Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dakwah dan Komunikasi Islam di Era Disrupsi

Dakwah dan Komunikasi Islam di Era Disrupsi - caraku.id Media saat ini mengubah secara mendasar mulai dari cara berfikir , kehidupan sosial di masyarakat. Asumsi Pertama, masyarakat itu tidak pernah sadis, melainkan selalu dinamis, dialektif, kontestatif dan negosiatif culture. Kedua, masyarakat yang selalu berubah, mengubah diri atau terubah atau diubah, siapa yang mengubah? apakah mereka sendiri atau pihak luar ataukah dialektika antara masyarakat dan pihak luar. Ketiga, perubahan masyarakat itu disrupsi, terjadi bukan dari dalam masyarakat sendiri tetapi determinan variabelnya itu dari pihak luar.

Jadi sejatinya masyarakat Islam Indonesia bukan mengubah diri sesuai yang diharapkan dengan nilai-nilai keislaman, tetapi masyarakat dipaksa beradaptasi untuk berubah oleh kekuatan luar, ini yang menjadikan kehidupan masyarakat menjadi problematik baik probelamtik dalam kebiasaan, gaya hidup, problematik dalam ekonomi dan sosial-budaya.

Dakwah dan Komunikasi Islam di Era Disrupsi

Dakwah dan Komunikasi Islam di Era Disrupsi

Kita mengaku, menyadari, meyakini bahwa kita beragama Islam, lalu apakah kita beragama Islam secara penuh? tentu saja tidak, suka atau tidak suka kita sudah di lay out, didesain, dikontruksi oleh kekuatan diluar Islam.

Teknologi komunikasilah yang menjadi faktor penentu, faktor pengubah dinamika prubahan masyarakat didunia termasuk di Indonesia, percepatan perubahan oleh introduksi teknologi komunikasi eksitis itulah yang disebut dengan disrupsi. Disrupsi yaitu mengubah tatanan yang sudah mapan.

Teknologi itu mampu membantu orang beradaptasi terhadap lingkungan, siapa yang biasa menguasai teknologi dapat mengontrol lingkungan, menguasai informasi. Teknologi mampu mengontrol kehidupan masyarakat dan dapat menentukan kebudayaan. Budaya merupakan hasil dari produk pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan yang bagus menentukan peradaban. Jadi peradaban merupakan fungsi dari budaya, budaya fungsi dari teknologi dan teknologi fungsi dari pengetahuan.

Teknologi mampu mendesain, mengkontruksi, memproduksi, memformasi dan termasuk sebaliknya merekontruksi, mereformasi, meregekontruksi. Jadi ilmu, teknologi tidak bisa berfungsi dengan baik, benar dan positif atau sebaliknya tergantung dari moralitas. Oleh karena itu ideologi agama Islam, tentu moralitas keislaman menjadi pondasi dasar untuk membangun, membentuk, memproduksi Ilmu, Teknologi, Budaya dan peradaban yang Islami.

Kemajuan Teknologi terbagi menjadi tiga, Pertama, Firts Age Media dimana media teknologi hanya berfungsi sebagai penyampai informasi tanpa adanya feedback. Kedua, Second Age Media pada era ini Media Teknologi mulai digunakan untuk sarana berkomunikasi atau berdialog. Ketiga, Multimedia, dimana teknologi bukan hanya sebagai penyampai informasi, berkomunikasi dan berdialog saja, tetapi teknologi  sudah menjadi multifungsi sebagai ladang pengetahuan, mencari informasi, mencari e-Book, streaming video dan lain-lain.

Teknologi memiliki banyak dampak terhadap kehidupan kita, baik dampak yang positif maupn negatif, tergantung bagaimana kita menggunakan teknologi tersebut. Bagi mahasiswa dengan ideologi Islam, moralitas nilai-nilai kesilamanlah yang menjadi dasar dalam menggunakan teknologi untuk kehidupan yang lebih baik. Perkembangan teknologi tidak bisa kita hindari, kita harus menerimanya, tetapi kita harus tahu bagaimana dalam menggunakan teknologi dengan baik dan benar.