Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mudah Belajar Fi’il Mudhori’ dan Fi’il Amar

Cara Mudah Belajar Fi’il Mudhori’ dan Fi’il Amar - caraku.id Selaku Umat Islam, kita dituntut buat dapat mengkaji dan menekuni Al- Qur’ an dan Sunnah, selaku 2 sumber utama ajaran Islam yang wajib kita pegang teguh. Pastinya, kita tidak bisa jadi menguasai kedua sumber itu kecuali sehabis mengenali kaidah- kaidah Bahasa Arab, spesialnya Ilmu Nahwu dan Ilmu Sharaf. Sebab keduanya ialah kunci dalam menekuni al- Qur’an dan Sunnah.

Kala hendak menekuni ilmu Nahwu dan Sharaf, mayoritas golongan Umat Islam masih memiliki pemikiran kalau belajar Ilmu Nahwu itu susah, Sehingga banyak pula golongan Umat Islam yang merasa malas buat menekuni kaidah Bahasa Arab yang diucap dengan Ilmu Nahwu dan Sharaf.

Buat memudahkan umat islam dalam menguasai ilmu nahwu ini kami berinisiatif membuat makalah ini, dan salah satu cabang dari Ilmu Nahwu ini merupakan Fi’il Mudhori dan Fi’ il Amar. Karena peran dan dan pengaplikasiannya yang memanglah belum banyak orang mengenali dan ada pengecualian- pengecualian yang membuat fi’ il ini terus menjadi berbeda. Buat seperti itu kami mengangkut tema Fi’ il Mudhori dan Fi’ il Amr buat mengenalkan klasifikasi, wujud, ataupun peran dari Fi’ il Mudhori dan Fi’ il Amr. 

Cara Mudah Belajar Fi’il Mudhori’ dan Fi’il Amar

Cara Mudah Belajar Fi’il Mudhori’ dan Fi’il Amar

A. Fi’il Mudhori’

1. Pengertian  Fi’il Mudhori’

Fi’il Mudhari’ adalah kata kerja atau kalimat yang menunjukkan makna sedang dilakukan atau yang akan dilakukan, pantas digunakan untuk kejadian saat berlangsung atau akan berlangsung. Itulah sebabnya Fi’il Mudhori’ selalu diterjemahkan “sedang atau akan” misalnya kita ambil dari Fi’il Madhi (sudah terjadi) menjadi Fi’il Mudhori’ (akan terjadi) Misalnya   كَتَبَ  menjadi  يَكْتُبُ  “kataba : telah membaca, menjadi yaktubu : sedang membaca”.

2. Ciri-ciri Fi’il Mudhori’

Fi’il Mudhori’ mempunyai beberapa ciri-ciri diantaranya :

a. Di dahului huruf mudhoroah (alif, nun, ya', ta)

b. Bisa dimasuki "qod"  contoh : (terkadang dia laki-laki sedang memukul)  قَدْ يَضْرِبُ 

c. Bisa dimasuki "sin"  contoh : (orang-orang bodoh itu akan berkata) سَيَقُوْلُ لسُّفَهَاءُ

d. Bisa dimasuki "saufa"  contoh : (kelak kalian semua akan mengetahui) سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ    

3. Klasifikasi Fi’il Mudhori’

a. Jenis Fi’il Mudhori’ terbagi menjadi tiga :

1. Fi’il Mudhori’  Shohihul Akhir. Artinya huruf akhirnya tidak berupa huruf ‘ilat.

Contoh :  يَضْرِبُ ، يَنْصُرُ ، يَقُوْلُ

2. Fi’il Mudhori’  Mu’tal Akhir. Artinya huruf akhirnya berupa huruf ‘ilat.

Contoh :  (و)  يَدْعُو  (ي)   يَجْرِيْ   (ا)   يخشى

3. Fi’il Mudhori’ Af’alul khomsah. Artinya fiil mudhori yang bersambung dengan  alif tasniah, wawu jamak dan ya’ muannash mukhotobah.

