edukasi kepada masyarakat bagaimana cara menghindari virus ini dan apa yang harus dilakukan dalam kondisi pandemi COVID 19 agar tidak menimbulkan kepanikan berlebih.