Contoh : يَفْعَلَانَ، تَفْعَلَانَ، يَفْعَلُوْنَ، تَفْعَلُوْنَ ، تَفْعَلِيْنَ

b. Pembagian Fi’il Mudhori secara makna terbagi menjadi 2 :

1. Fi’il Maklum yaitu Fi’il yang artinya aktif

Contoh : يَفْعُلُ ، يَضْرِبُ

2. Fi’il Majhul yaitu Fi’il yang artinya pasif (dhummah di awal sebelum akhir di fathah)

Contoh : يُفْعَلُ ، يُضْرَبُ

4. Hukum Fi’il Mudhori’

a. Dihukumi mu'rob apabila tidak bertemu dengan nun taukid dan nun jama' innats.

b. I'robnya fiil midhori' rofa', nashob dan jazem.

c. Dihukumi mabni apabila bertemu dengan nun taukid dan nun jama' innats

5. Tabel Fi’il Mudhori' :

جزم

جر

نصب

رفع

إعراب

سكون

يَضْرِبْ

 

-

 

فتحة

يَضْرِبَ

 

ضمة

يَضْرِبُ

 

فعل مضارع صحيح الاخير

 

حذف حرف علة

ي ؛ يَبْكِ

و ؛ يَغْزُ

ا ؛ يَخْشَ

 

-

فتحة

ي ؛ يَبْكِيَ

و ؛ يَغْزُوَ

ا ؛ يَخْشَى

 

ضمه

ي ؛ يَبْكِيْ

و ؛ يَغْزُوْ

ا ؛ يَخْشَى

 

فعل مضارع مؤتال اخير

 

حذف النون

يَفْعَلَا

يَفْعَلُوْا

-

حذف النون

يَفْعَلَا

يَفْعَلُوْا

ثبوةالنون

يَفْعَلَانِ

يَفْعَلُوْنَ

فعل مضارع افعال الخمسه

 


B. Fi’il Amar

1. Pengertian Fi’il Amar

Fi’il Amar adalah fi’il yang menunjukkan kata kerja yang akan di kerjakan sesudah adanya perintah. misalnya kita ambil dari Fi’il Madhi (sudah terjadi) menjadi Fi’il Amar (terjadilah) Misalnya  كَتَبَ  menjadi أُكْتُبْ  “kataba : telah membaca, menjadi uktub : bacalah”.

2. Ciri-ciri Fi’il Amar

Fi’il Amar mempunyai beberapa ciri-ciri diantaranya :

a. Bahan dasarnya dari fi’il mudhori'

b. Membuang huruf mudhoro'ah yang terletak di awal fi’il

c. Tambahkan hamzah washal di awal fi’il, bila huruf mudhoro'ah di awal telah dibuang.

d. Huruf terakhir di sukun.

e. Contoh :

Fi'il Mudhori'

Huruf mudhoro'ah dihapus

Huruf akhir di sukun

Ditambah hamzah washal

يَضْرِبُ

ضْرِبُ

ضْرِبْ

اِضْرِبْ

يَنْصُرُ

نْصُرْ

نْصُرْ

اُنْصُرْ

يَفْتَحُوْنَ

فْتَحُوْنَ

فْتَحُوْ

اِفْتَحُوْا

يَقِيْ

قِيْ

قِ

-


3. Hukum Fi’il Amar

Fi’il Amar dihukumi mabni, mabninya fi’il amar itu ada 3 yaitu mabni Sukun, Fathah dan Dhummah.

Contoh :

a. Mabni sukun : اُفْعُلْ (apabila tidak bertemu dengan alif tasniyah dan wawu jamak)

b. Mabni fathah : اُفْعُلَا (bertemu dengan alif tasniyah)

c. Mabni dhummah : اُفْعُلُوْا (bertemu dengan wawu jamak

Simpulan

Fi’il Mudhari adalah kata kerja  yang menunjukan kepada tercapainya suatu perbuatan pada zaman sekarang maupun zaman yang akan datang dan terklasifikasi menjadi beberapa bagian, baik dari segi gramatikal maupun pemaknaan. Sedangkan fi’il amar adalah fi’il yang menunjukkan arti perintah. Memiliki zaman istiqbal (akan)

Alhamdulillah tugas yang diamanatkan dosen kepada kami telah terselesaikan. Kami mohon saran dan kritiknya yang membangun karna memang dalam makalah yang telah kami buat ini, masih banyak kekurangan. Kami sadar kami bukanlah manusia yang sempurna dan kami ingin menjadi orang yang lebih baik lagi dari yang baik, maupun menjadi baik dari yang tadinya buruk. Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.